Berita Viral
Kepala Dinas Penabrak Siswa SD Saat Jajan hingga Tewas 1 Diperiksa, Orangtua Korban Tak Mau Damai
Kepala Dinas di Pandeglang yang tabrak kerumunan siswa SD saat sedang jajan hingga menewarkan satu orang kini diperiksa
TRIBUN-MEDAN.COM – Kepala Dinas di Pandeglang yang tabrak kerumunan siswa SD saat sedang jajan hingga menewarkan satu orang kini diperiksa.
Adapun Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ahmad Mursidi disebut sebagai penabrak siswa SD yang sedang jajan.
Kepala Dinas Ahmad Mursidi disebut menabrak kerumunan siswa SD itu menggunakan mobil dinas.
Akibatnya satu orang siswa meninggal dunia dan Sembilan dilarikan ke RS.
Tragedi memilukan terjadi di depan SDN Sukaratu 5, Kabupaten Pandeglang, saat sebuah mobil dinas menerjang kerumunan siswa yang tengah beristirahat.
Insiden yang merenggut satu nyawa siswa sekolah dasar ini memicu kemarahan orang tua korban yang menuntut proses hukum.
Baca juga: Telusuri Sudut Kota Medan, Ngaspal Bareng Bapack Tunjukkan Solidaritas Bikers Honda PCX
Sementara sosok pengemudi yang diketahui merupakan seorang pejabat daerah kini tengah dalam pemeriksaan kepolisian.
Peristiwa tersebut berlangsung pada Kamis (30/4/2026) siang, tepat saat jam istirahat sekolah.
Suasana sekolah yang awalnya tenang seketika berubah menjadi kepanikan saat sebuah mobil melaju tak terkendali dan menghantam kerumunan orang di depan sekolah.
Rika Novianti, salah satu guru di sekolah tersebut, menuturkan bahwa para siswa sedang berada di luar area sekolah untuk membeli jajanan saat kejadian berlangsung.
"Posisi lagi beli jajan, nah mobil itu datang menggeruduk siswa, sales, dan pedagang yang ada di depan," ujar Rika.
Menurut kesaksiannya, benturan keras terdengar jelas dari arah luar sekolah.
Guru-guru yang mendengar suara tersebut segera berlarian ke lokasi untuk mengevakuasi para korban.
Baca juga: AS Disebut Siapkan Opsi Serangan Udara atau Operasi Pasukan Khusus, Iran Aktifkan Pertahanan Udara
Beberapa siswa ditemukan terjepit di kolong mobil, sementara yang lain terperosok ke dalam selokan.
Total sembilan orang dilaporkan menjadi korban dalam insiden kecelakaan tunggal ini, yang terdiri dari tujuh siswa sekolah dasar, seorang pedagang, dan seorang sales.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/TABRAK-SISWA-SD-Sebanyak-delapan-orang-siswa-sekolah-SDN-Sukaratu-5-di-Kelurahan.jpg)