Perang AS dan Israel vs Iran

Iran Ajukan Proposal Baru ke AS, Rencana Buka Kembali Selat Hormuz dan Akhiri Perang

Iran dilaporkan mengirimkan proposal baru ke Amerika Serikat (AS) pada Senin (27/4/2026). Proposal diberikan melalui Pakistan. 

Editor: Juang Naibaho
Kompas.com
Ilustrasi perundingan AS dan Iran di Pakistan. Iran dilaporkan mengirimkan proposal baru ke Amerika Serikat (AS) pada Senin (27/4/2026) melalui mediator kedua negara, Pakistan.  (Chat GPT) 

Hingga saat ini, negosiasi antara Iran dan AS belum menemui titik temu, bahkan semakin memburuk, terutama setelah kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi ke Islamabad, Pakistan. 

Menurut dua sumber yang mengetahui pertemuan tersebut, Araghchi menjelaskan kepada para mediator Pakistan, Mesir, Turkiye, dan Qatar bahwa tidak ada konsensus di dalam kepemimpinan Iran. 

Yakni tentang bagaimana menanggapi tuntutan AS yang ingin menangguhkan pengayaan uranium, setidaknya selama satu dekade dan mengeluarkan uranium yang telah diperkaya dari negara tersebut. 

Sementara itu, Gedung Putih telah mengumumkan bahwa utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner akan bertemu dengan Araghchi di Islamabad, Pakistan. Namun, pihak Iran tidak memberikan kepastian. 

Trump mengatakan, sikap Iran itulah yang menyebabkan dirinya membatalkan perjalanan ke sana. 

"Saya rasa tidak ada gunanya mengirim mereka dalam penerbangan 18 jam dalam situasi saat ini. Itu terlalu lama. Kita bisa melakukannya dengan baik melalui telepon. Orang Iran bisa menghubungi kita jika mereka mau. Kita tidak akan melakukan perjalanan hanya untuk duduk di sana," kata Trump. (*)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved