Berita Viral

Pilu Akhir Hidup Nurhayati Tewas Jelang Pernikahan Anak, Suami Ingin Nikahkan di Depan Jenazah

Jenazah Nuryati kemudian dimakamkan di TPU Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Selasa (28/4/2026).

Tayang:
TRIBUNNEWS
EVAKUASI KORBAN - Petugas mengevakuasi korban kecelakaan KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN) 

Ia rutin mengikuti kegiatan pengajian, PKK, hingga posyandu, serta terlibat dalam aktivitas masyarakat baik di tingkat RT maupun kelurahan.

Terkait kondisi anak dan cucu korban, Yasir bersyukur keduanya selamat. Anak korban yang masih berusia 4 tahun berhasil dievakuasi warga saat kejadian.

“Alhamdulillah ada yang membantu. Karena badannya kecil, jadi bisa turun dengan baik,” katanya.

Hendak Nikahkan Anak

Yasir mengatakan, rencananya pada 6 Juni 2026 mendatang, ia akan menikahkan anak kelima mereka.

Di tengah suasana duka, Yasir sempat memiliki keinginan untuk tetap melangsungkan pernikahan anak mereka di depan jenazah sang istri. 

Namun atas masukan keluarga, niat itu dibatalkan dan pernikahan akan tetap dilaksanakan pada 6 Juni mendatang.

"Rencana tanggal 6 bulan 6 itu kita akan menikahkan anaknya kelima, tapi memang kehendak Allah SWT,  Awalnya saya minta dinikahkan di depan jenazah tapi kan enggak ada yang mau, jadi kita batalkan. Jadi lagi nggak baik juga kan kondisi, jadi mending kita tunda, Insya Allah kita nikahkan nanti tanggal 6 juni 2026," kata Yasir.

Pimpin Doa di Makam

Suasana haru menyelimuti pemakaman Nuryati (63) warga Kemayoran, Jakarta Pusat yang menjadi salah satu korban meninggal dalam tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

Nuryati dimakamkan di TPU Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Selasa (28/4/2026) siang.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, anak-anak almarhuman tak kuasa menangis saat jenazah ibunda dimasukkan ke dalam liang lahat.

Bahkan, ada beberapa putri almarhumah yang nyaris pingsan.

Adapun almarhum meninggalkan delapan anak dan enam cucu.

Sementara itu, suami korban, Yasir nampak tegar dan memimpin doa di atas pusara makam sang istri.

Lantunan doa yang diucapkan Yasir lantas diamini oleh para peziarah yang mengikuti prosesi pemakaman.

Meski dalam kondisi berduka, Yasir berusaha ikhlas atas takdir yang terjadi pada istri tercintanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved