Berita Viral

Kaki Diikat, Pengasuh Daycare Little Aresha Juga Tutup Mulut Anak Saat Nangis: Biar Mama Gak Dengar

Ibu A bertanya kepada balita perempuan tersebut terkait perlakuan pengasuh yang dipanggil dengan sebutan miss di daycare Little Aresha.

Tribunjogja.com/Miftahul Huda
TIDUR KAKI TERIKAT - Kolase daycare digerebek Polresta Yogyakarta dan bayi bayi tanpa baju terikat tali dugaan kekerasan penitipan anak. Salah satu wali murid berinisial HF, tak menyangka bahwa para pengasuh daycare tersebut bertindak keji kepada anak-anak. 

"Biar apa ditutupin mulutnya?" tanya ibu korban.

"Biar gak nangis, biar mama enggak dengar aku nangis," kata A.

Pengakuan A sejalan dengan pernyataan Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian.

Rizky Adrian, mengungkapkan saat menggerebek daycare Little Aresha, ia menyaksikan langsung perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan pengasuh terhadap anak-anak di lokasi tersebut.

“Petugas kita memang melihat langsung bahwa anak tersebut diperlakukan tidak manusiawi. Ada yang kakinya diikat, tangannya diikat, dan sebagainya,” tegas Adrian saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).

Polisi yang menerima laporan telah melakukan penggerebekan daycare tersebut, lalu menutup operasional dengan memasang police line untuk keperluan penyelidikan.

Salah satu wali murid berinisial HF, tak menyangka bahwa para pengasuh daycare tersebut bertindak keji kepada anak-anak.

Baca juga: Harga Kondom Naik: Dampak Perang Iran dan Kepanikan Warga China hingga Borong Stok

Dia sempat menitipkan keponakannya yang berusia 3,5 tahun.

Sejak awal HF telah menaruh curiga bahwa ada hal yang tidak biasa muncul pada diri keponakannya.

Anak tersebut menunjukkan gelagat ketakutan setiap mau berangkat.

"Baru masuk satu hari, di hari kedua anak sudah ketakutan. Setiap mau berangkat selalu bilang tidak mau, enggak mau. Intinya dia takut sekali untuk masuk ke sana," jelasnya, saat ditemui Jumat malam (24/4/2026).

Baca juga: VIRAL Pengendara Tantang Polisi Saat Ditilang karena Tak Pakai Helm hingga Ngaku Punya Bekingan

Karena anak merasa ketakutan, kemudian pihak keluarga sampai harus melakukan berbagai cara untuk membujuknya termasuk membelikannya mainan atau makanan kesukaan supaya bersedia dititipkan.

Meski sudah diajak berkeliling dan dibelikan mainan, HF menyebut keponakannya tetap tidak mau dititipkan ke daycare tersebut.

Belakangan diketahui bahwa alasan keponakannya ketakutan lantaran beberapa oknum pengasuhnya galak dan menjurus pada dugaan tindakan kriminal.

"Katanya miss-nya (guru) galak-galak. Awalnya kami pikir karena belum penyesuaian saja, tapi ketakutannya tidak wajar," tambahnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved