Berita Viral

Sasar Anak Yatim dan Kurang Mampu, Kiyai Cabuli 50 Santriwati di Ponpes, Iming-imingi Sekolah Gratis

Pelaku juga mendekati korban dengan memanfaatkan posisinya sebagai pengajar yang harus dihormati dan ditaati.  

Tayang:
freepik
PELECEHAN - Sasar anak yatim dan kurang mampu, Kiyai cabuli 50 santriwati di Ponpes. Pelaku mengiming-imingi sekolah gratis untuk korban. 

Kasus Lain

Kasus lain, dugaan kekerasan seksual sesama jenis di lingkungan pondok pesantren (ponpes) mencuat. Informasinya terjadi di wilayah Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bahkan, kasus ini sudah dilaporkan ke polisi dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Padavideo beredar di media sosial Instagram, terlihat salah satu orang tua dari korban telah melaporkan kejadian yang menimpa anaknya itu ke Polres Bogor.

Pria itu meminta dukungan dan perlindungan kepada semua pihak dan masyarakat atas kasus ini.

Sebaga orang tua, dia menyebut terduga pelaku merupakan laki-laki dan korban santri laki-laki.

Terpisah, Kasat Perlindungan Perempuan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri membenarkan adanya laporan kasus dugaan kekerasan seksual tersebut.

"Iya, kami sudah terima laporannya kemarin (Rabu) sore," kata Silfi dikonfirmasi wartawan Jumat (1/5/2026).

Sementara ini, sudah ada 3 orang korban yang membuat laporan ke polisi.

"Kemarin tiga orang (membuat laporan)," tambahnya.

Berdasarkan keterangan sementara, dugaan kekerasan seksual ini memang dilaporkan melibatkan terduga pelaku dan korban sesama berjenis kelamin laki-laki.

"Korbannya laki-laki, iya (diduga kasus kekerasan seksual sesama jenis)," katanya.

Adapun terduga pelaku juga lebih dari satu orang. 

Sebab, masing-masing korban diduga mengalami kekerasan seksual oleh beberapa orang yang berbeda-beda.

"Kan korban 3 yang laporan sejauh ini. Misalkan si korban 1 sama si A, si B. Nah korban 2 sama si A, si C. Jadi gitu ada banyak, gak terfokus ke satu orang," ujarnya. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved