Perang AS dan Israel vs Iran
Donald Trump Blak-blakan Tak Puas Proposal Terbaru Iran, Buka Opsi Serangan Besar-besaran
Presiden AS Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap tawaran perdamaian yang diajukan oleh Iran.
TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah Iran secara resmi mengirimkan proposal perdamaian terbaru kepada Amerika Serikat (AS).
Kantor berita resmi Iran, IRNA, Jumat (1/5/2026) melaporkan bahwa dokumen proposal tersebut diserahkan kepada pihak mediator Pakistan pada Kamis (30/4/2026) malam untuk diteruskan ke Gedung Putih.
Merespons proposal terbaru itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap tawaran perdamaian yang diajukan oleh Iran.
Dia pun kembali mengancam akan menghancurkan Iran jika mereka gagal mencapai kesepakatan.
"Saat ini saya tidak puas dengan apa yang mereka tawarkan," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, dikutip dari AFP, Sabtu (2/5/2026).
"Mereka meminta hal-hal yang tidak bisa saya setujui," sambungnya.
Namun, dia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai hal-hal yang disetujuinya.
Trump mengatakan, Iran telah membuat kemajuan dalam negosiasi, tetapi masih ada perselisihan besar dalam tubuh kepemimpinan Teheran.
"Saya tidak yakin apakah mereka akan pernah mencapai kesepakatan," ujarnya.
Baca juga: Polisi Belum Tetapkan Orangtua yang Diduga Aniaya Bayi hingga Tewas di Deli Serdang Jadi Tersangka
Trump ditanya apa yang akan dia lakukan jika tidak ada kesepakatan, tetapi menolak untuk mengatakan apakah dia akan melancarkan serangan lebih lanjut.
"Apakah kita ingin langsung menghancurkan mereka dan mengakhiri mereka selamanya atau kita ingin mencoba membuat kesepakatan? Maksud saya, itulah pilihannya," jelas dia.
Trump menambahkan, dia lebih memilih untuk tidak melancarkan serangan besar-besaran tetapi tak punya pilihan lain.
"Apakah kita ingin masuk ke sana secara besar-besaran dan menghancurkan mereka begitu saja atau kita ingin melakukan sesuatu?" tuturnya.
Tentang batas waktu perang 60 hari yang ditetapkan dalam Undang-Undang Kekuatan Perang untuk mendapatkan persetujuan kongres, dia mengeklaim anggapan bahwa membutuhkan persetujuan adalah sama sekali tidak konstitusional.
"Selain itu, kita telah melakukan gencatan senjata sehingga memberi Anda waktu tambahan, tetapi tidak ada negara lain yang melakukannya," katanya.
| UPDATE Perang Iran, Teheran Kirim Proposal Baru ke AS, Diserahkan Lewat Pakistan |
|
|---|
| AS Disebut Siapkan Opsi Serangan Udara atau Operasi Pasukan Khusus, Iran Aktifkan Pertahanan Udara |
|
|---|
| Trump Sebut Ekonomi Iran Kolaps, Mata Uang Rial Anjlok & Inflasi Tinggi, Warga Kehilangan Pekerjaan |
|
|---|
| Iran Ajukan Proposal Baru ke AS, Rencana Buka Kembali Selat Hormuz dan Akhiri Perang |
|
|---|
| Di Tengah Protes Keras Iran soal Blokade AS, Trump Malah Tambah Kapal Induk di Timur Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-1.jpg)