Berita Viral
Kepala Dinas Penabrak Siswa SD Saat Jajan hingga Tewas 1 Diperiksa, Orangtua Korban Tak Mau Damai
Kepala Dinas di Pandeglang yang tabrak kerumunan siswa SD saat sedang jajan hingga menewarkan satu orang kini diperiksa
Seluruh korban segera dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, pihak rumah sakit menyatakan bahwa seorang siswa kelas empat sekolah dasar meninggal dunia akibat cedera yang dialami.
Bupati Pandeglang juga sempat terlihat mengunjungi para korban di rumah sakit untuk memberikan perhatian langsung.
Di tengah suasana duka, keluarga korban menuntut pertanggungjawaban hukum.
Baca juga: AKSI May Day Bandung Berujung Ricuh, Pos Polisi dan Videotron Dibakar, Mobil Water Canon Dikerahkan
Saiful Bahri, salah satu orang tua siswa yang menjadi korban, menegaskan bahwa dirinya tidak menginginkan kasus ini berakhir dengan jalan damai.
Ia berharap pihak berwenang melakukan proses hukum secara transparan dan adil.
Meskipun kondisi anaknya yang duduk di bangku kelas empat kini berangsur membaik pasca-perawatan, Saiful mengaku masih terpukul dengan kejadian yang menimpa buah hatinya.
"Harus ditegakkan hukum itu mah, harus diproses," ungkapnya.
Terkait penyelidikan, Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Burhanudin Surya Muhammad, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan pengemudi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan intensif, termasuk pengumpulan keterangan saksi-saksi dan alat bukti pendukung lainnya.
Pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan tersebut diketahui bernama Ahmad Mursidi (58).
Baca juga: Bus Anak Sekolah Minggu Indrapura Masuk Jurang di Toba, Berikut Identitas Korban Luka-luka
Ahmad Mursidi merupakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang.
Pada saat kejadian, ia tercatat sedang mengemudikan kendaraan dinas.
Rekaman video di lokasi juga menunjukkan mobil dinas tersebut sempat menghantam pagar tembok sekolah sebelum akhirnya berhenti.
Saat ditemukan di lokasi kejadian, pengemudi diketahui sedang menggunakan selang oksigen di hidungnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi kesehatan sang Kepala Dinas tersebut dan masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari pihak rumah sakit.
Pengemudi saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik dengan didampingi oleh pihak keluarga untuk mendalami kronologi kejadian.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribunbogor
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/TABRAK-SISWA-SD-Sebanyak-delapan-orang-siswa-sekolah-SDN-Sukaratu-5-di-Kelurahan.jpg)