Berita Viral
BURSA KSAL: Sosok Irvansyah dan Agus Hariadi Mencuat di Panggung Suksesi TNI AL
Sejumlah nama perwira tinggi bintang tiga disebut-sebut masuk dalam bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL)
TRIBUN-MEDAN.COM – Dinamika suksesi di tubuh TNI Angkatan Laut mulai menghangat.
Sejumlah nama perwira tinggi bintang tiga disebut-sebut masuk dalam bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) menggantikan Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang sejak 28 Desember 2022 memimpin matra laut setelah dilantik Presiden Joko Widodo.
Dua nama yang paling menonjol adalah Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla. dan Laksamana Madya TNI Agus Hariadi, M.Han.
Keduanya memiliki rekam jejak panjang, prestasi di berbagai lini komando, serta latar belakang pendidikan yang menguatkan kapasitas kepemimpinan mereka.
Pengamat politik Adib Miftahul menilai, persaingan kali ini tidak bersifat head-to-head semata.
“Pemilihan KSAL tidak hanya soal senioritas, tetapi juga kebutuhan organisasi ke depan. Presiden akan mempertimbangkan aspek regenerasi, kesinambungan program, serta kapasitas kepemimpinan dalam menghadapi tantangan maritim yang semakin kompleks,” ujarnya kepada Tribunnews.com.
Sosok Laksdya Irvansyah: Lintas Lembaga dan Masa Dinas Panjang
Lahir di Bengkulu, 10 Mei 1968, Irvansyah adalah lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1990.
Kariernya menanjak dari komandan KRI Oswald Siahaan hingga berbagai posisi strategis di Puslatlekdalsen, Lanal Sorong, dan Pusdikpel.
Ia pernah menjabat Panglima Komando Lintas Laut Militer (2020–2021), Panglima Armada III (2021–2023), hingga Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (2023).
Sejak September 2023, Irvansyah dipercaya Presiden Jokowi memimpin Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, menggantikan Laksdya Aan Kurnia.
Selain pengalaman operasional, Irvansyah juga menempuh pendidikan doktoral di Universitas Trisakti (2023) dan PPSA Lemhannas (2021).
Ia dikenal aktif memperkuat keamanan laut di Selat Malaka serta menggagas pembangunan Coast Guard Academy di Bitung.
Dengan masa dinas yang relatif panjang, Irvansyah dinilai memiliki peluang kuat.
“Figur dengan masa dinas lebih panjang cenderung diuntungkan karena bisa menjalankan program strategis secara berkelanjutan,” kata Adib.
Sosok Laksdya Agus Hariadi: Strategi dan Kebijakan Pertahanan
Agus Hariadi lahir di Ampelgading, Malang, 31 Desember 1967.
Lulusan AAL angkatan 1992 ini menempuh pendidikan Magister Ilmu Pertahanan di Universitas Pertahanan (2019).
Kariernya banyak bersentuhan dengan bidang perencanaan strategis dan kebijakan.
Ia pernah menjabat Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) (2024–2025), Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (2023–2024), Panglima Armada III (2023), dan Panglima Kolinlamil (2022–2023).
Sebelumnya, Agus juga dipercaya sebagai Wakil Komandan Kodiklatal, Wakil Asisten Operasi KSAL, serta Komandan Lantamal XII Pontianak. Kini, ia mengemban tugas sebagai Staf Khusus KSAL.
Rekam jejaknya menunjukkan kapasitas dalam merancang kebijakan pertahanan dan mengintegrasikan strategi maritim dengan kepentingan nasional.
Tantangan Maritim dan Hak Prerogatif Presiden
Indonesia menghadapi tantangan maritim yang semakin kompleks: keamanan Selat Malaka, modernisasi armada, diplomasi pertahanan di Indo-Pasifik, hingga penguatan coast guard.
Figur KSAL berikutnya dituntut mampu menjawab tantangan tersebut dengan kepemimpinan visioner.
Meski nama Irvansyah dan Agus Hariadi mengemuka, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden.
“Hak prerogatif Presiden menjadi faktor penentu. Namun, rekam jejak dan masa dinas akan menjadi pertimbangan utama,” tegas Adib.
(*/Tribun-medan.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Irvansyah dan Agus Hariadi Mencuat Jadi Calon KSAL
Calon KSAL
Kepala Staf Angkatan Laut
Sosok Laksdya Agus Hariadi
Sosok Laksdya Irvansyah
| Ahmad Dhani Tuai Banyak Hujatan di Hari Pernikahan El Rumi Usai Singgung Cara Didik Anak |
|
|---|
| SOSOK Enjang, TNI Gadungan Tipu Pedagang Telur 270 Kg, Modus Bazar Panti Jompo Hingga Ngaku Kapten |
|
|---|
| DERETAN Barang Berharga yang Diambil Rampok di Pengalengan, Sekap Ibu dan Anak, Dipukul Pakai Golok |
|
|---|
| Prank Pemadam Kebakaran, Bone si Debt Collector Dihukum Jadi Damkar Dadakan: Susahkan? |
|
|---|
| NASIB Rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD: Masih Menunggu Panggilan Prabowo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sosok-Laksdya-Agus-Hariadi.jpg)