Perang AS dan Israel vs Iran
AS Disebut Siapkan Opsi Serangan Udara atau Operasi Pasukan Khusus, Iran Aktifkan Pertahanan Udara
Presiden AS Donald Trump menerima briefing penting dari petinggi militer terkait opsi aksi terhadap Iran
Kantor berita Tasnim melaporkan, sistem pertahanan udara Iran sedang mencegat drone kecil dan kendaraan udara pengintai tak berawak.
Seorang pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa setiap serangan baru AS terhadap Iran, meski terbatas, akan memicu serangan panjang dan menyakitkan terhadap posisi regional Washington.
Media Iran, dengan mengutip komandan angkatan udara Majid Mousavi, melaporkan peringatan keras terhadap keberadaan militer AS di kawasan.
“Kami telah melihat apa yang terjadi pada pangkalan regional Anda, kami akan melihat hal yang sama terjadi pada kapal perang Anda,” kata Mousavi.
Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei juga menyampaikan pesan tertulis kepada rakyat Iran.
Ia mengatakan bahwa “penyalahgunaan jalur air oleh musuh” akan dihilangkan di bawah pengelolaan baru terhadap selat tersebut.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Teheran berniat mempertahankan kendalinya atas Selat Hormuz.
“Orang asing yang datang dari ribuan kilometer jauhnya tidak punya tempat di sana kecuali di dasar perairannya,” kata Khamenei. (*/tribunmedan.com)
Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com
| Trump Sebut Ekonomi Iran Kolaps, Mata Uang Rial Anjlok & Inflasi Tinggi, Warga Kehilangan Pekerjaan |
|
|---|
| Iran Ajukan Proposal Baru ke AS, Rencana Buka Kembali Selat Hormuz dan Akhiri Perang |
|
|---|
| Di Tengah Protes Keras Iran soal Blokade AS, Trump Malah Tambah Kapal Induk di Timur Tengah |
|
|---|
| Respons Iran Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu, Tapi Tetap Blokade Pelabuhan |
|
|---|
| Masa Gencatan Senjata Berakhir Besok, Trump Sebut Tidak Akan Cabut Blokade Pelabuhan Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Puing-pesawat-angkut-C130-Hercules-di-Iran.jpg)