Berita Viral
Razia Rambut Berwarna Dipangkas Paksa di SMKN 2 Garut, Orang Tua Bawa Jalur Hukum,Tuntut Mutasi Guru
Asep menilai tindakan pihak sekolah sangat berlebihan dan tidak memikirkan dampak psikologis anak didik.
TRIBUN-MEDAN.com - Sebagian para siswi SMKN 2 Garut terkena razia rambut berwarna oleh gurunya, kemudian dipangkas paksa membuat orang tua murid tak senang.
Baru-baru ini dihebohkan dengan potongan video yang memperlihatkan kesedihan sejumlah siswi SMKN 2 Garut.
Dalam unggahan yang viral di lini masa tersebut, para siswi nampak menunjukkan potongan rambut mereka yang diduga dipangkas secara paksa oleh seorang oknum guru.
Peristiwa yang memicu simpati publik ini diketahui terjadi pada Kamis (30/4/2026) di lingkungan sekolah yang terletak di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.
Baca juga: TANGIS Siswi SMKN 2 Garut Rambutnya Dipotong Guru Meski Pakai Kerudung, Ortu Ancam Bawa Jalur Hukum
Insiden ini bermula sesaat setelah para siswi menyelesaikan kegiatan olahraga. Suasana sekolah yang semula tenang berubah menjadi penuh isak tangis ketika aksi pemotongan rambut dilakukan secara mendadak.
Asep Muhidin, selaku kuasa hukum para siswi, membeberkan kronologi kejadian berdasarkan pengaduan yang diterima melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Stainus Garut.
Ia menjelaskan bahwa razia dilakukan tepat saat para siswi kembali ke dalam kelas.
Oknum guru tersebut masuk membawa gunting dan langsung menyasar para siswi, termasuk mereka yang mengenakan kerudung.
Baca juga: Polisi Sambangi Satkamling di Mabar, Warga Diajak Aktif Jaga Keamanan Lingkungan
"Alasannya ada laporan masyarakat soal warna rambut, tapi kami pertanyakan dasar laporannya. Kenapa tidak melibatkan orang tua, itu lebih etis," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (5/5/2026).
Asep menilai tindakan pihak sekolah sangat berlebihan dan tidak memikirkan dampak psikologis anak didik.
Apalagi, selama ini para siswi tersebut selalu menutupi rambut mereka dengan kerudung saat berada di lingkungan sekolah.
Hingga Selasa (5/5/2026), upaya mediasi yang digelar di Kantor Cabang Dinas (Cadin) Pendidikan Wilayah XI Garut antara pihak sekolah dan wali murid dikabarkan masih belum menemui titik terang.
Baca juga: Diakui Jenderal Purn Ahmad Dofiri Ada Kuota Khusus Masuk Polri, Mahfud MD: Tidak Boleh Titipan
Meski pihak sekolah telah melayangkan permohonan maaf, beberapa orang tua menolak untuk menandatangani kesepakatan damai begitu saja.
"Tadi (ada pertemuan) di Cadin (Cabang Dinas Pendidikan Jabar) XI Garut tapi belum ada hasil mediasi, sebagai orangtua juga diajak ke sekolah diminta tandatangan penerimaan permohonan maaf," ucap Asep.
Ketegangan semakin meningkat lantaran ada tuntutan tegas dari pihak wali murid. Beberapa orang tua mendesak agar oknum guru yang bersangkutan segera dimutasi.
Alasan utamanya adalah trauma mendalam yang dialami para siswi hingga membuat mereka enggan untuk kembali menginjakkan kaki di sekolah.
"Dari klien kami ada yang tidak mau memaafkan sebelum guru yang terlibat dipindah tugaskan karena putrinya itu mengalami trauma tidak mau sekolah," katanya.
Jika aspirasi ini tidak segera direspons secara serius oleh sekolah, Asep menegaskan bahwa pihaknya siap membawa kasus ini ke ranah hukum.
"Kalo keinginan klien kami tidak dipenuhi, maka kami akan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian," tegasnya.
Di sisi lain, Kepala SMKN 2 Garut, Nur Al Purqon, memberikan klarifikasi terkait aksi yang dilakukan stafnya.
Ia berdalih bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sekolah dalam menegakkan kedisiplinan setelah menerima masukan dari berbagai pihak.
"Terjadi pemotongan rambut anak yang diwarnai, karena tim BK itu akumulasi dari laporan dari wali kelas dan laporan dari masyarakat bahwa anak SMK katanya rambutnya berwarna bebas," ujar Nur Al Purqon saat ditemui di kantornya.
Pihak sekolah mengklaim bahwa sebenarnya persoalan ini tengah diupayakan selesai secara kekeluargaan.
Selain meminta maaf, sekolah juga menawarkan bantuan untuk memperbaiki kondisi rambut para siswi yang terdampak razia tersebut.
"Kita juga meminta maaf kepada siswi itu, sambil anak tersebut mau diperbaiki rambutnya karena sudah dipotong," pungkasnya.
(Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Siswa SMKN 2 Garut Razia Rambut Berwarna
Siswi SMKN 2 Garut Dipangkas Paksa Guru
Berita Viral Siswi Rambut Dipangkas Guru
| Profil Andi Gani Nena Wea, Presiden Buruh Staf Ahli Kapolri, Jam Tangan Mewah Jadi Sorotan |
|
|---|
| TABIAT Hera Dikuak, Rekam Rumah Hingga Pakai Barang Majikan, Erin Komplain Sejak Awal Sang ART Kerja |
|
|---|
| Jadi Tersangka Usai Tabrak Lari Pedagang Buah, Sopir Pajero tak Ditahan, Polisi Kuak Alasannya |
|
|---|
| NASIB AKBP Saharudin yang Ngejek Kala Ditegur Merokok Sambil Nyetir, Kini Diperiksa Propam |
|
|---|
| Sosok Grace Natalie Dilaporkan 40 Ormas Terjerat Kasus Video Ceramah JK, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/TANGIS-Siswi-SMKN-2-Garut-Rambutnya-Dipotong-Guru-Meski-Pakai-Kerudung-Ortu-Ancam-Bawa-Jalur-Hukum.jpg)