Berita Viral

RUMAH Kades Dilempar Bom Molotov, Mobil Sempat Terbakar, Pelaku Kabur Pakai Sepeda Listrik

Kepala Desa Kondang Banjarnegara, Hoho Alkaf mendapatkan serangan teror bom molotov dari orang tak dikenal

TRIBUN MEDAN
Kepala Desa Kondang Banjarnegara, Hoho Alkaf mendapatkan serangan teror bom molotov dari orang tak dikenal 

TRIBUN-MEDAN.com - Kepala Desa Kondang Banjarnegara, Hoho Alkaf mendapatkan serangan teror bom molotov dari orang tak dikenal pada Kamis (23/4/2026) dini hari sekitar pukul 04.10 WIB

Serangan bom molotov ini membuat mobil Hoho Alkaf yang terparkir di teras rumah hangus. 

Warga sempat meihat sosok pelaku. Pelaku terlihat mengendarai sepeda motor listrik. 

Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi Susanto, melalui Kasat Reskrim, AKP Sugeng Tugino, menyampaikan telah menerima laporan terkait dugaan aksi pembakaran mobil milik Kepala Desa Purwasaba, Hoho. 

Laporan tersebut diajukan oleh istri Kades Hoho. 

Ia menjelaskan, peristiwa itu bermula dari adanya pelemparan benda menyerupai kain yang dibalutkan pada bambu atau kayu dengan panjang kurang lebih 50 sentimeter, yang saat itu dalam kondisi menyala. 

Benda tersebut dilempar ke arah mobil sedan Honda Civic berwarna putih milik Kepala Desa Purwasaba tersebut. 

Kejadian itu diketahui oleh Kades Hoho, 

Hoho mengetahui peristiwa tersebut setelah keluar dari rumah dan melihat adanya asap mengepul di garasi. 

Kasatreskrim mengatakan saat itu, Hoho langsung berteriak kepada istrinya, "mobilmu kebakaran". 

Selanjutnya, Hoho meminta pertolongan kepada tetangga. 

Warga sekitar pun keluar dan membantu memadamkan api.

Beruntung, api tidak sempat membakar kendaraan secara keseluruhan dan berhasil segera dipadamkan.

Baca juga: Sispamkota Digelar, Rico Waas Yakin Medan Tekan Begal dan Teror

Baca juga: Daftar 8 Polsek yang Berubah Nama di Simalungun beserta Pejabatnya

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Hoho melaporkan peristiwa itu ke Polsek Mandiraja.

Laporan kemudian diteruskan ke piket Reskrim Polres Banjarnegara, yang selanjutnya menghubungi jajaran terkait.

Pihak Satreskrim Polres Banjarnegara kemudian mendatangkan tim Inafis bersama piket Reskrim dan SPKT untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Di lokasi, petugas memasang garis polisi serta mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi pembakaran tersebut.

Barang bukti yang diamankan antara lain sisa kain dan potongan kayu sepanjang kurang lebih 50 sentimeter yang diduga digunakan sebagai alat untuk membakar mobil.

Selanjutnya, penyidik melakukan pendalaman lebih lanjut. 

Pada hari yang sama, tim juga mendatangkan Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Jawa Tengah untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

"Dimungkinkan itu bensin, cuma belum kami cek apakah itu disiram dulu ataupun bersamaan," ujar AKP Sugeng Tugino kepada Tribunjateng.com. 

Ia juga mengungkapkan di sekitar lokasi kejadian sebenarnya terdapat kamera CCTV, namun saat peristiwa terjadi, CCTV tersebut dalam kondisi tidak aktif.

AKP Sugeng Tugino menambahkan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta motif di balik dugaan penyiraman dan pembakaran mobil milik Kepala Desa Purwasaba tersebut.

"Kami mohon doanya, semoga bisa membuat terang pelaku, bisa menangkap, ataupun mengungkap motif daripada penyiraman dan pembakaran mobil milik Kepala Desa Purwasaba, saudara Hoho," jelasnya. 

Kronologi

Sebelumnya sempat diberitakan, teror pembakaran menimpa rumah Kepala Desa Purwasaba, yaitu Welas Yuni Nugroho, atau dikenal dengan Hoho Alkaf, di Kabupaten Banjarnegara, Kamis (23/4/2026) dini hari sekitar pukul 04.10 WIB. 

Satu unit mobil Honda Civic Turbo miliknya dibakar oleh orang tak dikenal yang terekam CCTV melempar bahan bakar diduga tiner menyerupai bom molotov, sebelum kabur menggunakan sepeda listrik.

Api cepat membesar hingga menghanguskan kendaraan dan merusak bagian garasi rumah. 

Hoho bersama istrinya sempat berupaya memadamkan api sebelum warga datang membantu. 

Kerugian ditaksir besar, dengan kondisi mobil rusak parah hingga bagian interior harus diganti.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Banjarnegara dan kini dalam penyelidikan, termasuk keterlibatan tim Resmob Polda. 

Kades Hoho menilai aksi tersebut sebagai teror serius yang mengarah pada upaya pembunuhan. 

Mengingat lokasi pembakaran berada di dalam garasi rumah yang berpotensi membahayakan seluruh penghuni.

Hoho menduga aksi tidak dilakukan sendirian dan kemungkinan ada dalang di baliknya, dengan motif yang bisa berkaitan dengan konflik penjaringan perangkat desa. 

Meski mengaku tidak memiliki konflik pribadi, Hoho menyebut dirinya tegas terhadap pihak yang mengganggu pemerintahan desa.

Pasca kejadian, keamanan hanya berlangsung sementara, sehingga ia dan warga berjaga mandiri. 

Bahkan, Hoho mengaku kembali melihat dua mobil mencurigakan di sekitar rumahnya pada malam harinya. 

Ia mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini secara profesional tanpa intervensi pihak mana pun.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-jateng.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved