Berita Viral
SOSOK Kepala Dinas yang Tabrak Siswa SD Diduga Sakit, Satu Korban Tewas Diseruduk Mobil
Akibat kejadian tersebut 9 orang menjadi korban, terdiri dari 7 siswa SD, seorang pedagang dan seorang sales.
TRIBUN-MEDAN.com - Inilah sosok kepala dinas yang tabrak siswa SD diduga sakit.
Namun sakit yang dialami pelaku masih dalam pendalaman.
Sementara satu korban yang diseruduk mobilnya tewas.
Mobil kijang Innova warna hitam yang menabrak kerumunan anak SD dikendarai Ahmad Mursidi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, Banten.
Baca juga: Maraknya Rokok Ilegal di Siantar-Simalungun, Institute Law and Justice Sebut Sudah Melapor
Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya AMD Lintas Timur, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Kamis (30/4/2026) sekira pukul 09.20 WIB.
Ahmad Mursidi diduga sedang sakit saat mengemudi kendaraan.
Berdasarkan informasi, saat kejadian pengemudi menggunakan oksigen dan menderita sakit diabetes.
Mengenai kabar tersebut, kepolisian belum dapat memastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
Baca juga: Erin Dilaporkan Dugaan Aniaya ART, Penyebab Cerai dengan Andre Disorot: Bikin Rasa Cinta Hilang
“Untuk observasi awal mungkin sakit, tetapi untuk kepastiannya akan dibuktikan secara medis sebelum kami menyimpulkan,” ucap Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Burhanudin Surya Muhammad.
“Untuk kondisi sakit, kami belum bisa menyimpulkan karena masih dalam proses penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Menurutnya, kendaraan yang digunakan oleh terduga pelaku adalah mobil pribadi jenis Innova berwarna hitam.
“Mobil yang digunakan adalah kendaraan pribadi jenis Innova hitam. Tujuan pengemudi masih kami dalami sebagai bagian dari pemeriksaan,” katanya.
Kronologi
Mobil bernomor polisi A 1633 BF tersebut dikemudikan Ahmad Mursidi (58) menyeruduk kerumunan siswa SDN Sukaratu 5 yang mengerumuni pedagang saat jam istirahat sekolah.
Akibat kejadian tersebut 9 orang menjadi korban, terdiri dari 7 siswa SD, seorang pedagang dan seorang sales.
Seorang di antranya meninggal dunia di lokasi kejadian, yakni siswa kelas 4 SD berjenis kelamin laki-laki.
Seorang guru, Rika Novianti mengatakan pada saat kejadian para siswa sedang berburu jajan di waktu jam istirahat di halaman sekolah.
Tiba-tiba mobil datang langsung menghantam para siswa.
"Posisi lagi beli jajan, nah mobil itu datang menyeruduk siswa," ujar Rika.
Sebelum menyeruduk siswa, mobil tersebut terlebih dahulu menabrak seorang sales lalu menyeruduk anak-anak dan pedagang.
Mendengar ada suara benturan, guru-guru yang berada SDN Sukaratu 5 langsung berlari menuju ke lokasi kejadian.
Saat itu, sejumlah siswa ada yang dalam kondisi berdarah dan tergeletak.
"Ada yang kebawa, ada yang masuk kolong, ada juga yang masuk selokan," ujarnya.
Baca juga: Pemko Medan Rangkul Aceh, Rico Waas Serahkan Bantuan Bencana Rp 50 Miliar
Melihat kondisi tersebut, para guru pun langsung memberikan pertolongan terhadap siswa yang menjadi korban.
Para korban korban pun langsung dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang.
"Semuanya dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang. Tadi juga Bupati sudah jenguk ke sini," ucapnya.
Ia mengaku, bahwa para guru sering menegur para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di depan halaman sekolah.
"Sering kita tegur, bukan hanya satu dua kali. Tapi mereka tetap jualan di situ," ujarnya.
Pengemudi Masih Diperiksa
Terpisah, Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Burhanudin Surya Muhammad mengatakan korban luka-luka saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Ahmad Mursidi menabrak kerumunan anak-anak di depan sekolah. Satu orang meninggal dunia, sementara yang lainnya dirawat di rumah sakit,” ujarnya di Mapolres Pandeglang.
Ia menjelaskan, pengemudi kendaraan merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pandeglang.
Namun, terkait jabatan yang bersangkutan masih dalam pendalaman.
“Jabatannya ASN dan masih kita dalami,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pengemudi saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik Satlantas Polres Pandeglang.
“Pengemudi masih kami mintai keterangan. Dari hasil olah TKP, kasus ini masih dalam tahap penyidikan, termasuk pengumpulan saksi-saksi dan alat bukti lainnya,” ujarnya.
Bupati Tanggung Biaya Pengobatan
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani pun telah menjenguk para korban di RSUD Berkah Pandeglang.
Dalam kunjungannya, Bupati Pandeglang bertemu langsung dengan orang tua korban serta menyapa para korban yang tengah menjalani perawatan.
Bupati tampak tidak kuasa menahan air mata saat melihat kondisi para korban yang masih terbaring.
Terlebih, ia mengetahui bahwa ada satu siswa yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Di hadapan keluarga korban, Dewi memberikan dukungan moril sekaligus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik.
Ia juga menjamin seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh pemerintah daerah.
“Sehat-sehat ya, semuanya kita bantu gratis, nanti saya yang urus,” ujar Dewi kepada keluarga korban.
Dewi mengaku telah menginstruksikan RSUD Berkah Pandeglang untuk memberikan pelayanan maksimal tanpa terkecuali.
Menurutnya, pemerintah daerah akan memastikan seluruh proses perawatan berjalan optimal hingga para korban pulih.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/TABRAK-SISWA-SD-Sebanyak-delapan-orang-siswa-sekolah-SDN-Sukaratu-5-di-Kelurahan.jpg)