Perang AS dan Israel vs Iran
Serangan Heli Apache dan Seahawk AS Tenggelamkan 6 Kapal Iran di Selat Hormuz
Upaya perlawanan Iran belum mengubah strategi AS mengawal kapal komersil melintasi selat tersebut.
Jalur ilegal yang dimaksud pejabat Iran tampaknya merujuk pada upaya terbaru AS untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Dirikan Zona Keamanan di Perairan Oman
Pusat Informasi Maritim Gabungan yang dipimpin AS telah menyarankan kapal-kapal pada Senin (4/5/2026) untuk melintasi selat di perairan Oman. AS juga mengatakan bahwa mereka telah mendirikan zona keamanan.
Laksamana Brad Cooper, komandan Komando Pusat AS mengatakan, pasukan Amerika telah berhasil membuka jalur melalui selat yang bebas dari ranjau Iran.
Ia mengatakan Iran meluncurkan beberapa rudal jelajah, drone, dan perahu kecil ke arah kapal-kapal sipil yang berada di bawah perlindungan militer AS.
Cooper juga mengatakan, helikopter militer AS menenggelamkan enam perahu kecil dan menambahkan bahwa setiap ancaman telah dikalahkan.
“Para komandan AS yang berada di lokasi kejadian memiliki semua wewenang yang diperlukan untuk membela unit mereka dan untuk membela pelayaran komersial seperti yang telah kita lihat dan demonstrasikan sebelumnya hari ini,” kata Cooper.
Koresponden AP Karen Chammas melaporkan, gugus tugas pimpinan AS memerintahkan kapal-kapal untuk mengubah rute pada hari pertama sebagai upaya untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Sementara itu, Iran mengeluarkan pernyataan yang memerintahkan kapal-kapal untuk berkoordinasi dengan pejabat Iran.
Trump telah memperingatkan pada Minggu (3/5/2026) bahwa upaya Iran untuk menghentikan lalu lintas melalui selat tersebut harus ditangani dengan kekerasan.
Ia menggambarkan “Proyek Kebebasan” dalam konteks kemanusiaan, yang dirancang untuk membantu para pelaut yang terdampar di ratusan kapal yang terjebak di Teluk Persia sejak perang dimulai.
Peringatan Iran kepada UEA
Sementara itu, komando militer Iran telah memperingatkan bahwa kapal-kapal yang melewati selat tersebut harus berkoordinasi dengan mereka.
“Kami memperingatkan setiap kekuatan militer asing, terutama militer AS yang agresif, yang berniat mendekati atau memasuki Selat Hormuz akan menjadi sasaran,” kata Mayjen Ali Abdollahi kepada stasiun televisi pemerintah IRIB.
Sebuah sumber militer Iran yang mengetahui informasi tersebut memperingatkan, jika UEA mengambil tindakan tidak rasional, semua kepentingannya akan menjadi sasaran Iran.
Menanggapi ancaman yang dikaitkan dengan UEA, sebuah sumber militer mengatakan kepada media Iran, Tasnim, pada Senin (4/5/2026) bahwa belum ada ancaman resmi yang diumumkan oleh pihak Emirat sejauh ini, dan apa yang telah dikatakan hingga saat ini hanyalah laporan dari media yang mengutip sumber-sumber tertentu.
“Namun, jika Emirat menjadi pion Israel dan melakukan kesalahan, mereka akan mendapat pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan,” kata sumber tersebut, dilansir dari Tasnim, Senin.
“UEA tahu bahwa mereka sedang berada di posisi yang sangat rentan dan ketidakamanan adalah racun mutlak bagi mereka. Jika mereka ingin mengulangi kesalahan perang 40 hari, kami akan sepenuhnya mengabaikan pengekangan dan menangani sarang musuh ini seolah-olah mereka adalah bagian dari rezim musuh,” sumber militer itu memperingatkan. (*/tribunmedan.com)
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com
perang AS dan Israel vs Iran
AS kawal kapal di Selat Hormuz
Selat Hormuz
Helikopter Apache
perang Iran terkini
| Iran Tebar Ancaman Usai Trump Umumkan Proyek Kebebasan yang Kawal Semua Kapal Lintasi Selat Hormuz |
|
|---|
| Donald Trump Blak-blakan Tak Puas Proposal Terbaru Iran, Buka Opsi Serangan Besar-besaran |
|
|---|
| UPDATE Perang Iran, Teheran Kirim Proposal Baru ke AS, Diserahkan Lewat Pakistan |
|
|---|
| AS Disebut Siapkan Opsi Serangan Udara atau Operasi Pasukan Khusus, Iran Aktifkan Pertahanan Udara |
|
|---|
| Trump Sebut Ekonomi Iran Kolaps, Mata Uang Rial Anjlok & Inflasi Tinggi, Warga Kehilangan Pekerjaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Selat-Hormuz-jalur-pelayaran-strategis-yang-menghubungkan-Teluk-Persia-1.jpg)