Berita Viral
Balita 2 Tahun Meninggal di Cianjur, BGN Bantah karena Keracunan MBG, Orang Tua Ikut Buka Suara
BGN menegaskan, informasi yang menyebut kematian balita bernama M. Abdul Bais (2) akibat mengonsumsi MBG adalah tidak benar.
“Korban terakhir makan MBG pada 14 April. Gejala baru muncul pada 16 April sekitar pukul 06.00 WIB,” jelas Nanik.
Baca juga: 6 Pejabat Penting Tiba di Istana Jelang Reshuffle, Hasan Nasbi Jadi Utusan Khusus Presiden
BGN juga menegaskan bahwa pada hari yang sama, sebanyak 2.174 penerima manfaat menerima makanan MBG.
Dari jumlah tersebut, tidak ditemukan laporan gangguan kesehatan.
“Ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan aman dan layak konsumsi,” katanya.
Orang Tua Tegaskan Bukan karena MBG
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh ayah korban, Sahjanudin (41).
Ia memastikan bahwa anaknya meninggal dunia karena sakit, bukan akibat konsumsi makanan dari program MBG.
“Kematian anak saya murni karena sakit, tidak ada hubungannya dengan MBG,” ujarnya.
Baca juga: 6 Pejabat Penting Tiba di Istana Jelang Reshuffle, Hasan Nasbi Jadi Utusan Khusus Presiden
BGN turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya balita tersebut.
“Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberikan kekuatan,” kata Nanik.
BGN memastikan akan terus melakukan evaluasi untuk menjaga kualitas dan keamanan program MBG ke depannya.
Kasus ini menjadi sorotan publik di tengah perhatian terhadap program MBG, sekaligus mengingatkan pentingnya klarifikasi berbasis data agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wakil-kepala-BGN-Nanik.jpg)