Berita Nasional
Purbaya Bahas Soal Tarif Selat Malaka Langsung Jadi Sorotan Dunia, Menlu Singapura Bereaksi
pernyataan Purbaya keburu menjadi sorotan dunia di tengah blokade Selat Hormuz yang membuat ekonomi dunia kacau.
Ringkasan Berita:- Wacana tarif di Selat Malaka yang menghubungkan Asia Tenggara itu menjadi sorotan media-media asing- Pernyataan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa yang mau menarik tarif di Selat Malaka menjadi perhatian dunia- Vivian mengatakan bahwa jalur pelayaran melalui Selat Malaka dan Singapura harus tetap terbuka untuk semua .
TRIBUN-MEDAN.com - Pernyataan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa yang mau menarik tarif di Selat Malaka menjadi perhatian dunia. Termasuk membuat Singapura bereaksi.
Wacana tarif di Selat Malaka yang menghubungkan Asia Tenggara itu menjadi sorotan media-media asing seperti Channel News Asia (CNA), Anadolu Ajensi, hingga The Straits Times.
Diketahui Menteri Keuangan Indonesia sempat mengemukakan gagasan untuk mengenakan pungutan pada kapal yang menggunakan Selat Malaka dan Singapura.
Purbaya Yudhi Sadewa secara sambil lalu mengomentari kemungkinan pemberlakuan tarif di Selat yang dimiliki oleh Indonesia, Singapura, dan Malaysia itu.
Baca juga: 10 Kementerian Kinerja Terbaik, Tingkat Kepuasan Publik Capai 70,77 Persen Atas Kerja Prabowo
“Kapal lewat Selat Malaka nggak kita charge ya. Sekarang Iran meng-charge kapal lewat Selat Hormuz. Kalau kita bagi tiga Indonesia, Malaysia, Singapura, lumayan kan,” ujarnya dalam Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Ia mengibaratkan pembagian pendapatan bisa disesuaikan dengan panjang wilayah masing-masing negara.
Dalam hal ini, Indonesia dan Malaysia disebut berpotensi memperoleh porsi lebih besar dibanding Singapura.
Pernyataan Purbaya kemudian buat geger hingga buru-buru diralatnya.
Baca juga: Kunjungan Luar Negeri Lagi, Prabowo Akan Kembali Melawat ke Perancis
Purbaya memastikan penerapan tarif di Selat Malaka akan sulit karena perairan tersebut dimiliki ketiga negara yakni Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
Namun demikian pernyataan Purbaya keburu menjadi sorotan dunia di tengah blokade Selat Hormuz yang membuat ekonomi dunia kacau.
Misalnya saja media asal Singapura The Straits Times menulis judul berita “Menteri Keuangan Indonesia sempat mengemukakan, lalu menarik kembali usulan pungutan di Selat Malaka,”
Pun Channel News Asia menulis judul berita “Menteri Keuangan Indonesia mengusulkan pemberlakuan bea masuk bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Malaka,”
Bahkan pernyataan Purbaya ditanggapi oleh Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan.
Baca juga: Syekh Ahmad Al Misry Akhirnya Muncul, Dituduh Pelecehan Santri Sesama Jenis: Ini Fitnah yang Kejam
Vivian mengatakan bahwa jalur pelayaran melalui Selat Malaka dan Singapura harus tetap terbuka untuk semua .
Ia lebih lanjut menekankan bahwa Singapura tidak akan mendukung upaya apa pun untuk membatasinya.
“Hak akses transit dijamin untuk semua orang,” kata Dr. Balakrishnan dalam sebuah diskusi santai di acara CNBC di Singapura pada Rabu pagi. “Kami tidak akan berpartisipasi dalam upaya apa pun untuk menutup, melarang, atau mengenakan biaya tol di lingkungan kami.” seperti dimuat CNA.
Kemudian Anadolu Ajensi media asal Turki menyoroti Selat Malaka—yang berbatasan dengan Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Selat itu merupakan jalur maritim penting yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik, serta kerap disandingkan dengan titik-titik strategis lain seperti Selat Hormuz, Terusan Suez, dan Terusan Panama.
(Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Purbaya Bahas Soal Tarif Selat Malaka
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa
Selat Malaka
| 10 Kementerian Kinerja Terbaik, Tingkat Kepuasan Publik Capai 70,77 Persen Atas Kerja Prabowo |
|
|---|
| Usulan Wamendagri, Wacana Denda KTP Hilang, Bima Arya: Agar Lebih Tanggung Jawab |
|
|---|
| Disorot Komnas HAM, Penyiraman Andrie Yunus Minim Transparansi, Tak Diberi Akses Bertemu 4 Pelaku |
|
|---|
| Jabatan Baru Windra Sanur, Pamit setelah 8 Tahun Setia Mendampingi Jokowi Sebagai Paspampres |
|
|---|
| 10 Tugas Kerja Manajer Kopdes Merah Putih, Lengkap Perkiraan Gaji Ketua hingga Pengurus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Purbaya-Yudhi-Sadewa-Menkeu-1.jpg)