Berita Viral
KLARIFIKASI Ferizka Utami Soal Pengobatan Totok Sirih Jadi Polemik di Publik: Hanya Beda Pandangan
Pengobatan Ferizka Utami menjadi sorotan publik. Pengobatan dengan daun sirih ini menuai kontroversial.
TRIBUN-MEDAN.com - Pengobatan Ferizka Utami menjadi sorotan publik. Pengobatan dengan daun sirih ini menuai kontroversial.
Ferizka mengobati anak-anak dengan metode totok sirih.
A. Rilo Budiman, tim kuasa hukum Ferizka Utami, mengatakan terkait beragam komentar publik yang ia menilai kalau itu hanyalah perbedaan pandangan.
"Terkait komentar di video, kami tidak bisa terlalu jauh karena selama ini banyak juga pasien klien kami menanggapi dengan respons yang positif. Itu hanya beda pandangan. Karena untuk bicara soal pengobatan, tidak bisa kita lihat hanya dari satu frame," ujar Rilo saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026).
Pasca-video tersebut viral, sejumlah pihak yang terkait dengan anak, mulai dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, Komisi Perlindungan Anak, dan Dinas Kesehatan sudah berkunjung ke lokasi pengobatan.
Ternyata mendapat respons positif setelah bertemu dan mendengarkan penjelasan Ferizka Utami.
"Kemarin siang pihak-pihak tersebut mengunjungi lokasi, dan dinas terkait ada program dan rencananya mengajak semacam MoU. Karena pengobatan beliau ini bukan untuk anak saja, tapi orang dewasa juga," katanya.
Baca juga: Lirik Lagu Karo Andiko yang Dipopulerkan oleh Robby Ginting
Baca juga: Lirik Lagu Batak Ro Alai Lao yang Dipopulerkan oleh Hendro Sinambela
Rilo menjelaskan, Ferizka Utami atau akrab disapa Mbak Ika, memulai pengobatan sejak 2011.
Waktu itu ia hanya berani mengobati untuk keluarga saja.
"Penjelasan dari Mbak Ika, dia awalnya membuka pengobatan khusus untuk keluarga saja mulai pertama itu di tahun 2011, ternyata cocok. Akhirnya tahun 2012 baru dia buka untuk umum," jelasnya.
Pengobatan yang dilakukan Ferizka menggunakan kayu untuk pijat yang dilapisi dengan daun sirih.
Ia menyebut pasien yang datang bukan hanya dari Kota Palembang, bahkan di luar Palembang.
"Ada yang dari luar Palembang, bahkan dari Tanggamus, Lampung," tutupnya.
Viral Picu Reaksi Dokter Anak
Nama Ferizka Utami, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Ibu Ika, mendadak mendapat sorotan tajam.
Wanita berhijab ini viral setelah video praktiknya melakukan "pijat totok sirih" pada bayi hingga menangis beredar luas di media sosial.
Bukannya menuai pujian, aksi Ibu Ika justru memicu gelombang kritik pedas dari kalangan profesional kesehatan.
Belum lama ini, tindakan Ferizka Utami memicu reaksi keras dari Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso.
Tidak tanggung-tanggung, dr. Piprim menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan yang "jahat" dan mendesak masyarakat untuk melaporkannya ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
"Ih jahat amat orang ini. Laporkan ke KPAI dong @kpai," kata dr. Piprim.
Beberapa dokter dan tenaga kesehatan lain turut mengomentari aksi tersebut. Para dokter dibuat gusar dengan dugaan penyiksaan terhadap bayi dalam praktik tersebut.
"Anaknya pules karena capek nangis, bukan nyaman badannya kak. Sini sama Bu Bidan pijat yuk, kasihan sekali kamu nak," tulis bidan Lita Yusnitika.
"Memangnya ada izin?" tanya dokter anak dr. Lucky.
"Tll kabeh, sumpah sorry banget dek kamu harus dapet ortu tll gitu, nanti kalo dah gede liat video ini ya," tulis dr. Rizki Rahmadi Hutomo.
Pasien Tetap Ramai
Setelah viral di media sosial (medsos) terkait aksi pijat anak dan bayi yang dilakukan oleh Ferizka Utami atau Ibu Ika yang disebut ahli totok pijat sirih, praktik tersebut menuai beragam reaksi.
Meski sempat dihujat, pengobatan yang dilakukannya disebut profesional dan banyak pasien mengaku sembuh setelah berobat, bahkan kembali untuk terapi lanjutan.
Ketika wartawan Sripoku.com berkunjung ke tempat pengobatannya, yakni Ferizka_Prihendra yang berlokasi di Perumahan Top 100 Jakabaring Blok A3 No 12, tepatnya di depan Masjid Cheng Ho Jakabaring, terlihat lokasi ramai dikunjungi pasien.
Tak hanya orang tua yang membawa anaknya untuk berobat, terlihat juga pria berusia 30 hingga 60 tahun serta wanita dengan rentang usia yang sama datang dengan berbagai keluhan penyakit, seperti stroke, patah tulang, amandel, hingga penyakit dalam lainnya.
Dari pantauan di lokasi, masyarakat tidak hanya berasal dari Palembang, tetapi juga dari luar daerah.
Antrean pasien terlihat panjang, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Bahkan, ada pasien yang datang menggunakan kursi roda dan tetap rela mengantre untuk mendapatkan pengobatan.
Meski tidak bertemu langsung dengan Ferizka Utami karena banyaknya pasien, salah satu keluarga pasien, Ahmad Yani (39), mengaku telah membawa anaknya berobat ke tempat tersebut sejak tahun 2012.
“Awalnya tahu dari saudara. Saat anak saya sakit amandel, saya bawa ke sini dan sembuh. Sekarang saya bawa lagi karena patah tangan dan berangsur membaik,” ujarnya.
Terkait biaya, ia menyebut tidak ada tarif pasti.
“Tidak diminta, seikhlasnya saja. Meski berobat di sini, kami tetap mengimbangi dengan pengobatan medis,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan pasien lainnya, Dosi (35), yang mengetahui tempat ini dari keluarga dan lingkungan sekitar.
“Kemarin tahu dari mertua, lalu saya coba berobat ke sini,” katanya.
Ia juga mengaku merasakan perubahan setelah menjalani pengobatan.
“Saya sebelumnya sakit di perut. Setelah berobat ke sini dan diperiksa ke dokter, hasilnya sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.
Dalam proses pengobatan, pasien tidak hanya menjalani terapi pijat, tetapi juga diberikan anjuran pola makan, seperti memperbanyak konsumsi buah serta mengikuti pantangan tertentu.
Pengalaman para pasien ini menunjukkan bahwa kepercayaan, rekomendasi keluarga, serta hasil yang dirasakan menjadi faktor utama masyarakat dalam memilih pengobatan alternatif, meski tetap disandingkan dengan pemeriksaan medis.
(*/tribun-medan.com)
| DI Kantor Polisi, Anggota DPRD Cirebon Bantah Selingkuh dengan Istri Kades, Pak Kades Punya Bukti |
|
|---|
| FAKTA-FAKTA Eks Kanit Narkoba jadi Bandar Sabu: Tinggal di Hotel dan Hasilkan Rp 20 Juta Per Hari |
|
|---|
| BERIKUT Rangkaian Awal Mula Gubernur Kaltim Saling Senggol dengan Presiden Prabowo |
|
|---|
| PILU Suharti Pengidap Stroke Meninggal dalam Kebakaran, tak Bisa Ditolong karena Rumah Dikunci |
|
|---|
| KISAH Ayah di Surabaya Tusuk Pria yang Lecehkan Anaknya Hingga Tewas: Saya Sakit Hati Pak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/SOSOK-Ferizka-Utami-Viral-Pijat-Totok-Sirih-ke-Bayi-Sampai-Nangis-Aksinya-Bikin-Dokter-Anak-Geram.jpg)