Berita Viral

SIASAT Licik Kiai Ashari Perbudak Eks Santri, Dikira Bisa Meramal Masa Depan Hingga Dipercaya Wali

Shofi menceritakan sejak tahun 2008 dirinya dipaksa untuk membohongi orang tua dengan berpura-pura menempuh pendidikan di sebuah pondok di Jepara.

Tayang:
Kompas.com
WARGA DEMO - Warga membawa spanduk dalam aksi demonstrasi di Pondok Pesantren yang berada di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Sabtu (2/5/2026).(KOMPAS.com/ Kafi) 

TRIBUN-MEDAN.com - Inilah siasat licik Kiai Ashari di Pati perbudak eks santri.

Ia dikira bisa meramal masa depan hingga dipercaya seorang wali.

Namun kini kedoknya terbongkar. 

Baca juga: Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Assisi Simervara: Simbol Kebersamaan dan Iman yang Diperbarui

Selain menipu, Ashari ternyata juga mencabuli santriwatinya.

Korbannya pun mencapai puluhan orang.

Ashari merupakan pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo yang berlokasi di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu.

Baca juga: DITUDING Serang Pribadi Seskab Teddy, Menteri HAM Natalius Pigai Larang Komdigi Laporkan Amien Rais

Saat ini, yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Pati.

Pengakuan Mantan Santri

Terungkapnya dugaan perbuatan tersebut memicu kemarahan warga sekitar pondok pesantren.

Aksi protes pun dilakukan masyarakat pada Sabtu siang (2/5/2026) dengan menggelar demonstrasi sebagai bentuk kecaman terhadap tersangka.

Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai spanduk bernada protes, termasuk tulisan yang menyebut pelaku sebagai “Sang Predator”.

Salah satu peserta aksi, Shofi, mengaku sebagai pihak yang turut membongkar dugaan perbuatan bejat tersebut.

Baca juga: KOMDIGI Ingin Laporkan Amien Rais, Menteri Natalius Pigai: Negara Tidak Boleh Memenjarakan Rakyatnya

Ia mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun dirinya merasa diperlakukan layaknya budak dan mengalami eksploitasi.

Menurut pengakuannya, uang miliknya kerap dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi tersangka.

“Sebelas tahun saya jadi budak. Pondok ini dibangun dari uang budak-budak si iblis Ashari,” katanya, dikutip dari TribunJateng.com, Senin (4/5/2026).

Lebih lanjut, Shofi menceritakan bahwa sejak tahun 2008 dirinya dipaksa untuk membohongi orang tua dengan berpura-pura menempuh pendidikan di sebuah pondok di Jepara.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved