Berita Viral

Profil Arifah Fauzi Menteri PPA Viral Usul Gerbong Wanita Pindah ke Tengah setelah Kecelakaan Kereta

Pernyataan tersebut muncul pasca insiden kecelakaan kereta di wilayah Bekasi Timur

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Instagram @kemenpppa
SOSOK MENTERI PPPA - Arifah Fauzi menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sosok Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi atau Arifah Fauzi, viral usai ia menyampaikan usulan terkait perubahan posisi gerbong khusus perempuan dalam rangkaian kereta api.

Pernyataan tersebut muncul pasca insiden kecelakaan kereta di wilayah Bekasi Timur, Jawa Barat, yang menelan korban jiwa dan puluhan korban luka.

Peristiwa kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB itu melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.

Dalam kejadian tersebut, kereta jarak jauh tersebut dilaporkan menabrak rangkaian KRL dari arah belakang.

Dampak tabrakan ini cukup besar, terutama pada gerbong bagian belakang yang diketahui merupakan gerbong khusus perempuan.

Akibat kecelakaan tersebut, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 14 hingga 15 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan, mulai dari luka ringan hingga patah tulang.

Para korban kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit di sekitar Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Di tengah situasi duka tersebut, pernyataan Menteri PPPA terkait penempatan gerbong perempuan justru memicu perdebatan di ruang publik, terutama di media sosial.

Usulan tersebut dinilai sebagian warganet sebagai respons yang kurang tepat terhadap tragedi yang baru saja terjadi.

Usulan Pemindahan Gerbong Perempuan ke Tengah

Dalam kunjungannya ke RSUD Bekasi untuk menjenguk para korban, Arifatul menyampaikan bahwa posisi gerbong khusus perempuan perlu dievaluasi.

Ia mengusulkan agar gerbong perempuan tidak lagi ditempatkan di bagian depan dan belakang rangkaian, melainkan dipindahkan ke bagian tengah.

“Jadi yang laki-laki di ujung depan dan belakang sementara yang perempuan di tengah,” jelasnya.

Menurutnya, perubahan ini berkaitan dengan aspek keselamatan penumpang.

 Ia menilai posisi gerbong di bagian ujung rangkaian berpotensi lebih rentan terhadap dampak kecelakaan, terutama dalam kasus tabrakan dari depan atau belakang.

Ia juga menjelaskan bahwa selama ini penempatan gerbong perempuan di bagian depan dan belakang dilakukan untuk alasan operasional, seperti menghindari penumpukan penumpang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved