Berita Nasional

Menteri PPA Usul Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah, Pengamat: Ngaco, Gak Perlu Ditanggapi

PT KAI memprioritaskan keselamatan semua penumpang tanpa membedakan gender laki-laki dan perempuan.

Tayang:
TRIBUN MEDAN
SOSOK MENTERI PPPA - Arifah Fauzi jadi sorotan usai menyebut usulan gerbong wanita di kereta dipindah ke tengah. 

TRIBUN-MEDAN.com - Usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi agar gerbong khusus perempuan pada rangkaian KRL diletakkan di tengah ditolak langsung Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin.

Sebelumnya, Arifah Fauzi mengusulkan hal itu setelah insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Seperti diketahui, dalam tabrakan itu, 15 orang meninggal dunia yang semuanya perempuan.

Hal ini terjadi karena KA Argo Bromo Anggrek menghantam gerbong khusus perempuan yang terletak di bagian belakang. 

Terkait hal ini, Bobby Rasyidin menegaskan bahwa PT KAI memprioritaskan keselamatan semua penumpang tanpa membedakan gender laki-laki dan perempuan.

Bobby menegaskan bahwa PT KAI tidak akan membedakan gender laki-laki dan perempuan dalam hal keselamatan.

"KAI menjamin keselamatan, bagi kami keselamatan tidak ada toleransinya, tidak ada kompromi sama sekali, dan kami tidak membedakan gender laki-laki dan perempuan," ucapnya dalam konferensi pers, Rabu (29/4/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV

EVAKUASI KORBAN - Petugas mengevakuasi korban kecelakaan KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)
EVAKUASI KORBAN - Petugas mengevakuasi korban kecelakaan KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN) (TRIBUNNEWS)

Terkait dengan penempatan gerbong perempuan itu, Bobby menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan demi memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi wanita.

"Jadi selama ini kami mengutamakan perempuan untuk tingkat kenyamanan dan kemudahan akses dan tentunya keamanan di dalam kereta juga," paparnya.

Bobby pun menekankan kembali bahwa prioritas utama PT KAI adalah keselamatan seluruh penumpang.

"Kami tidak ada toleransi sama sekali pun untuk melanggar atau menurunkan tingkat keselamatan dari para pelanggan, pengguna jasa PT Kereta Api Indonesia, baik itu gendernya laki-laki maupun perempuan," tegasnya.

Setelah kecelakaan yang terjadi ini, kata Bobby, PT KAI tetap akan terus berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan terhadap para pelanggan kereta.

"Baik selama masa pemulihan maupun setelah masa pemulihan ini. Dalam masa pemulihan, kami membuka dua posko tanggap, satu di Stasiun Bekasi Timur dan satu lagi di Gambir selama 14 hari ke depan," ujar Bobby.

Pengamat Sebut Ngaco

Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan mengkritik usulan Menteri PPPA Arifah Fauzi terkait pemindahan gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian KRL. 

Ia menilai, wacana tersebut tidak relevan dan tidak menyentuh persoalan utama dalam layanan perkeretaapian.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved