Berita Viral

Kepala Dinas Penabrak Siswa SD Saat Jajan hingga Tewas 1 Diperiksa, Orangtua Korban Tak Mau Damai

Kepala Dinas di Pandeglang yang tabrak kerumunan siswa SD saat sedang jajan hingga menewarkan satu orang kini diperiksa

Tayang:
IST
TABRAK SISWA SD: Sebanyak delapan orang siswa sekolah SDN Sukaratu 5 di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Majsari, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi korban kecelakaan tunggal, Kamis (29/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COMKepala Dinas di Pandeglang yang tabrak kerumunan siswa SD saat sedang jajan hingga menewarkan satu orang kini diperiksa.

Adapun Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ahmad Mursidi disebut sebagai penabrak siswa SD yang sedang jajan.

Kepala Dinas Ahmad Mursidi disebut menabrak kerumunan siswa SD itu menggunakan mobil dinas.

Akibatnya satu orang siswa meninggal dunia dan Sembilan dilarikan ke RS.

Tragedi memilukan terjadi di depan SDN Sukaratu 5, Kabupaten Pandeglang, saat sebuah mobil dinas menerjang kerumunan siswa yang tengah beristirahat.

Insiden yang merenggut satu nyawa siswa sekolah dasar ini memicu kemarahan orang tua korban yang menuntut proses hukum.

Baca juga: Telusuri Sudut Kota Medan, Ngaspal Bareng Bapack Tunjukkan Solidaritas Bikers Honda PCX

Sementara sosok pengemudi yang diketahui merupakan seorang pejabat daerah kini tengah dalam pemeriksaan kepolisian.

Peristiwa tersebut berlangsung pada Kamis (30/4/2026) siang, tepat saat jam istirahat sekolah.

Suasana sekolah yang awalnya tenang seketika berubah menjadi kepanikan saat sebuah mobil melaju tak terkendali dan menghantam kerumunan orang di depan sekolah.

Rika Novianti, salah satu guru di sekolah tersebut, menuturkan bahwa para siswa sedang berada di luar area sekolah untuk membeli jajanan saat kejadian berlangsung.

"Posisi lagi beli jajan, nah mobil itu datang menggeruduk siswa, sales, dan pedagang yang ada di depan," ujar Rika.

Menurut kesaksiannya, benturan keras terdengar jelas dari arah luar sekolah.

Guru-guru yang mendengar suara tersebut segera berlarian ke lokasi untuk mengevakuasi para korban.

Baca juga: AS Disebut Siapkan Opsi Serangan Udara atau Operasi Pasukan Khusus, Iran Aktifkan Pertahanan Udara

Beberapa siswa ditemukan terjepit di kolong mobil, sementara yang lain terperosok ke dalam selokan.

Total sembilan orang dilaporkan menjadi korban dalam insiden kecelakaan tunggal ini, yang terdiri dari tujuh siswa sekolah dasar, seorang pedagang, dan seorang sales.

Seluruh korban segera dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, pihak rumah sakit menyatakan bahwa seorang siswa kelas empat sekolah dasar meninggal dunia akibat cedera yang dialami.

Bupati Pandeglang juga sempat terlihat mengunjungi para korban di rumah sakit untuk memberikan perhatian langsung.

Di tengah suasana duka, keluarga korban menuntut pertanggungjawaban hukum.

Baca juga: AKSI May Day Bandung Berujung Ricuh, Pos Polisi dan Videotron Dibakar, Mobil Water Canon Dikerahkan


Saiful Bahri, salah satu orang tua siswa yang menjadi korban, menegaskan bahwa dirinya tidak menginginkan kasus ini berakhir dengan jalan damai.

Ia berharap pihak berwenang melakukan proses hukum secara transparan dan adil.

Meskipun kondisi anaknya yang duduk di bangku kelas empat kini berangsur membaik pasca-perawatan, Saiful mengaku masih terpukul dengan kejadian yang menimpa buah hatinya.

"Harus ditegakkan hukum itu mah, harus diproses," ungkapnya.

Terkait penyelidikan, Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Burhanudin Surya Muhammad, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan pengemudi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan intensif, termasuk pengumpulan keterangan saksi-saksi dan alat bukti pendukung lainnya.

Pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan tersebut diketahui bernama Ahmad Mursidi (58).

Baca juga: Bus Anak Sekolah Minggu Indrapura Masuk Jurang di Toba, Berikut Identitas Korban Luka-luka

Ahmad Mursidi merupakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang.

Pada saat kejadian, ia tercatat sedang mengemudikan kendaraan dinas.

Rekaman video di lokasi juga menunjukkan mobil dinas tersebut sempat menghantam pagar tembok sekolah sebelum akhirnya berhenti.

Saat ditemukan di lokasi kejadian, pengemudi diketahui sedang menggunakan selang oksigen di hidungnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi kesehatan sang Kepala Dinas tersebut dan masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari pihak rumah sakit.

Pengemudi saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik dengan didampingi oleh pihak keluarga untuk mendalami kronologi kejadian.

*/tribun-medan.com

artikel ini telah tayang di Tribunbogor

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved