Berita Viral
NASIB 6 Polisi Paksa Mau Geledah Mobil di Jakarta Barat, Tuduh Pengemudi Baru Ambil Narkoba
Karena merasa curiga, pengemudi mobil menghubungi kawannya yang bertugas di Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat.
TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah nasib 6 polisi yang paksa mau geledah mobil di Jakarta Barat.
Para polisi ini mengatakan bahwa pengemudi mobil tersebut baru mengambil narkoba.
Pengemudi yang bingung tampak berusaha menghubungi rekannya.
Baca juga: Berbekal 4 Atlet, PABSI Sumatera Utara Sabet 5 Medali di Kejurnas 2026
Namun petugas memaksa agar mobil tersebut ditepikan dan dilakukan penggeledahan.
Kasus ini terjadi di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Video polisi vs pengemudi ini pun menjadi viral di media sosial.
Baca juga: SOAL KASUS Penggelapan Dana Umat Paroki Aek Nabara, Dasco Pertemukan Suster Natalia-Dirut BNI
Kini enam anggota kepolisian itu diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).
Propam adalah unit internal Polri yang bertugas mengawasi perilaku dan menindak pelanggaran disiplin anggota.
Dalam rekaman video yang beredar, mobil tersebut tampak dipepet tiga sepeda motor berisi enam pria berpakaian hitam, sebagian menutup wajah.
Mobil itu dicegat saat sedang dalam perjalanan pulang menuju Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
Berdasarkan video yang viral di media sosial, mobil itu tiba-tiba tampak dipepet oleh tiga sepeda motor yang dinaiki enam pria.
Mereka lalu menghentikan paksa mobil dan mengklaim sebagai polisi dari Polres Metro Jakarta Barat.
Pengemudi mobil mengatakan mobil itu mulai diikuti sejak lewat di depan Kompleks Casa Jardin.
"Sekitar jam 15.30 WIB mobil saya tiba-tiba dicegat tiga motor dan enam orang mengaku polisi dan teriak-teriak agar saya buka pintu mobil dan dituduh ambil narkoba dari kawasan Cengkareng," demikian keterangan dalam video yang viral.
Baca juga: Banmus DPRD Medan Jadwalkan Paripurna Pemberhentian Rajudin Sagala sebagai Wakil Ketua DPRD Medan
Pengemudi mobil panik dan membuka pintu mobil.
Selanjutnya, salah seorang pria masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang.
"Bapak dari mana tadi?" tanya pria itu dengan keras.
Baca juga: Targetkan Investor Baru Masuk, Gubsu Bobby akan Kelola Ulang Produk Gula Merah dan Herbal di Sumut
"Kita polisi, jangan takut," kata dia sembari menunjukkan kartu anggota.
Pria itu mendesak agar mobil ditepikan supaya bisa dilakukan penggeledahan narkoba.
Karena merasa curiga, pengemudi mobil menghubungi kawannya yang bertugas di Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Seorang pria keberatan dengan tindakan pengemudi yang menelepon kawannya.
"Nelponnya matiin dulu," pinta pria itu.
"Jangan lama-lama. Entar malah mempersulit Bapak. Udah tenang saja," kata pria lainnya.
Beberapa waktu kemudian, keenam pria itu meninggalkan lokasi.
Dapat Laporan dari Anonim
Kapolsek Grogol Petamburan Reza Aditya mengonfirmasi bahwa keenam pria itu adalah anggota kepolisian.
Reza berkata pencegatan dilakukan setelah masyarakat melaporkan dugaan adanya transaksi narkoba di lokasi tersebut.
"Memang itu dari personel kami karena sebelumnya menerima laporan anonim terkait dugaan pelanggaran," kata Reza ketika dimintai konfirmasi, Senin malam, (20/4/2026), dikutip dari Tribun Jakarta.
Dia menyebut para polisi itu hendak memeriksa kendaraan yang dicurigai.
Akan tetapi, pengemudi disebut tidak bersifat kooperatif dan memilih merekam peristiwa itu.
Baca juga: Satresnarkoba Polrestabes Medan Sita 1.500 Cartridge Liquid Vape Campur Narkoba dari Tanjungbalai
Para polisi kemudian memutuskan melepaskan mobil itu dengan pertimbangan situasi di dalam mobil, termasuk keberadaan anak di bawah umur.
Sementara itu, warganet mengkritik tindakan polisi yang dianggap kasar, misalnya berteriak, memaksa pengemudi membuka pintu, dan masuk ke bagian belakang mobil.
Mengenai tindakan anggota yang dianggap berlebihan, Reza mengklaim tindakan itu adalah bentuk kewaspadaan di lapangan terhadap potensi ancaman dari pelaku yang diduga terlibat narkoba.
"Nah, kita kan juga ada antisipasi dari personel kami juga gitu lho. Karena kan tahu sendiri kalau mungkin bahayanya dari dalam mobil itu kan, ya kita antisipasi lah untuk hal-hal tersebut. Makanya kita dengan adanya laporan dari masyarakat itu, makanya kita melakukan tindakan itu," kata Reza dikutip dari Kompas.com.
Reza berujar para polisi yang terlibat sedang menjalani pemeriksaan internal oleh Propam guna mempertanggungjawabkan tindakan mereka di lapangan. Adapun saat ini polisi juga sedang mencari tahu identitas pengemudi.
"Sampai saat ini kita lagi masih mencari identitas yang memviralkan videonya ini untuk mau kita mediasikan. Iya, sekarang kita masih berusaha buat nyari," ucap Reza.
Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/NASIB-6-Polisi-Paksa-Mau-Geledah-Mobil-di-Jakarta-Barat-Tuduh-Pengemudi-Baru-Ambil-Narkoba.jpg)