Berita Viral

SANTAINYA Gaya Gubernur Rudy Masud Usai Didemo Buntut Renov Rumdin Rp25 M dan Mobil Rp8,5 M

Santainya gaya Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud usai didemo hingga berakhir ricuh buntut kontroversinya mulai dari mobil, rumah dinas Rp25 m hingg

Istimewa
DEMONSTRASI DI KALTIM -- Senja yang beranjak malam di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Senin (21/4) menyisakan jejak ketegangan. Setelah berjam-jam aksi unjuk rasa yang diwarnai kericuhan, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya terlihat keluar dari kantornya sekitar pukul 19.15 Wita. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Santainya gaya Rudy Masud Gubernur Kalimantan Timur usai didemo hingga berakhir ricuh.

Gaya santai Rudy Masud setelah didemo menjadi sorotan.

Sebelumnya Rudy Masud didemo di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Hal itu buntut segala kontroversi Rudy Masud.

Mulai dari mobil dinas mewah seharga Rp 8,5 miliar, rumah dinas Rp 25 miliar, termasuk fasilitas akuarium dan alat kebugaran.

Enggan ditemui secara langsung di kantornya, Gubernur Rudy Mas’ud memberikan tanggapan melalui unggahan di akun Instagram resminya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan masyarakat yang menjalankan fungsi kontrol sosial.

Baca juga: Duduk Perkara Rumah Ditembok, Selama Ini Cicil Beli Rumah Rp840 Juta Tapi Tiba-tiba Dianggap Sewa

“Masukan hari ini sangat berarti dan berkelas.

Kami berharap masyarakat bisa menjadi mata dan telinga dalam melakukan perbaikan dan evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” tulis Rudy dalam unggahannya.

Hingga kini, publik masih menanti respons konkret pemerintah provinsi terkait tuntutan evaluasi anggaran rumah jabatan senilai Rp 25 miliar dan pengadaan mobil mewah Range Rover seharga Rp 8,5 miliar yang menjadi pemicu utama kemarahan massa.

KEMBALIKAN MOBIL - Ilustrasi Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud terlihat mengemudikan sendiri kendaraan yang membawa rombongan Menteri Kehutanan menuju lokasi kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (28/2/2026) sore. Gubernur Kaltim batalkan mobil dinas Rp8,5 miliar dan minta dana dikembalikan ke kas daerah. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)
KEMBALIKAN MOBIL - Ilustrasi Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud terlihat mengemudikan sendiri kendaraan yang membawa rombongan Menteri Kehutanan menuju lokasi kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (28/2/2026) sore. Gubernur Kaltim batalkan mobil dinas Rp8,5 miliar dan minta dana dikembalikan ke kas daerah. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) (Tribunkaltim.com)

Sebelumnya sehari pasca-aksi unjuk rasa besar di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, suasana di pusat pemerintahan tersebut masih mencekam dan dijaga ketat.

Selain kerusakan fasilitas fisik, akses komunikasi bagi awak media untuk mendapatkan keterangan langsung dari Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, masih tertutup rapat.

Dilansir pantauan Kompas.com pada Rabu (22/4/2026) siang, area kantor gubernur ditetapkan sebagai "area steril".

Petugas keamanan membatasi pergerakan wartawan dan melarang pengambilan gambar di dalam kompleks perkantoran dengan alasan instruksi pimpinan.

Baca juga: Inara Rusli Sinis Disinggung Soal Foto Bareng Pria Ditutup Stiker: Bapak Kau Insanul


Upaya konfirmasi kepada Rudy Mas'ud pun nihil. Meski sempat diketahui berada di lingkungan kantor untuk beribadah, gubernur langsung bergeser menuju rumah jabatan tanpa memberikan pernyataan apa pun kepada media yang telah menunggu sejak pagi.

Hingga saat ini, pemulihan di kawasan depan kantor gubernur belum sepenuhnya tuntas, di mana jejak-jejak ketegangan dari aksi sebelumnya masih terlihat sangat jelas di beberapa titik.

Pagar kawat berduri tampak masih mengelilingi area tersebut hingga ke rumah jabatan, sementara videotron di bagian depan kantor terlihat tertutup papan tripleks sebagai langkah perlindungan.

Kondisi lingkungan pun tak luput dari dampak kerusakan, dengan tanaman di area taman yang rusak serta tercabut, ditambah lagi dengan trotoar dan badan jalan yang dilumuri oli, diduga sisa dari dinamika aksi massa.

Selain itu, gulungan kawat berduri yang masih berserakan di trotoar kini menjadi penghambat bagi akses para pejalan kaki yang melintas di wilayah tersebut.

Disisi lain lewat akun Instagramnya pula, istri Rudy Masud, Sarifah Suraidah Harum banyak merepost quote atau kata-kata dari akun lain di Insta Storynya.

Satu di antaranya soal tidak mencampuri urusan orang lain.

"Tolong normalisasikan tidak mengomentari kehidupan orang lain, tidak ikut campur dengan urusan orang lain merupakan bagian dari etika, semua orang memiliki cara hidupnya masing-masing.

Berhenti menyimpulkan sesuatu lewat apa yang hanya kami liat sesaat. 

Belajarlah untuk membatasi hal-hal yang memang bukan urusanmu," tulis dalam postingan.

*/tribun-medan.com

sebagian artikel ini telah tayang di Tribunbogor

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved