Berita Internasional

Perintah Donald Trump, Militer AS Tembaki Kapal Iran yang Pasang Ranjau Laut di Selat Hormuz

Donald Trump menegaskan bahwa personel militer AS tidak perlu ragu dalam mengambil tindakan terhadap pihak yang dianggap mengancam

Istimewa
DONALD TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union, Selasa (24/2/2026). (WIKIMEDIA COMMONS/THE WHITE HOUSE) 

TRIBUN-MEDAN.com - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengeluarkan perintah tegas kepada Angkatan Laut AS untuk menindak langsung kapal-kapal yang diduga memasang ranjau laut di Selat Hormuz.

Instruksi tersebut disampaikan secara terbuka melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, dan menjadi sinyal perubahan sikap yang lebih agresif dari pemerintah AS dalam merespons dinamika konflik di wilayah strategis tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran internasional yang sangat vital bagi distribusi energi global.

Jalur ini menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi lintasan utama bagi kapal tanker yang mengangkut minyak dari negara-negara penghasil energi di Timur Tengah ke berbagai belahan dunia.

Gangguan di kawasan ini berpotensi memicu dampak besar terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk lonjakan harga energi.

PRESIDEN AS- Gambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
PRESIDEN AS- Gambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Pinterest)

Dalam pernyataannya, Donald Trump menegaskan bahwa personel militer AS tidak perlu ragu dalam mengambil tindakan terhadap pihak yang dianggap mengancam keamanan pelayaran internasional.

Ia menulis, “Jangan ada keraguan sedikit pun,” sebagaimana dilansir oleh The Wall Street Journal pada Kamis (23/4/2026). Pernyataan ini memperlihatkan pendekatan yang lebih keras dibandingkan sikap sebelumnya yang cenderung lebih berhati-hati.

Selain memberikan perintah untuk menembak kapal yang terlibat dalam pemasangan ranjau laut, Trump juga mengungkapkan bahwa militer AS tengah meningkatkan operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz.

Ranjau laut sendiri adalah perangkat peledak yang ditempatkan di perairan untuk merusak atau menghancurkan kapal yang melintas. Keberadaan ranjau ini menjadi ancaman serius karena dapat menyebabkan kerusakan besar, bahkan tenggelamnya kapal dalam waktu singkat.

 
Trump menyatakan bahwa aktivitas penyapuan ranjau atau operasi pembersihan tersebut kini ditingkatkan secara signifikan.

 “Selain itu, penyapu ranjau kita sedang membersihkan Selat (Hormuz) saat ini. Saya memerintahkan peningkatan aktivitas penyisiran ranjau pada tingkat yang meningkat tiga kali lipat!” ujarnya.

Operasi penyapu ranjau ini dilakukan oleh unit khusus Angkatan Laut yang bertugas mendeteksi dan menonaktifkan ranjau laut agar jalur pelayaran tetap aman.

Instruksi terbaru ini menandai perubahan strategi militer AS di kawasan tersebut.

Pada tahap awal konflik, AS memang telah menargetkan kapal-kapal Iran yang diduga terlibat dalam aktivitas pemasangan ranjau.

Namun, pada saat blokade pertama kali terjadi, Trump sempat meremehkan ancaman dari kapal-kapal kecil Iran, terutama kapal serang cepat yang dianggap tidak terlalu berbahaya bagi kekuatan militer AS.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved