Berita Viral

Digerebek Istri di Kos-kosan, Wakil Dekan UIN di Jambi Ketahuan Selingkuh, Kepala Dijitak Warga

Dosen laki-laki itu menutupi kepalanya menggunakan tangan, dikawal seorang TNI berseragam agar tidak dipukuli massa.

Tayang:
HO
DIGEREBEK ISTRI - Ilustrasi untuk berita wakil Dekan UIN di Jambi ketahuan istri selingkuh. Ia digerebek istri dan keluarganya di kos-kosan. 

"Setiap sivitas akademika terikat pada kode etik, aturan disiplin, dan norma kelembagaan," kata rektor dalam rilis, Sabtu (2/5/2026), melansir dari Kompas.com.

PERSELINGKUHAN: Ilustrasi selingkuh. Istri sah menggugat suami dan wanita selingkuhan ke pengadilan setelah mengetahui keduanya menjalin hubungan gelap, Jumat (19/12/2025).
PERSELINGKUHAN: Ilustrasi selingkuh. Istri sah menggugat suami dan wanita selingkuhan ke pengadilan setelah mengetahui keduanya menjalin hubungan gelap, Jumat (19/12/2025). (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Oleh karena itu, Kasful sangat menyayangkan dan menyesalkan terjadinya peristiwa penggerebekan salah satu oknum dosen itu.

"Kami akan langsung melakukan penelusuran lebih mendalam lagi untuk mengambil langkah tindakan tegas," sebut rektor.

Hal ini sebagai komitmen dalam menjaga marwah institusi, integritas akademik, serta nilai-nilai etika yang menjadi landasan dalam kehidupan kampus.

Tindakan yang telah dilakukan sebagai berikut:

  1. Menonaktifkan dari jabatan tambahan sebagai wakil dekan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dan upaya menjaga objektivitas pemeriksaan yang dilakukan dan kondusivitas akademik.
  2. Rektor akan memastikan dan memerintahkan yang bersangkutan diperiksa secara etik untuk memastikan status hukum dan kebenaran peristiwa.
  3. Penerapan sanksi lanjutan jika memang terbukti peristiwa itu benar. Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan maupun kode etik yang berlaku, maka UIN STS Jambi tentunya mengambil langkah sesuai regulasi dan mekanisme yang berlaku.
  4. Menghentikan untuk sementara waktu yang bersangkutan dari berbagai aktivitas yang mewakili institusi UIN STS Jambi baik di internal maupun eksternal.
  5. Menghentikan untuk sementara waktu aktivitas yang bersangkutan dalam kegiatan mengajar, pengabdian, dan penelitian.

 "Atas nama pimpinan dan mewakili institusi, kami juga meminta maaf apabila ada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman atas beredarnya informasi ini," kata rektor.

UIN Sultan Thaha Saefuddin Jambi memandang bahwa tindakan personal individu yang dilakukan oknum tersebut tidak serta-merta merepresentasikan nilai, budaya kerja, maupun komitmen kelembagaan dalam membangun lingkungan akademik yang berintegritas dan bermartabat.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved