Berita Viral
Profil Arifah Fauzi Menteri PPA Viral Usul Gerbong Wanita Pindah ke Tengah setelah Kecelakaan Kereta
Pernyataan tersebut muncul pasca insiden kecelakaan kereta di wilayah Bekasi Timur
TRIBUN-MEDAN.com - Sosok Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi atau Arifah Fauzi, viral usai ia menyampaikan usulan terkait perubahan posisi gerbong khusus perempuan dalam rangkaian kereta api.
Pernyataan tersebut muncul pasca insiden kecelakaan kereta di wilayah Bekasi Timur, Jawa Barat, yang menelan korban jiwa dan puluhan korban luka.
Peristiwa kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB itu melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.
Dalam kejadian tersebut, kereta jarak jauh tersebut dilaporkan menabrak rangkaian KRL dari arah belakang.
Dampak tabrakan ini cukup besar, terutama pada gerbong bagian belakang yang diketahui merupakan gerbong khusus perempuan.
Akibat kecelakaan tersebut, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 14 hingga 15 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan, mulai dari luka ringan hingga patah tulang.
Para korban kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit di sekitar Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis.
Di tengah situasi duka tersebut, pernyataan Menteri PPPA terkait penempatan gerbong perempuan justru memicu perdebatan di ruang publik, terutama di media sosial.
Usulan tersebut dinilai sebagian warganet sebagai respons yang kurang tepat terhadap tragedi yang baru saja terjadi.
Usulan Pemindahan Gerbong Perempuan ke Tengah
Dalam kunjungannya ke RSUD Bekasi untuk menjenguk para korban, Arifatul menyampaikan bahwa posisi gerbong khusus perempuan perlu dievaluasi.
Ia mengusulkan agar gerbong perempuan tidak lagi ditempatkan di bagian depan dan belakang rangkaian, melainkan dipindahkan ke bagian tengah.
“Jadi yang laki-laki di ujung depan dan belakang sementara yang perempuan di tengah,” jelasnya.
Menurutnya, perubahan ini berkaitan dengan aspek keselamatan penumpang.
Ia menilai posisi gerbong di bagian ujung rangkaian berpotensi lebih rentan terhadap dampak kecelakaan, terutama dalam kasus tabrakan dari depan atau belakang.
Ia juga menjelaskan bahwa selama ini penempatan gerbong perempuan di bagian depan dan belakang dilakukan untuk alasan operasional, seperti menghindari penumpukan penumpang.
| Kemen HAM Turun Tangan, Kawal Kasus Dugaan Angkat Rahim Tanpa Persetujuan Pasien di Medan |
|
|---|
| Nama-nama 15 Korban Tewas Tabrakan Maut Kereta Api di Bekasi, Semuanya Wanita |
|
|---|
| SOSOK dan Harta Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, Dikritik usai Usul Pindah Gerbong Wanita |
|
|---|
| Fantastis Harta Arifatul Choiri Menteri PPPA Digeruduk Netizen Usai Usul Pindah Gerbong Wanita |
|
|---|
| Ibu Korban Daycare Little Aresha Syok, Anaknya Bisa Ikat Kaki Sendiri Sejak Dititipkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/arifatul-fauzi-tribunmedan.jpg)