Berita Viral
Sosok Ahmad Mursidi Kepala Dinas Tabrak Kerumunan Siswa SD Saat Jajan hingga Satu Tewas
Sosok Ahmad Mursidi (58) Kepala DPMPTSP tabrak kerumunan siswa SD saat sedang jajan hingga sebanyak 9 orang korban dan 1 meninggal dunia
TRIBUN-MEDAN.COM – Sosok Ahmad Mursidi (58) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang tabrak kerumunan siswa SD saat sedang jajan.
Adapun Ahmad Mursidi Kepala DPMPTSP Pandeglang yang mengemudikan mobil dinas dan tabrak keruunan siswa SD di Banten.
Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil dinas itu terjadi di depan SD Sukaratu 5, Kampung Cikole, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Kamis (30/4/2026) pagi.
Peristiwa ini melibatkan kendaraan Toyota Innova warna hitam bernomor polisi A 1633 BF
Mobil tersebut dilaporkan menabrak sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Baca juga: Nasib Kompol Dedi Kurniawan Polisi Nga-Vape Isi Narkoba Sampai Teler, Kini Dipatsus Polda Sumut
Kasatlantas Polres Pandeglang AKP Surya Muhammad menjelaskan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 09.20 WIB.
Saat kejadian, para siswa diketahui sedang berkerumun di depan sekolah untuk jajan pada jam istirahat.
Menurut keterangan kepolisian, kendaraan tersebut melintas dari arah rumah pengemudi sebelum akhirnya menabrak kerumunan di depan sekolah.
Hingga saat ini, tujuan pasti perjalanan pengemudi masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Dalam rekaman video yang beredar, mobil dinas tersebut juga terlihat menabrak pagar tembok sekolah sebelum berhenti.
Akibat kejadian ini, total sembilan orang dilaporkan menjadi korban, termasuk tujuh siswa sekolah dasar.
Pihak kepolisian juga menyebutkan bahwa satu korban dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Baca juga: Ketua PDIP Sumut Kunjungi Nassau, Dengar Keluhan Warga Minta Sekolah & Percepatan Jalan Toba-Labura
Akibat insiden itu, kata Surya, sembilan orang menjadi korban.
"Korban sampai sekarang tujuh siswa SD, satu korban meninggal dunia, korban dewasa dua orang dirawat," ujar dia.
Satu siswa yang meninggal dunia bernama Tubagus Muhammad (10).
Dua korban dewasa terdiri dari satu pengendara motor yang tengah melintas dan satu orang pedagang.
Surya mengatakan, hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan.
"Penyebabnya masih kami dalami, apakah karena kelalaian atau faktor kesehatan. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi," katanya.
Ia menambahkan, saat ditemukan di lokasi, pengemudi diketahui menggunakan selang oksigen di hidung.
Namun, kondisi kesehatannya masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit.
Saat ini, pengemudi tengah menjalani pemeriksaan oleh kepolisian dengan didampingi keluarga.
"Penyelidikan masih berjalan," kata Surya.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribuntrends
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/TABRAK-SISWA-SD-Sebanyak-delapan-orang-siswa-sekolah-SDN-Sukaratu-5-di-Kelurahan.jpg)