Berita Viral

REZEKI Bu Atun Dapat Rp 25 Juta dari Dedi Mulyadi Setelah Tak Laporkan Murid yang Mengoloknya

Bu guru Syamsiah atau sering disapa Bu Atun mendapatkan rezeki nomplok dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 

Istimewa
GURU DIOLOK SISWA - Syamsiah alias Bu Atun memutuskan tidak membawa kasus ke jalur hukum meski sempat diolok-olok siswa SMA 1 Purwakarta. 

TRIBUN-MEDAN.com - Bu guru Syamsiah atau sering disapa Bu Atun mendapatkan rezeki nomplok dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

Bu Atun guru PKN di SMAN 1 Purwakarta viral di media sosial karena diolok-olok oleh muridnya. 

Para murid mengacungkan jari tengah ke Bu Atun

Namun Bu Atun tetap rendah hati tidak marah dan tidak terprovokasi publik untuk melapor 

Sikap Bu Atun ini mendapatkan rezeki Rp 25 juta dari Dedi Mulyadi

Bu Syamsiah adalah guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di SMAN 1 Purwakarta.

Sosoknya jadi sorotan karena video viral ia menjadi bahan olokan para siswa saat mengajar.

Masalah tersebut sudah selesai. Para siswa juga sudah mendapatkan hukumannya.

Meski pernah mendapat perlakuan tidak sopan dari murid, Bu Atun tetap menunjukkan kesabaran yang luar biasa.

Ia tidak menjadikan pengalaman tersebut sebagai alasan untuk mengurangi dedikasinya dalam mendidik siswa.

Sebaliknya, ia semakin teguh memegang nilai-nilai kemanusiaan yang selalu ia tanamkan di ruang kelas.

Perhatian publik semakin besar setelah kisahnya terungkap dalam sebuah pertemuan di lingkungan sekolah.

Momen tersebut terjadi ketika ia bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Pertemuan itu berlangsung di SMAN 1 Purwakarta pada Selasa (21/4/2026).

Dari peristiwa tersebut, publik semakin mengenal sosok Bu Atun yang sederhana namun penuh pengabdian.

Baca juga: 19 Aduan Penahanan Ijazah Sepanjang 2026, Disnaker Tegaskan Praktik Ini Dilarang

Baca juga: Nasib Anggota DPRD Cirebon Diduga Selingkuh dengan Istri Kepala Desa, Kini Diperiksa

Pilih naik angkot demi berempati

Dicukil dari video di akun YouTube Dedi Mulyadi, dalam pertemuan itu, Bu Atun menceritakan rutinitas kesehariannya menuju sekolah.

Alih-alih menggunakan kendaraan pribadi, ia lebih memilih menggunakan angkutan kota (angkot) setiap hari.

Ada alasan mulia di balik pilihan tersebut. Selain karena faktor keamanan, Bu Atun ingin mengamalkan langsung nilai-nilai kerakyatan yang ia ajarkan di kelas.

Ia juga mengaku iba mendengar keluhan para sopir angkot tentang sepinya penumpang.

"Enggak (pakai motor), khawatir naik motor. Dan melatih merakyat juga. Artinya menjiwai seperti apa sih," ungkap Bu Atun saat berbincang dengan Dedi Mulyadi.

Menganggap murid sebagai anak kandung

Meski belum memiliki anak biologis dan tinggal bersama sang kakak, Bu Atun mengaku sangat mencintai profesinya karena ia menganggap seluruh siswa di SMAN 1 Purwakarta sebagai anak kandungnya sendiri.

"Banyak anaknya, di SMA 1," ujar Bu Atun saat ditanya mengenai buah hatinya.

Terkait aksi tidak sopan sembilan siswanya yang viral di media sosial, Bu Atun menegaskan telah memaafkan mereka dengan ikhlas, bahkan sebelum mereka meminta maaf.

Baginya, kesalahan murid adalah bagian dari proses pendidikan akhlak.

"Saya sangat memaafkan, supaya mereka menjadi anak-anak yang berakhlak, memahami kesalahan," tegasnya.

Donasikan Rp 25 juta untuk anak yatim

Kekaguman Dedi Mulyadi semakin memuncak saat Bu Atun menunjukkan kerendahan hatinya.

Diketahui, Dedi yang terharu mendengar cerita hidup Bu Atun, kemudian memberikan uang tunai sebesar Rp 25 juta.

Namun, alih-alih menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi, Bu Atun justru langsung berniat menyumbangkan seluruh uang tersebut ke yayasan anak yatim yang ia bina di depan kediamannya.

"Saya niatkan niat baik bapak menjadi ganda. Rp 25 juta akan saya sumbangkan kepada yayasan yatim yang saya bina. Karena saya punya yayasan yatim di depan saya," ujar Bu Atun.

Mengenai sanksi bersih-bersih lingkungan sekolah yang diberikan kepada para siswanya, Bu Atun setuju selama hal tersebut bertujuan untuk mendidik, bukan karena rasa benci.

"Kalau itu memungkinkan menjadikan anak-anak menjadi lebih baik kenapa tidak? Enggak apa-apa Pak bagus, tapi kasih sayang kita tetap, perlakukan dia sebagaimana dia manusia. Menghukum itu bukan membenci, menghukum itu menyayangi," pungkasnya.

Baca juga: Gebby Saragih Jebolan The Voice Kids Season 4 Ikuti UTBK 2026, Bidik Bangku Kuliah Negeri

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-jateng.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved