Berita Internasional

Awal Mula Netanyahu Terkena Penyakit Tumor Ganas, Terungkap setelah Operasi Pembesaran Prostat

Ia memastikan kondisinya kini dalam keadaan sangat baik setelah penanganan medis dilakukan secara cepat dan menyeluruh.

Kolase Tribun Medan/HO
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu - 

TRIBUN-MEDAN.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan bahwa dirinya sempat menjalani perawatan akibat tumor ganas pada prostat.

Ia memastikan kondisinya kini dalam keadaan sangat baik setelah penanganan medis dilakukan secara cepat dan menyeluruh.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di platform X pada Jumat (24/4/2026), menyusul publikasi laporan medis tahunannya.

Tumor Ganas Stadium Awal Ditemukan Saat Pemeriksaan Rutin

Dalam keterangannya, Netanyahu menjelaskan bahwa tumor ganas stadium awal ditemukan saat ia menjalani pemantauan kesehatan rutin pascaoperasi pembesaran prostat jinak yang dilakukan sebelumnya.

Dokter menemukan benjolan kecil berukuran kurang dari satu sentimeter dalam pemeriksaan terakhir.

TERJERAT KORUPSI - Foto yang diambil dari Facebook GPO, Sabtu (28/2/2026), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato setelah Israel dan AS menyerang Iran pada Sabtu pagi. Di balik itu semua, ternyata Netanyahu terjerat kasus korupsi.
TERJERAT KORUPSI - Foto yang diambil dari Facebook GPO, Sabtu (28/2/2026), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato setelah Israel dan AS menyerang Iran pada Sabtu pagi. Di balik itu semua, ternyata Netanyahu terjerat kasus korupsi. (Facebook Kantor PM Israel)

Menurutnya, tindakan medis yang dilakukan berhasil mengatasi kondisi tersebut sepenuhnya tanpa meninggalkan jejak.

“Saya mengalami masalah medis ringan pada prostat saya yang telah sepenuhnya diobati. Syukurlah, itu sudah berlalu,” kata Netanyahu sebagaimana diberitakan BBC, dikutip via Kompas.com.

Riwayat Kesehatan dan Langkah Cepat Penanganan

Pemimpin Israel berusia 76 tahun itu diketahui sebelumnya menjalani operasi pembesaran prostat jinak pada 2024 dan terus melakukan pemeriksaan berkala setelahnya.

Ia menegaskan bahwa keputusan menjalani perawatan diambil segera setelah adanya indikasi potensi bahaya.

Netanyahu menyebut langkah cepat tersebut sebagai prinsip penting, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kepemimpinannya.

Alasan Penundaan Publikasi Kondisi Kesehatan

Netanyahu juga mengungkapkan bahwa ia sengaja menunda publikasi laporan kesehatannya ke publik.

Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan situasi geopolitik yang tengah memanas.

DI UJUNG TANDUK - Foto ini diambil dari Faceboook PM Israel pada Senin (16/6/2025). Nasib Netanyahu ini di ujung tanduk gara-gara Trump sepakat gencatan senjata dengan Iran.
DI UJUNG TANDUK - Foto ini diambil dari Faceboook PM Israel pada Senin (16/6/2025). Nasib Netanyahu ini di ujung tanduk gara-gara Trump sepakat gencatan senjata dengan Iran. (Facebook PM Israel)

Saat itu, konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran sedang berada pada fase eskalasi.

Ia menilai, publikasi kondisi kesehatannya berpotensi dimanfaatkan oleh pihak lawan sebagai bahan propaganda.

Muncul Jelang Agenda Diplomatik Penting

Pengungkapan kondisi kesehatan ini muncul menjelang rencana kunjungan Netanyahu ke Gedung Putih dalam beberapa minggu ke depan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved