Berita Viral
Nama-nama Korban Meninggal dan Luka Tabrakan Kereta Api di Bekasi, 14 Korban Tewas Adalah Perempuan
Seluruh korban tewas dalam tabrakan maut KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi adalah perempuan.
TRIBUN-MEDAN.com - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya Mohammad Syafii, memastikan 14 korban tewas dalam tabrakan maut KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur adalah perempuan.
Terdapat sebanyak 15 korban tewas dalam insiden kecelakaan maut yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.
"100 persen yang kami evakuasi perempuan," ujar Syafii di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan kondisi tersebut karena gerbong yang terdampak merupakan gerbong khusus perempuan pada rangkaian KRL.
Baca juga: Belasan Siswa SD di Deli Serdang Dilarikan ke Puskesmas karena Diduga Keracunan MBG
Tidak Ada Korban Anak-anak
Selain itu, Syafii mengungkapkan tidak ditemukan korban laki-laki maupun anak-anak dalam insiden tersebut.
"Saya melihatnya tidak ada, semuanya sudah masuk kategori dewasa," katanya.
Syafii juga memastikan proses pencarian korban telah rampung dan tidak ada lagi korban yang tertinggal di dalam bangkai kereta.
Proses pembersihan akan dilakukan terhadap potongan tubuh dari korban.
"Saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan. Namun dalam proses pembersihan bangkai kereta andai saja ditemukan sekecil apa pun body part dari tubuh tentunya kita akan melakukan tindakan sesuai dengan prosedur," ujarnya.
Proses identifikasi korban, kata Syafii, dilakukan oleh tim medis di rumah sakit.
"Korban seluruhnya kami serahkan ke tim medis yang langsung dirujuk ke rumah sakit yang sudah ditentukan," kata Syafii.
Akibat kecelakaan ini, jumlah korban sebanyak 14 orang jiwa meninggal dunia dan 84 orang luka-luka.
Berikut nama-nama korban meninggal dan luka-luka yang dirawat di rumah sakit:
Baca juga: Ibu Muda Baru 1 Hari Masuk Kerja Usai Cuti Lahiran Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
RSUD Kota Bekasi
Korban luka (50 orang):
Desvita, Ahmad Nur Syahril, Subur, Shofi Salsabila, Siti Maryam, Rifan Mandhara, Anggita R. Utami, Hari Septiansyah, Dwi Apriliana, Ratri Intan, Andi Saputra, Sausan Sarifah, Dinasti Kusumawardani, Yuliana, Ira Indira Putri, Hari Septiansyah, R. Rustiati, Amalia Khazanah Ulfa, Vira Oktaviani Putri, Yuliana Nur Pratama, Nuryati, Nuriyah, Indah Rahmawati, Stefani Sofia, Iis Suendi, Fitria Husni, Dewi Sagita, Afna Regita, Anggita Alfiana, Yunita Endang, Leni Julianti, Ricky Purwanti, Laily, M. Anwar, Ester Rajagukguk, Eri Rustiati, Evy Suryati, Mustika Ayu, Pujiana Dewi, Suryani, Despita Ayunda Rahmawati, Choirunnisa Rahmadhani, Rista Triana Pamilang, Rani Situmorang, Muchlis, Nurul Mia Citra, Endang Kuswati.
Korban tewas:
Nuryati, Nurlaela, Enggar Retno Krisjayanti.
RS Primaya
Korban luka:
Qonita Allana Vebhan, Dinda Aulia Sabrina A., Siska Nur (pulang), Risky Mardiyanti (pulang), Adhe Jesica, Bayu Kurniawan (pulang), Elizabeth Rouli Artha.
RS Bella Bekasi
Korban luka:
Michele Chan Suwanto, Ratna Purnama, Sari Ayu P.
Korban tewas:
Ristuti Tustirahato.
RS Bhakti Kartini
Korban luka:
Nasyfa Juliani.
RS Hermina Bekasi
Korban luka:
Alvala Cinda Poppy.
RS Mitra Keluarga Bekasi Timur
Korban luka:
Safira Anastasya (pulang), Emi (pulang), Satanti Puji Vestari, Sonia Artiela Pratiwi, Hendro Efendi.
Korban tewas:
Adelia Rifani.
RS Mitra Plumbon
Korban luka:
Dofo Herwanto, Rini Hutan, Safia Mutiara, Jaenudin (pulang).
RS Siloam Bekasi Timur
Korban luka:
Imam Bukhori, Heni Fitrianj.
RSUD Kabupaten Bekasi
Korban luka:
Siti Fatonah.
RS Mitra Barat
Korban luka:
Nadindravela Azzahra (pulang), M. Nauval Akbar Ramadhan.
Proses Identifikasi
Polda Metro Jaya mencatat jumlah korban tewas mencapai 15 orang.
“Iya, ada 15 (korban) meninggal dunia,” kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol dr. Martinus Ginting kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026) sore.
Martinus mengatakan, 10 dari 15 jenazah masih dalam proses identifikasi di RS Polri Kramat Jati oleh tim gabungan Dokkes Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Bekasi Kota.
Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigjen Pol dr. Prima Heru mengatakan, pihaknya telah menerima tujuh data antemortem dari keluarga korban.
“Keluarga yang sudah melaporkan ke posko antemortem sampai saat ini sebanyak tujuh keluarga,” kata Prima ditemui di kesempatan yang sama.
Prima menuturkan, jenazah pertama tiba di rumah sakit sekira pukul 03.00 WIB. Kemudian jenazah kedua tiba pukul 07.00 WIB.
“Terus jam 07.00 WIB tambah lagi dua, habis itu banyak brek-brek-brek gitu,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya berupaya agar proses identifikasi seluruh korban dapat diselesaikan hari ini.
Adapun proses identifikasi menggunakan foto korban yang terlihat gigi dan berkas yang memiliki sidik jari korban seperti ijazah. (*/tribunmedan.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
| Pesan Terakhir Nurlela Guru SD Korban Tewas Tabrakan Kereta di Bekasi, Sempat Minta Tolong |
|
|---|
| SOSOK dan Kekayaan Rafid Lubis, Hakim Sekaligus Pemilik Daycare Little Aresha, Lagi Kuliah S2 |
|
|---|
| Sopir Taksi Biang Kerok Masih Santai Jalan Sambil Pegang Rokok Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi |
|
|---|
| PRIA ASAL Labuhanbatu Alvi Maulana Divonis Seumur Hidup, Bunuh dan Mutilasi Tiara Angelina Saraswati |
|
|---|
| Duduk Perkara Hakim Rafid Ihsan Lubis Masuk Struktur Daycare Little Aresha, Tak Ada Terima Imbalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Evakuasi-korban-kereta-api.jpg)