Berita Viral
Sepatu Siswa Sekolah Rakyat Rp640 Ribu per Pasang, KPK Bereaksi, Mensos Pastikan Sudah Riset
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ungkap alasan mengapa harga sepatu siswa Sekolah Rakyat bisa mencapai Rp 640 ribu per pasang.
TRIBUN-MEDAN.com - Sepatu siswa sekolah rakyat Rp640 Ribu per pasang tengah jadi sorotan.
Apalagi pemerintah mengeluarkan total anggaran mencapai Rp 27 miliar untuk sepatu.
Hal ini pun dianggap tak wajar oleh sebagian pihak.
Baca juga: Panas Sidang Korupsi Satelit, Leonardi Merasa Dijebak setelah M Syaugi Self Blocking Anggaran
Menanggapi hal itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkap pihaknya sudah melakukan riset seblum pengadaan sepatu siswa Sekolah Rakyat itu.
Nilai tersebut merupakan harga final setelah proses lelang terbuka yang mencakup pajak serta spesifikasi khusus sepatu Pakaian Dinas Lapangan (PDL).
Gus Ipul menjelaskan bahwa penetapan harga tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui riset dan perbandingan dengan institusi pendidikan serupa. Proses ini dilakukan untuk memastikan kualitas barang yang diterima oleh siswa Sekolah Rakyat.
Baca juga: Sidang Nadiem Makarim Ricuh, JPU Sampai Bentak Ahli, Pengacara Tak Terima: Anda yang Sopan
"Mekanismenya ada benchmarking ke Taruna Nusantara, SMA CT Arsa, dan juga cek e-katalog. Memperhatikan jumlah siswa, volume kebutuhan, lokasi distribusi, standar harga," ujar Gus Ipul di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).
Pagu anggaran tersebut kemudian dibahas secara berlapis dengan melibatkan berbagai instansi keuangan negara. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis maupun administratif.
"Dibahas bersama Biro Perencanaan, Biro Keuangan, Irjen (Inspektur Jenderal), dan DJA (Direktorat Jenderal Anggaran) Kementerian Keuangan. Jadi proses menentukan pagu ini sebenarnya tidak berlaku di Kementerian Sosial, dapat tentu berlaku di semua kementerian," jelasnya.
Setelah pagu ditetapkan, kata Gus Ipul, Kemensos menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dengan mempertimbangkan kondisi pasar terkini.
Ia mengatakan bahwa spesifikasi sepatu yang dicari adalah kualitas PDL dengan desain khusus.
"Mekanismenya adalah survei pasar, ada e-katalog, e-commerce, pasar ritel, dan juga pendapat ahli. Kemudian memperhatikan jumlah siswa, volume atau kebutuhan, bahan dan kualitas," tambahnya.
Dalam hasil akhir proses lelang, harga satuan sepatu sebelum pajak berada di angka Rp576.577.
Baca juga: Akhirnya Terungkap Gaji Pegawai Kopdes Merah Putih, 2 Tahun Dibayar Pakai Uang Negara
Angka tersebut kemudian terkoreksi menjadi Rp640.000 setelah ditambahkan kewajiban pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
"Prosesnya seperti ini, jadi pagunya sekian, harga perkiraan sekian, kemudian pemenang tendernya harganya Rp576.577, pemenangnya ini terus ditambah dengan pajak menjadi Rp640.000," ungkap Gus Ipul.
Gus Ipul menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk menjaga integritas pengadaan barang agar bersih dari praktik korupsi.
Ia memastikan tidak ada intervensi dalam menentukan pemenang lelang.
"Kami sudah bertekad menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo untuk tidak melakukan penyimpangan, tidak otak-atik anggaran, tidak korupsi karena sudah bukan zamannya lagi otak-atik APBN, anggaran di dalam kementerian, kongkalikong," tegasnya.
Baca juga: Sat Binmas Polres Belawan Sambangi Pos Kamling, Ajak Warga Aktif Jaga Keamanan
Pengadaan sepatu ini merupakan bagian dari fasilitas Sekolah Rakyat, yakni sekolah berasrama di bawah naungan Kementerian Sosial.
Mengingat statusnya sebagai sekolah berasrama, negara menyediakan seluruh kebutuhan hidup siswa, mulai dari makan, minum, hingga seragam dan perlengkapan sekolah lainnya melalui alokasi APBN.
Produksi sepatu siswa ini sudah berjalan dan telah didistribusikan kepada sekitar 32.000 pelajar.
"Ada beberapa (jenis) sepatu di Sekolah Rakyat yang diberikan kepada siswa pada tahun 2025. Kebutuhan 32.000, tapi kita belanjanya 40.000 untuk jaga-jaga kalau ada yang rusak," kata Gus Ipul.
Berikut anggaran sepatu untuk Sekolah Rakyat:
Harga pengadaan
Sepatu PDL siswa: Rp 700.000
Sepatu SMP dan SMA: Rp 700.000
Sepatu PDH SD: Rp 700.000
Sepatu olahraga (siswa dan guru): Rp 500.000
Sepatu PDH guru: Rp 700.000
Sepatu harian SD: Rp 500.000
Sepatu SMP dan SMA: Rp 500.000
Kaos kaki: -
Harga Realisasi
Sepatu PDL siswa: Rp 640.000
Sepatu SMP dan SMA: Rp 610.00
Sepatu PDH SD: Rp 590.000
Sepatu olahraga (siswa dan guru): Rp 447.000
Sepatu PDH guru: Rp 625.000
Sepatu harian SD: Rp 250.000
Sepatu SMP dan SMA: Rp 300.000
Kaos kaki: Termasuk dalam pengadaan sepatu
KPK Bereaksi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan siap menelisik potensi celah rasuah di balik proyek yang mematok harga Rp700.000 per pasang sepatu tersebut.
Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono, mengonfirmasi bahwa lembaga antirasuah tersebut memiliki ruang untuk masuk ke dalam persoalan ini. "Kalau dalam konteks pencegahan bisa," ujar Agus di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Saat ini, pihak KPK sedang mendalami secara detail bagaimana alur perencanaan anggaran tersebut dibuat.
Agus menekankan bahwa pengawasan yang dilakukan tidak akan terbatas pada komoditas alas kaki saja, melainkan mencakup ekosistem pengadaan secara luas.
"Tetapi kita sedang mempelajari seluruh proses, tidak hanya cakupan kepada kaus kaki atau apa tidak, tapi seluruh proses," imbuhnya.
Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Menteri-Sosial-Mensos-Saifullah-Yusufsdfdsa.jpg)