Berita Viral
Motif Daycare di Jogja Ikat Kaki Tangan Anak-anak Lalu Dimasukkan ke Ruang Isolasi: Tak Mau Repot
Terkuak motif pengasuh Daycare Little Aresha di Jogja ikat kaki tangan anak-anak
TRIBUN-MEDAN.COM - Terkuak motif pengasuh Daycare Little Aresha di Jogja ikat kaki tangan anak-anak.
Adapunm motif Daycare Little Aresha tega mengikat kaki dan tangan anak-anak lalu ada juga ditempatkan di ruang isolasi terungkap.
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol. Eva Guna Pandia mengungkapkan motif para pengasuh di daycare atau tempat penitipan anak bernama Little Aresha di Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, tega mengikat kaki dan tangan anak-anak.
“Jadi, setelah didalami motifnya, pertama agar anak-anak tidak mengganggu temannya.
Yang kedua, tidak membuat keributan sehingga kaki ataupun tangannya diikatkan ke pintu sehingga mereka tidak bebas pergi ke mana-mana,” kata Eva dalam program Metro Siang di Metro TV, Minggu, (26/4/2026).
Baca juga: Panjul Ditangkap Sat Reskrim Pelabuhan Belawan, 4 Kali Residivis dan 3 Kali Pencurian Sepeda Motor
Eva berkata sejumlah anak ditempatkan di ruang isolasi yang sirkulasi udaranya sangat minim sehingga memunculkan risiko kesehatan bagi anak.
“Para pengasuh ini intinya tidak mau repot mengurusi anak-anak tersebut,” ujar Eva.
Menurut Eva, Little Aresha sudah beroperasi sejak tahun 2021, tetapi belum memiliki izin. Di samping itu, Eva menyebut daycare itu kurang berpengalaman dan kurang pengawasan. Lalu, pengasuhnya juga kurang profesional dalam menangani anak-anak.
Eva menyebut jumlah anak yang ditangani Little Aresha terlalu banyak sehingga overload. Perlakuan pengasuh kepada anak-anak juga kurang manusiawi.
Adapun anak-anak di Little Aresha telah dikembalikan semua kepada orang tua masing-masing. Eva berkata pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Wali Kota Yogyakarta, dan dinas terkait.
Baca juga: Masuk ke Ladang Warga di Langkat, Orangutan Sumatera Pongo Abeli Dievakuasi ke TNGL
Dinas Kesehatan berencana mengunjungi anak-anak di rumah masing-masing sehingga permasalahan bisa diketahui.
“Ke depan mudah-mudahan tidak akan terulang lagi kejadian seperti ini di penitipan-penitipan anak lain, khususnya di Yogyakarta,” kata Eva.
Menurut dia, saat ini sudah ada tiga orang tua yang melapor kepada polisi. Ada kemungkinan jumlah pelapor akan bertambah karena ada banyak orang tua yang pernah menitipkan anaknya di sana.
Baca juga: SOSOK Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Ditantang Ibu-ibu Lewat Jalan Rusak: Jangan Lewat Udara
Curhat Anak Soal Kekerasan di Daycare Jogja ke Ibunya: Ditaliin Kaki Badan Terus Mulutnya Ditutup
Disisi kain terungkap curhat anak soal kekerasan di Daycare Little Aresha Jogja ke ibunya terungkap.
Seorang anak berinisial A korban dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha Jogja mengungkapkan yang dialaminya selama dititip.
A bercerita soal kekerasan yang diterimanya selama dititipkan di daycare Little Aresha kepada ibunya.
Ibu korban kemudian merekam pengakuan tersebut dan mengunggahnya ke media social, TikTok pada Sabtu (25/4/2026).
Di awal video, ibu A bertanya kepada balita perempuan tersebut terkait perlakuan pengasuh yang dipanggil dengan sebutan miss di daycare Little Aresha.
Mengejutkan, A mengaku kaki dan badannya diikat oleh pengasuh.
Tak cuma itu, mulut A juga ditutup agar tangisnnya tak terdengar.
"Waktu di sekolah diapain sama miss-nya?" tanya ibu korban.
"Ditaliin, kaki, badan, terus mulutnya ditutupin," jawab A.
"Biar apa ditutupin mulutnya?" tanya ibu korban.
"Biar gak nangis, biar mama enggak dengar aku nangis," kata A.
*/tribun-medan.com
sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PILU-Anak-di-Daycare-Little-Aresha-Diduga-Alami-Kekerasan-Foto-Kaki-Terikat-Viral-Ada-yang-Luka.jpg)