Breaking News

Berita Viral

Menteri PPPA Diskakmat Dirut KAI Usai Usul Pindahkan Gerbong Perempuan di KRL: Kami Tidak Bedakan

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi diskakmat Dirut KAI usai usul pindahkan gerbong khusus perempuan di KRL

Tayang:
TRIBUN MEDAN
SOSOK MENTERI PPPA - Arifah Fauzi jadi sorotan usai menyebut usulan gerbong wanita di kereta dipindah ke tengah. 

TRIBUN-MEDAN.COM Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi diskakmat Dirut KAI usai usul pindahkan gerbong perempuan di KRL.

Adapun Dirut KAI Bobby Rasyidin skakmat Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi yang mengusulkan pindahkan gerbong khusus perempuan.

Pertanyaan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi inipun sontak mendapat sorotan karena disebut bak menumbalkan laki-laki.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan, pihaknya tidak pernah membedakan penumpang perempuan maupun laki-laki.

Bobby menegaskan bahwa KAI menjamin keselamatan seluruh penumpang tanpa membedakan gender.

Baca juga: SOSOK dan Harta Kekayaan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, Diterpa Isu Dugaan Perselingkuhan

Pernyataan itu disampaikan Bobby untuk menjawab terkait usulan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, untuk memindahkan posisi gerbong khusus wanita pada KRL Commuter Line ke bagian tengah rangkaian dan laki-laki ke depan dan belakang.

Usulan tersebut mencuat setelah kecelakaan tragis yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).

Dalam insiden itu, gerbong khusus perempuan yang berada di bagian paling ujung rangkaian mengalami dampak paling parah.

Sebanyak 15 penumpang dilaporkan meninggal dunia, menjadikan tragedi ini sebagai salah satu kecelakaan yang mengguncang publik.

Menanggapi wacana tersebut, Bobby kembali menekankan bahwa keselamatan adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

"Bagi kami, keselamatan tidak ada toleransi sama sekali,

tidak ada kompromi sama sekali, dan kami tidak membedakan laki-laki dan perempuan," ujar Bobby saat konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: Guru Ngaji di Tangerang Diduga Setubuhi Sejumlah Murid Berusia 15–16 Tahun

Ia menjelaskan bahwa keberadaan gerbong khusus perempuan sejak awal bukan ditujukan untuk aspek keselamatan dalam konteks kecelakaan, melainkan untuk memberikan kenyamanan serta kemudahan akses bagi penumpang perempuan selama perjalanan.

Sementara itu, Arifah Fauzi sebelumnya mengusulkan agar posisi gerbong perempuan dipindahkan ke bagian tengah rangkaian.

Menurutnya, bagian depan dan belakang kereta memiliki risiko lebih tinggi saat terjadi tabrakan, sehingga perlu evaluasi demi melindungi kelompok rentan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved