Berita Viral

BERIKUT Latar Belakang Pendidikan Menteri PPPA Arifah Fauzi yang Belakangan Ini Jadi Sorotan Publik

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi jadi sorotan usai mengusulkan agar gerbong khusus wanita pada KRL

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Instagram @kemenpppa
SOSOK MENTERI PPPA - Arifah Fauzi menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi belakangan ini menjadi sorotan negatif setelah ia mengusulkan agar gerbong khusus wanita pada KRL dipindahkan ke bagian tengah, bukan lagi di ujung.

Usulan itu muncul setelah tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang menyebabkan seluruh korban berasal dari gerbong wanita.

Arifah menilai penempatan tersebut perlu dikaji ulang demi meningkatkan keselamatan penumpang perempuan. "Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," ujar Arifah usai menjenguk korban di RSUD Bekasi Timur.

Ia menjelaskan, selama ini penempatan gerbong wanita di bagian depan atau belakang dilakukan untuk menghindari penumpukan penumpang.

Namun ke depan, ia mendorong agar gerbong pria atau campuran ditempatkan di bagian ujung.

"Jadi yang laki-laki di ujung, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah,"katanya.

Usulannya ini pun mendapatkan sorotan negatif dari publik. Karena membedakan gender.

SOSOK MENTERI PPPA - Arifah Fauzi menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.
SOSOK MENTERI PPPA - Arifah Fauzi menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. (TRIBUN MEDAN/Instagram @kemenpppa)

Lantas, Bagaimana Latar Belakang Pendidikan Arifah Fauzi?

Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si atau dikenal dengan nama Arifah Fauzi, lahir di Madura, Jawa Timur, yang menghabiskan masa kecil hingga remaja untuk menempuh pendidikan dasar dan menengah di Jakarta.

Ia mempunyai pengetahuan mendalam terkait nilai agama maupun sosial, berkat latar belakang pendidikan yang ditempuhnya.

Arifah Fauzi berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan menengah di institusi ternama Madrasah Tsanawiyah (MTs) serta Madrasah Aliyah (MA) As Syafiiyah Jatiwaringin, Jakarta.

Lulus pendidikan menengah, ia kembali bersekolah lagi ke jenjang pendidikan tinggi pada Fakultas Dakwah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, lalu menyelesaikan pendidikannya pada 1994.

Selanjutnya, Arifah Fauzi kembali memperdalam kompetensi akademik dengan melanjutkan S2 serta berhasil lulus meraih gelar Magister Komunikasi dari Universitas Indonesia (UI) atas bea siswa Ford Foundation.

Sebagai sosok yang peduli terhadap problem perempuan dan anak, Arifah sudah lebih dulu punya rekam jejak organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU)

Ia pernah menduduki jabatan penting sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) pada periode 1989 hingga 1991. 

Kemudian, ia kembali dipercaya mengemban amanah penting menduduki posisi Sekretaris Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU. 

Selanjutnya, ia akhirnya terpilih sebagai Ketua PP Muslimat NU untuk periode 2025 sampai 2030.

Arifah Fauziah juga terlibat dalam beberapa gerakan seperti Gerakan Nasional Anti Korupsi NU dan Muhammadiyah. 

Ia juga aktif di Majelis Alimat Indonesia. Selain itu, Arifah juga pernah berkarir menjadi seorang produser acara televisi, seperti Syair Dzikir di TPI dan Hikmah Pagi di TVRI.

Arifah pun pernah jadi show manager untuk konser kolaborasi Ki Ageng Ganjur dengan musisi Tony Blackman dan Mary McBride.

Di bidang politik, ia pernah menjadi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Gibran.

Baca juga: Nama-nama 15 Korban Tewas Tabrakan Maut Kereta Api di Bekasi, Semuanya Wanita

Baca juga: SELENGKAPNYA Nama-nama 15 Korban Meninggal Insiden Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi

Respon Menko AHY

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut merespons usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terkait evaluasi penempatan gerbong khusus wanita pada KRL.

AHY menegaskan, kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah, terutama karena gerbong khusus wanita justru berada di posisi paling terdampak. "Iya, artinya memang.. belum pernah terjadi sebelumnya. Ada tubrukan antara KRL dari belakang dihantam oleh kereta api jarak jauh. Dan kebetulan yang paling belakang adalah gerbong kereta khusus wanita. Jadi pasti ada concern mengapa justru yang paling rentan yang kita siapkan secara khusus selama ini gerbongnya, justru yang mendapatkan, bisa dikatakan resiko yang paling tinggi," ujar AHY kepada wartawan di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

Ia memastikan pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh, namun menekankan aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama tanpa membedakan gender.

"Ini juga bagian yang akan kita terus evaluasi, tapi yang jelas adalah laki-laki dan perempuan sama saja, tidak boleh menjadi korban dalam insiden apapun," katanya.

Lebih lanjut, AHY menegaskan fokus pemerintah bukan pada pemisahan penumpang laki-laki dan perempuan, melainkan memastikan sistem transportasi publik benar-benar aman.

"Jadi yang kita fokuskan adalah bukan perempuan dan laki-lakinya, tetapi bagaimana sistem transportasi kereta dan sistem transportasi publik lainnya ini aman, selamat. Menghadirkan rasa aman, nyaman dan juga safety first itu benar-benar bukan hanya menjadi jargon, tapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik. Juga kita menghimbau, kita ingin memastikan jangan lagi ada yang mengakibatkan kecelakaan," jelasnya.

Ia juga menegaskan, investigasi akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.

"Ini akan diinvestigasi secara menyeluruh. KNKT tadi sudah menyanggupi akan melakukan investigasi secara menyeluruh," ucap AHY.

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: Kisah Pilu Suami Begitu Tahu Istri Tewas dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi: Saya Tunggu, Gak Keluar

Baca juga: Profil Arifah Fauzi Menteri PPA Viral Usul Gerbong Wanita Pindah ke Tengah setelah Kecelakaan Kereta

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved