KKB Papua

Pentolan KKB Papua Jeki Murib Tewas Ditembak, Kerap Serang Freeport, Bakar Sekolah dan Gereja

Pentolan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua, Jeki Murib akhirnya berhasil ditumpas.

Editor: Juang Naibaho
Kompas.com
Screenshoot video TPNPB OPM pimpinan Jeki Murib terduga pelaku penyerangan di Mile 50, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah.(KOMPAS.com/SALMAWATI) 

TRIBUN-MEDAN.com - Pentolan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua, Jeki Murib akhirnya berhasil ditumpas.

Ia tewas dalam baku tembak antara TNI dari Koops Habema.

Jeki Murib merupakan Komandan Operasi (Danops) Kepala Air Organisasi Papua Merdeka (OPM) Komando Daerah Pertahanan (Kodap) 18 Ilaga.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengungkapkan rekam jejak Jeki Murib yang ditembak mati oleh TNI.

Lucky mengatakan bahwa Jeki Murib merupakan buron sekaligus biang keladi di wilayah Ilaga dan PT Freeport. 

“Dialah yang menembak mati karyawan Freeport di Grasberg, kemudian menyerang aparat keamanan di Mile 50 Freeport, membakar rumah, gereja, sekolah, mengintimidasi masyarakat, anak kecil, mama-mama. Alhamdulillah, puji Tuhan, mereka bisa kita lumpuhkan,” jelas dia dalam keterangan video, dikutip Selasa (28/4/2026). 

Baca juga: Nama-nama Korban Meninggal dan Luka Tabrakan Kereta Api di Bekasi, 14 Korban Tewas Adalah Perempuan

Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna menyatakan, Jeki Murib merupakan tokoh kelompok bersenjata yang kerap melakukan aksi kekerasan di wilayah Puncak dan Mimika, serta mengganggu objek vital nasional PT Freeport Indonesia. 

Wirya menuturkan, Jeki Murib diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, antara lain pembakaran kompleks tower di Kampung Kago, Distrik Ilaga pada 15 Agustus 2023.

Ia juga melakukan pembunuhan dan penganiayaan terhadap pekerja pembangunan puskesmas di Kampung Eromaga, Distrik Omukia pada 19 Oktober 2023. 

Selain itu, Jeki diduga terlibat dalam penembakan di Bandara Aminggaru pada 18 Juni 2025. 

Ia menambahkan, Jeki Murib diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, termasuk penyanderaan 18 karyawan PT Freeport Indonesia di Tower 270, Distrik Tembagapura, pada 8 Januari 2026. 

Jeki juga diduga terlibat dalam penyerangan dan perampasan senjata terhadap dua anggota Koramil Tembagapura yang melukai warga sipil pada 11 Februari 2026.

Pada 11 Maret 2026, Jeki terlibat penembakan terhadap dua karyawan PT Freeport Indonesia di area Grasberg dan penyerangan aparat Polri saat evakuasi korban. 

“Aksi OPM tersebut menimbulkan ketakutan dan mengganggu kehidupan masyarakat, termasuk menghambat roda perekonomian dan aktivitas masyarakat,” tegas Wirya. 

Baca juga: 8 Siswa SD di Deli Serdang Dilarikan ke Puskesmas karena Diduga Keracunan MBG

Ia menjelaskan, penindakan itu merupakan bagian dari pelaksanaan tugas TNI dalam kerangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya terkait penanganan gerakan separatis bersenjata dan pemberontakan bersenjata. 

“Operasi dilaksanakan secara terukur, profesional, dan humanis, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sipil serta didukung oleh tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat,” tegas dia. 

“Untuk itu Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di hutan, mari hentikan kekerasan. Kembalilah ke tengah masyarakat, tinggalkan jalan separatisme, dan bersama-sama membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” pungkas dia. 

Untuk diketahui, Jeki Murib ditembak mati oleh TNI di Kampung Pinapa, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. 

Operasi ini berlangsung setelah pasukan TNI disebut ditembak secara brutal dan membabi buta. 

Oleh karena itu, pasukan TNI melakukan pengejaran dan berhasil menembak mati Jeki. (*/tribunmedan.com)

Artikel ini sudah tayang di Tribunpapua.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved