Berita Viral
Sasar Anak Yatim dan Kurang Mampu, Kiyai Cabuli 50 Santriwati di Ponpes, Iming-imingi Sekolah Gratis
Pelaku juga mendekati korban dengan memanfaatkan posisinya sebagai pengajar yang harus dihormati dan ditaati.
TRIBUN-MEDAN.com - Sasar anak yatim dan kurang mampu, Kiyai cabuli 50 santriwati di Ponpes.
Pelaku mengiming-imingi sekolah gratis untuk korban.
Ia juga mengancam jika korban tak mengikuti keinginannya.
Baca juga: SKENARIO Inter Milan Scudetto Akhir Pekan Ini, Napoli da AC Milan Bisa Lolos Liga Champions
Modus kiyai bejat yang diduga menodai sekitar 50 santriwati di pondok pesantren (Ponpes) terungkap.
Pelaku memanfaatkan perihal guru harus dihormati lalu meminta korban menemaninya tidur.
Diketahui, kasus dugaan kekerasan seksual di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, tengah geger.
Baca juga: 7 Kali Nyolong Motor, Pelarian M Riski Kandas di Polsek Medan Kota
Bahkan, kasus dugaan pelecehan di lingkungan ponpes ini menjadi sorotan publik.
Kasus ini mencuat setelah adanya laporan yang menyebut sejumlah santriwati diduga menjadi korban oknum pengasuh.
Jumlah korban disebut tidak sedikit
Berdasarkan informasi yang beredar, angkanya diperkirakan mencapai puluhan orang.
Peristiwa ini diduga sudah berlangsung cukup lama, namun baru dilaporkan secara resmi pada 2024.
Kuasa hukum korban, Ali Yusron, mengungkapkan bahwa mayoritas korban merupakan santriwati yang tinggal sekaligus menempuh pendidikan di pesantren tersebut.
"Korbannya antara 30-50 orang. Ada yang kelas 1 SMP, ada yang kelas 3 SMP. Korban yang saya dampingi satu orang, tapi bisa membuka pintu pengungkapan korban-korban lainnya. Sudah ada dua orang yang siap menjadi saksi,” ujarnya dikutip dari TribunJateng, Rabu (29/4/2026).
Yusron menambahkan, sebagian besar korban berasal dari keluarga kurang mampu, termasuk anak yatim, yang mendapatkan fasilitas pendidikan gratis di pesantren itu.
Modus Pelaku Kekerasan Seksual
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-seksual1.jpg)