Berita Viral

GIBRAN Puji JK Meski Klaim Paling Berperan Jokowi Jadi Presiden, Pengamat Sebut Cerdas: Tak Terjebak

Tanggapan Wakil Presiden Gibran Rakabuming terhadap kasus yang dialami Jusuf Kalla dinilai cerdas. 

Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristiani. Ia juga meminta umat mendoakan masyarakat Indonesia di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) yang menjadi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor. Hal ini disampaikan Gibran saat menghadiri perayaan Natal di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (25/12/2025). (Dok. YouTube Sekretariat Wakil Presiden) 

TRIBUN-MEDAN.com - Tanggapan Wakil Presiden Gibran Rakabuming terhadap kasus yang dialami Jusuf Kalla dinilai cerdas. 

Gibran Rakabuming dinilai sudah melakukan transformasi dalam gaya komunikasi politik. 

Gibran mulai berani berbicara lebih banyak di banding sebelumnya. 

Hal ini dianalisis oleh Analis Komunikasi Politik sekaligus Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio (Hensa). 

Dijelaskan Hensa, perubahan ini terlihat jelas saat Gibran merespons klaim Jusuf Kalla (JK) terkait sejarah karier politik ayahnya dengan memberikan pujian sebagai senior, mentor, sekaligus idola.

"Okelah sekarang mas Gibran ini mulai menemukan ritme komunikasinya sendiri, mulai tidak kaku, tapi enggak asal bicara juga, seperti ada pesan yang tersampaikan secara tersirat di balik setiap pernyataannya," ujar Hensa kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).

Langkah Gibran yang tidak reaktif terhadap klaim JK dipandang sebagai taktik cerdas untuk menjaga stabilitas hubungan dengan tokoh-tokoh kunci.

Alih-alih terjebak dalam perdebatan yang konfrontatif, Gibran justru menggunakan teknik komunikasi defensif.

"Yang dilakukan Gibran itu cerdas secara komunikasi. Dia tidak membantah, tidak juga membenarkan sepenuhnya. Justru dengan memuji JK, dia keluar dari jebakan narasi itu dengan elegan," kata Hensa.

Baca juga: Siswa SMPN 6 Medan Dilatih BPBD Hadapi Bencana, Ini Tips yang Harus Diketahui

Baca juga: Terduga Pelaku Penculikan Anak di Deli Serdang Akhirnya Antar Kembali Korban ke Rumah

Lebih lanjut, Hensa menilai strategi ini menunjukkan Gibran mulai mampu menutup celah konflik tanpa harus terlihat memutus hubungan dengan jaringan politik lama yang selama ini menyokong keluarganya.

Di sisi lain, intensitas Gibran dalam menyuarakan keberhasilan program-program Presiden Prabowo Subianto juga menjadi sorotan. 

Hensa membaca hal tersebut bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan upaya pembangunan rekam jejak sebagai eksekutor yang loyal.

"Ketika seorang wakil presiden terus-menerus memposisikan dirinya sebagai eksekutor setia agenda presiden, itu bisa dibaca sebagai konsolidasi citra. Gibran sedang membangun rekam jejaknya sendiri, pelan tapi konsisten, ini bisa jadi bagus juga tidak untuk Pak Prabowo," kata Hensa.

Hensa menyimpulkan bahwa kemampuan Gibran menjaga keseimbangan antara poros lama JK dan Jokowi dan poros baru Prabowo menunjukkan adanya perencanaan komunikasi yang matang. Gibran dinilai tidak ingin kehilangan momentum di kedua sisi tersebut.

"Gibran sekarang tidak lagi sekadar hadir di panggung politik, dia mulai mengisi panggung itu dengan caranya sendiri. Apakah ini akan terus berkembang atau justru berhenti di titik tertentu, itu yang menarik untuk kita pantau ke depan," ujar Hensa.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved