Kecelakaan Bus ALS di Muratara
SOSOK Herman Deru Gubernur Sumsel Bereaksi ALS Kecelakaan karena Jalan Rusak, Klaim 90 Persen Mulus
Mengenai dugaan kecelakaan disebabkan jalan berlubang, Deru menegaskan hal tersebut belum dapat dipastikan.
TRIBUN-MEDAN.com - Inilah sosok Herman Deru Gubernur Sumatera Selatan yang bereaksi ALS kecelakaan karena jalan rusak.
Herman Deru bahkan mengklaim 90 persen jalan di Sumatera Selatan mulus.
Sebelumnya terjadi kecelakaan antara Bus ALS kontra truk tangki bermuatan BBM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kelurahan Karang Jayo, Kecamatan Karang Jayo, Kabupaten Muratara, Rabu (6/5/2026) siang.
Baca juga: Aksi Bejat Pria Rekam Adik Ipar Mandi, Videonya Ditemukan Istri, Terancam 10 Tahun Penjara
Kepolisian mengungkan kronologi dan dugaan penyebab kecelakaan yang menewaskan 16 orang itu.
Kasat Lantas Polres Muratara, AKP M. Karim, menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan kenek bus yang selamat, bus oleng saat menghindari lubang sewaktu melintas di lokasi kejadian.
"Bus masuk lubang akhirnya masuk jalur lainnya, terjadi adu kambing. Sementara mobil tangki posisinya membawa minyak mau bongkar," kata Karim kepada wartawan.
Baca juga: Motif Guru Berani Pangkas Paksa Rambut Siswi SMKN 2 Garut, Bawa-bawa Jabatan Keluarga
Namun kini Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengatakan kemungkinan penyebab kecelakaan belum bisa dipastikan.
Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung keluarga korban kecelakaan maut antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki milik PT Seleraya di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kamis (7/5/2026).
Dalam keterangannya, Herman Deru meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.
“Kita belum tahu penyebabnya, jadi belum bisa menyimpulkan. Saat ini yang utama adalah keselamatan korban yang masih hidup dan penanganan para korban,” kata Deru, Kamis (7/5/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa data penumpang bus masih belum pasti karena kemungkinan ada penumpang yang naik di tengah perjalanan sehingga manifest penumpang belum tentu lengkap.
“Belum tentu ada manifest yang lengkap karena ada kemungkinan penumpang naik di jalan, tidak semuanya dari terminal,” katanya.
Mengenai dugaan kecelakaan disebabkan jalan berlubang, Deru menegaskan hal tersebut belum dapat dipastikan.
Ia menyebut berbagai kemungkinan masih didalami, mulai dari faktor pengemudi hingga kondisi jalan.
Baca juga: LENGKAP Nama 16 Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS vs Mobil Tangki BBM, 4 Orang Selamat
“Kita belum bisa memastikan apakah karena pengemudi mengantuk, jalan berlubang, atau ada pelanggaran lalu lintas lainnya. Tunggu hasil penyelidikan polisi,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa lokasi kejadian merupakan jalan nasional sehingga penjelasan lebih lanjut terkait kondisi jalan menjadi kewenangan instansi terkait dan hasil investigasi kepolisian.
“Secara umum kondisi jalan di Sumatera Selatan dalam keadaan baik, dengan tingkat kemantapan jalan di atas 90 persen,” katanya
Bus ALS Sering Alami Masalah Mesin
Berdasarkan kesaksian korban selamat, Ngadiono (44) bersama istrinya, Jumiatun (34), penumpang ALS asal Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah tujuan ke Medan, Sumatra Utara (Sumut), sepanjang perjalanan, ia menyaksikan mobil tersebut tidak layak jalan.
Bus sempat mengalami kendala (trouble) pada bagian mesin dan radiator yang panas.
Namun, kerusakan tersebut sempat diatasi sopir hingga kenek bus, sehingga bus terus melaju menuju Kabupaten Muratara.
"Sempat rusak bagian mesin dan radiator, sempat diperbaiki lalu jalan lagi," ujar Ngadiono saat memberikan keterangan kepada kepolisian di Puskesmas Karang Jaya, Muratara.
Kekhawatiran Ngadiono pun akhirnya terjadi.
Bus tiba-tiba menghantam sesuatu, kemudian langsung disusul ledakan besar. Api membesar dan membakar bus.
Ngadiono dan istrinya berupaya memanjat dan keluar melalui jendela untuk menyelamatkan diri.
Tak lama kemudian, aksi tersebut disusul oleh seorang penumpang lain.
"Saya langsung refleks melompat keluar disusul istri. Yang saya lihat, kernet juga ikut melompat keluar," ungkapnya.
Ngadiono sempat terpaku menyaksikan api melahap badan bus yang disertai api yang semakin membesar.
Ia juga mendengar jeritan penumpang, lalu suara itu hilang seketika saat api melahap seluruh badan kendaraan.
"Setelah itu saya pingsan. Begitu bangun sudah di rumah sakit," tambahnya.
Sosok Herman Deru
Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan tentu sudah mengetahui sosok Herman Deru yang merupakan petahana.
Herman Deru merupakan politikus yang pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan periode 2018-2023.
Sebelumnya Herman Deru juga pernah merasakan duduk di kursi Bupati Ogan Komering Ulu Timur dua periode sejak 2005-2015.
Namun, perjalanan Herman Deru sebagai politisi tentu tidaklah mudah dan sebentar.
Herman Deru mengawali kariernya dari aparatus sipil negara (ASN) di Pemerintah Daerah Sumatera Selatan.
Perlahan tapi pasti, Herman Deru merasakan berbagai jabatan selama menjadi ASN.
Perjalanan politik Herman Deru juga tidak semulus kariernya sebagai birokrat.
Herman Delu bahkan pernah kalah saat mencalonkan diri sebagai Bupatei Ogan Komering Ulu (OKU) pada tahun 1999.
Kehidupan Pribadi
Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, Herman Deru lahir di Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan pada 17 November 1967. Saat ini, ia telah berusia 57 tahun.
Herman Deru memiliki istri yang bernama Febrita Lustia dan dikaruniai empat buah hati, bernama Percha Leanpuri, Samantha Tivani, Leony Marezza Putri, dan Ratu Tenny Leriva.
Pendidikan
SD Negeri 1 Sidomulyo Belitang, berijazah tahun 1979
SMP Negeri 1 Belitang, berijazah tahun 1982
SMA Negeri 3 Palembang, berijazah tahun 1985
Fakultas Hukum Universitas Sjakhyakirti Palembang, berijazah tahun 1995.
Magister Manajemen STIE TRISNA NEGARA Belitang, berijazah tahun 2008.
Karier
Wiraswasta 1985-1987
Pegawai Negeri Sipil Pemda Tk.I Sumatera Selatan pada
Dinas Pendapatan Daerah Tk.I Sumatera Selatan 1987-1998 (mengundurkan diri, berhenti dengan hormat atas permintaan sendiri).
Bendahara Yayasan Trisna Negara OKU Timur 1996-sekarang.
Melanjutkan berwiraswasta 1998-sekarang.
Bupati Ogan Komering Ulu Timur periode tahun 2005-2010.
Bupati Ogan Komering Ulu Timur periode tahun 2010-2015.
Gubernur Sumatera Selatan 2018-2023.
Penghargaan
Gelar Kanjeng Raden Harya (KRH) oleh Sri Susuhunan PB XIII Sinuhun Tedjowulan (2011)
Manggala Karya Kencana (2007)
Satya Lencana Pembangunan (2007)
Satya Lencana Wira karya (2009).
Artikel ini telah tayang di Sripoku.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gubernur-Sumatera-Selatan-Herman-Deru-turun-tangan.jpg)