Berita Viral
TAMPANG Enjang Saat Ditangkap, TNI Gadungan Tipu Pedagang Telur Hingga Rugi Rp7 Juta, Ngaku Kapten
TNI gadungan tersebut diketahui bernama Enjang (64), warga Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
TRIBUN-MEDAN.com - Inilah tampang Enjang saat ditangkap.
Ia adalah TNI gadungan yang tipu pedagang telur hingga rugi Rp7 juta.
Saat beraksi, Enjang mengaku dirinya berpangkat kapten.
Baca juga: Bantu Bawa Korban Rudapaksa, 3 Polisi di Jambi Hanya Dihukum Minta Maaf, Hotman Paris: Kenapa?
Anggota TNI gadungan ini tak berkutik saat diringkus polisi.
Pria berusia senja tersebut diringkus Tim Resmob Polres Sumedang dan Unit Reskrim Polsek Pamulihan lantaran telah menipu seorang pedagang telur di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.
Anggota TNI gadungan tersebut diringkus polisi di wilayah Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (24/4/2026) sekira pukul 21.15.
Baca juga: ALASAN Man Tusuk Kakek 4 Cucu di Gang Sempit, Ungkap Korban Berucap tak Sopan ke Anaknya: Sakit Hati
TNI gadungan tersebut diketahui bernama Enjang (64), warga Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Awang Munggardijaya, mengatakan saat melancarkan aksinya pelaku berseragan TNI berpangkat kapten.
"Saat beraksi, pelaku berseragam TNI dengan name tag bernama Abdulrahman," kata Awang dikonfirmasi Tribun Jabar.id, Sabtu (25/4/2026) malam.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang langsung diamankan ke Polres Sumedang.
"Dari tangan pelaku, satu unit mobil Honda HR-V , telepon genggam, seragam mirip seragam TNI, dan atribut militer seperti sabuk dan wing turut diamankan, "katanya.
Kronologi penipuan 250 Kg Telur
Peristiwa bermula pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Pelaku mendatangi korban dengan niat membeli telur dalam jumlah besar, yakni 250 kilogram.
Total nilai transaksi tersebut mencapai Rp 7.290.000. Untuk meyakinkan korban, pelaku menjanjikan pembayaran akan dilakukan melalui transfer bank setelah barang tiba di kantor Kecamatan Pamulihan.
Baca juga: Dapat SP3, Rismon Sianipar Kini Kuliti Roy Suryo: Itu Pembohongan Publik yang Terus Diulang
Karena pelaku mengenakan seragam TNI, korban merasa percaya dan bersedia mengirimkan pesanan ke lokasi yang disepakati.
Setibanya di kantor Kecamatan Pamulihan, pelaku bersikap seolah-olah memiliki otoritas sehingga disambut oleh beberapa pihak di lokasi.
Pelaku juga sempat mengelabui pegawai kecamatan dengan dalih bahwa telur-telur tersebut akan digunakan untuk kegiatan bazar sembako.
Kejanggalan mulai terlihat saat telur yang baru diturunkan justru diminta dipindahkan kembali oleh pelaku ke dalam mobil pribadinya.
Pelaku menggunakan mobil jenis Honda CR-V berwarna putih dengan nomor polisi F 1147 QL, yang setelah diperiksa diduga kuat sebagai pelat nomor palsu atau bodong.
Sebagai bagian dari siasat untuk melarikan diri, pelaku meminta korban pergi ke Bank BRI Unit Cimanggung.
Baca juga: Harga BBM Resmi Naik Mulai Hari Ini, Pertamax Turbo Rp19.400, BBM Dexlite Melonjak hingga Rp24.650
Pelaku berdalih korban harus menemui istrinya yang bernama "Bu Ida" yang bekerja di bank tersebut untuk mengambil uang pembayaran.
Korban pun berangkat ke bank didampingi oleh salah seorang pegawai kecamatan.
Sesampainya di Bank BRI Unit Cimanggung, korban menanyakan keberadaan pegawai bernama Bu Ida. Namun, pihak bank menyatakan tidak ada pegawai dengan nama tersebut.
Saat itulah korban menyadari bahwa ia telah menjadi korban penipuan dan pelaku sudah melarikan diri bersama 250 kg telur tersebut.
Penyelidikan polisi
Kapolsek Pamulihan, Iptu Tri Sunu Suparjianto, membenarkan detail kejadian tersebut.
Ia memastikan pihak kepolisian kini sedang mendalami identitas pelaku yang diduga kuat merupakan anggota TNI gadungan.
"Benar di Pamulihan, kejadiannya pada Selasa (14/4/2026) pukul 12.00 WIB," kata Tri Sunu.
Ia juga menambahkan bahwa korban sudah melapor, dan kasus sudah dalam penanganan polisi.
Polisi juga tengah menelusuri keberadaan mobil Honda CR-V putih yang digunakan pelaku sebagai petunjuk utama.
AKP Tanwin Nopiansah menegaskan bahwa pendalaman kasus ini penting guna mencegah adanya korban-korban baru dengan modus serupa di wilayah hukum Sumedang.
"Lagi penyelidikan, pelaku diperkirakan (TNI) gadungan," tegas
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/TAMPANG-Enjang-Saat-Ditangkap-TNI-Gadungan-Tipu-Pedagang-Telur-Hingga-Rugi-Rp7-Juta-Ngaku-Kapten.jpg)