KKB Papua

Seorang Anggota KKB Papua Tewas Ditembak Aparat, Buronan Sejak 2024

Petugas menembak mati Oni Enumbi, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen.

Editor: Salomo Tarigan
FACEBOOK
Ilustrasi KKB PAPUA - Petugas menembak mati Oni Enumbi, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen. 

TRIBUN-MEDAN.com - Petugas menembak mati Oni Enumbi, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen.

Oni Enumbi merupukan buronan atau DPO sejak tahun 2024.

Oni Enumbi sebelumnya ditangkap oleh Satgas Ops Damai Cartenz di Kampung Wuyuki, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Senin (20/4/2026).

Baca juga: Nasib 2 Tersangka Penikaman Nus Kei Terancam Hukuman Mati, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Petugas menyebut anggota KKB itu disebut tewas setelah ditembak aparat karena berusaha kabur.

Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz Kombes Pol IGG Era Adhinata mengatakan bahwa Oni Enumbi adalah DPO sejak tahun 2024. 

Baca juga: TANGIS Pilu JL, Uang Ayahnya Rp4,7 Miliar Digelapkan Suami, Sebagian Diberikan ke Wanita Selingkuhan

Anak buah Lekagak itu diduga terlibat dalam penembakan anggota TNI Sertu Ismunandar pada 17 Maret 2024 di Puncak Jaya.

Saat itu, korban mengalami luka tembak pada bagian kepala bagian belakang, luka bacok pada bahu bagian belakang sebelah kiri, luka bacok pada paha depan sebelah kiri hingga meninggal dunia.

 "Iya benar. Penangkapan tadi sore di Kampung Wuyukwi. Pelaku adalah DPO sejak tahun 2024 dan terlibat salah satu aksi pembunuhan anggota TNI tahun 2024 lalu," ujar Era saat ditemui di Jalan Perjuangan, Mimika, Papua Tengah, Senin malam.

 Era menjelaskan, penangkapan itu berawal sekitar pukul 16.07 WIT saat tim melakukan observasi terhadap KKB Puncak Jaya.

Petugas mendeteksi adanya anak buah Lekagak yakni Oni Enumbi alias Mambramo Enumbi di sekitar Kampung Wuyukwi.

Saat dilakukan penangkapan, anggota KKB itu mencoba untuk melarikan diri sehingga tim menembaknya di ketiak sebelah kanan.

"Selanjutnya tim membawanya ke RSUD Mulia untuk dilakukan penanganan medis dan pada pukul 17.38 WIT dinyatakan telah meninggal dunia di RSUD Mulia," ujarnya.

Puluhan Warga Korban Baku Tembak di Kembru Puncak

Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) mengungkap puluhan warga sipil menjadi korban akibat peristiwa aksi baku tembak antara TNI dan TPNPB OPM di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak pada 14 April 2026 lalu.


Menteri HAM Natalius Pigai mengatakan berdasarkan data, fakta, dan informasi yang didapatkannya dari berbagai sumber baik pemerintah daerah maupun sumber lain hingga Senin (20/4/2026) tercatat 22 orang menjadi korban dalam konflik tersebut.


Sebanyak 15 di antaranya, kata dia, meninggal dunia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved