Berita Nasional
Rencana Pemerintah Subsidi Harga Plastik, Kini Harganya Naik hingga 70 Persen Imbas Perang
Sejumlah pelaku industri mengeluhkan kenaikan harga plastik di pasar domestik yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
TRIUBN-MEDAN.com - Kementerian Perdagangan tengah mengkaji skema rencana pemberian subsidi bagi industri plastik di tengah tekanan global yang kian meningkat.
Langkah ini muncul sebagai respons atas kondisi geopolitik dunia yang berdampak langsung pada lonjakan harga bahan baku.
Sejumlah pelaku industri mengeluhkan kenaikan harga plastik di pasar domestik yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Tercatat, harga plastik mengalami lonjakan sekitar 30 hingga 70 persen.
Kenaikan ini dipicu oleh penyesuaian harga minyak dunia yang terus merangkak naik, imbas dari konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Situasi tersebut dinilai memberi tekanan serius terhadap rantai produksi dalam negeri, khususnya bagi sektor yang bergantung pada bahan baku plastik.
Pemerintah pun mulai mempertimbangkan langkah intervensi untuk menjaga stabilitas industri.
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pemerintah belum memiliki solusi konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Pemerintah belum punya solusi konkret terkait masalah ini,” ujarnya.
Meski demikian, ia menambahkan bahwa pembahasan terkait rencana subsidi untuk industri plastik sudah mulai dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi salah satu opsi untuk meredam dampak kenaikan harga bahan baku di tengah gejolak global yang masih berlangsung.
Ke depan, pemerintah disebut akan terus memantau perkembangan situasi global serta mencari formulasi kebijakan yang tepat agar industri dalam negeri tetap bertahan dan tidak terdampak lebih dalam.
“Terkait harga, pemerintah akan terus berupaya mencarikan solusi terbaik. Pada prinsipnya, harga plastik sangat bergantung pada bahan baku.
Beberapa waktu lalu, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tengah membahas kemungkinan pemberian skema subsidi untuk industri plastik,” kata Roro di Surabaya, Selasa (28/4/2026).
Rencana subsidi untuk industri plastik dinilai akan membantu penurunan harga di pasaran dalam jangka pendek.
Sementara untuk solusi jangka panjang, pemerintah akan mencari alternatif bahan baku lain selain minyak bumi.
“Harapannya, kebijakan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap harga secara keseluruhan. Untuk jangka panjang, pemerintah juga berupaya mencari alternatif pasokan bahan baku, seperti nafta, dari sumber lain yang tidak terdampak kondisi geopolitik saat ini,” terangnya.
Dorong mahasiswa tembuskan UMKM ke pasar global
Di tengah-tengah ketidakpastian ekonomi global, Kemendag meluncurkan program Campuspreneur bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Indonesia serta Apindo.
Di hadapan mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, Roro menyebut sektor UMKM memiliki kontribusi besar untuk PDB nasional sekitar 60 persen.
“Kami juga mengapresiasi Universitas Airlangga yang telah berinovasi, bahkan memiliki inkubator bisnis UMKM. Hal ini membuka peluang kerja sama yang luas dengan Kementerian Perdagangan,” ujarnya.
Lewat Campuspreneur, Roro ingin perguruan tinggi di Indonesia memberikan pendidikan kewirausahaan dan membuka akses bagi pelaku usaha ke pasar global.
“Untuk pasar dalam negeri, kami dapat membantu menghubungkan pelaku usaha dengan ritel modern, misalnya."
"Sementara untuk pasar luar negeri, bagi produk yang ingin diekspor, tersedia fasilitas melalui Atase Perdagangan maupun Indonesia Trade Promotion Center untuk membantu promosi ke mancanegara,” ungkapnya.
Ia menyebut sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan perguruan tinggi akan membentuk kolaborasi yang diharapkan dapat terus berlanjut demi meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
“Saya juga melihat antusiasme luar biasa dari para mahasiswa di sini. Mereka berani menyampaikan pendapat, dan ada pula pengusaha sukses yang tadi disebut sebagai “Crazy Rich Surabaya” yang diharapkan bisa menjadi motivator dan mentor bagi generasi muda lainnya di Jawa Timur,” pungkasnya.
Artikel sudah tayang di Kompas.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Fakta Jumlah Reshuffle Kabinet Prabowo Setara dengan Era SBY Selama 2 Periode |
|
|---|
| Temuan KPK Dana 1 Juta Dolar Kasus Korupsi Kuota Haji, Diduga untuk Pansus DPR |
|
|---|
| Isu Reshuffle, Dudung Abdurachman Bakal Gantikan Qodari, Mendadak Dipanggil ke Istana |
|
|---|
| Roy Suryo Cs Minta Kasus Dugaan Ijazah Dihentikan Tanpa RJ, Kubu Jokowi: Tolong Ditarik Omongannya |
|
|---|
| Alasan Prabowo Hadiri Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Singgung Ahmad Dhani: Dia Juga Kader Kita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dyah-Roro-Esti-Widya-Putri.jpg)