Berita Viral
Kantor Gubernur Kaltim Dipasang Kawat Berduri Jelang Demo 21 April, Pengamat: Itu Rumah Rakyat
Ia menyoroti pemasangan kawat berduri serta penguatan pagar yang dinilai terlalu berlebihan untuk fasilitas pemerintahan.
TRIBUN-MEDAN.com - Kantor Gubernur Kalimantan Timur dipasang kawat berduri di area depan menjelang rencana demo 21 April 2026 yang kini menjadi perhatian publik.
Langkah tersebut dianggap tidak biasa dan memunculkan berbagai sorotan dari sejumlah pihak.
Pengamat kebijakan publik, Saipul Bahtiar, menilai kebijakan itu berbeda dibandingkan pendekatan pada masa kepemimpinan sebelumnya.
Ia menyoroti pemasangan kawat berduri serta penguatan pagar yang dinilai terlalu berlebihan untuk fasilitas pemerintahan.
“Ini seperti memperlakukan kantor pemerintahan sebagai markas militer. Padahal, kantor gubernur itu rumah rakyat,” kata Saipul saat ditemui di kampus Fisipol Universitas Mulawarman, Senin, (20/4/2026).
Baca juga: Daftar 5 Pimpinan KPK, Dewas Diminta Periksa Handphone terkait Pengalihan Status Tahanan Gus Yaqut
Menurut Saipul, prinsip pemerintahan yang baik seharusnya tidak mengedepankan pembatas fisik yang terlalu ketat.
Ia menegaskan bahwa pemimpin yang yakin pada kebijakan pro-rakyat tidak perlu menciptakan sekat berlebihan dengan masyarakat.
Selain itu, ia juga mengingatkan potensi risiko dari pemasangan kawat berduri tersebut.
Menurutnya, hal itu bisa membahayakan masyarakat maupun pegawai yang beraktivitas di area kantor setelah aksi berakhir.
Baca juga: Kesalnya Uya Kuya Dituduh Punya 750 Dapur MBG, Suami Astrid: Kenapa Saya Lagi yang Difitnah
Akumulasi Kekecewaan Masyarakat
Terkait rencana aksi 21 April, Saipul melihat hal ini sebagai akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap sejumlah kebijakan pemerintah daerah.
Seperti terkait anggaran kendaraan dinas senilai Rp 8,5 Miliar dan renovasi rumah jabatan serta fasilitas untuk gubernur-wakil gubernur yang mencapai Rp 25 Miliar.
Selain itu, beban ekonomi masyarakat juga disebut meningkat.
Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak kendaraan, hingga tarif layanan air disebut menambah tekanan di tengah kondisi upah yang tidak banyak berubah.
Saipul juga menyinggung soal transparansi anggaran, termasuk honor tim ahli gubernur yang dinilai cukup besar.
Baca juga: NASIB Atlet MMA Terancam Hukuman Mati Kasus Pembunuhan Nus Kei, Polisi Minta Keluarga Tahan Diri
Saipul berharap Gubernur dan DPRD bersedia menemui langsung para demonstran.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rahim mengatakan, pihaknya telah memperkuat pagar hingga memasang kawat berduri di area kantor gubernur.
“Kami sudah melakukan penguatan secara menyeluruh, mulai dari fondasi pagar, pengelasan di titik rawan, hingga pemasangan kawat besi yang mengelilingi area kantor gubernur,” kata Edwin saat ditemui di lobi Kantor Gubernur, Senin (20/4/2026).
Menurut dia, penambahan tiang besi menjadi salah satu langkah utama untuk memastikan pagar tidak mudah roboh jika terjadi tekanan massa.
Selain penguatan fisik, Pemprov Kaltim juga menggelar simulasi pengamanan bersama aparat gabungan.
“Simulasi ini untuk persiapan pengamanan pada 21 April, terkait rencana aksi dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur dan elemen mahasiswa,” ujar Edwin.
Secara keseluruhan, sebanyak 1.897 personel disiagakan untuk mengawal jalannya aksi.
“Harapannya aksi bisa berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu ketertiban umum,” katanya.
(Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di Tribuntrends.com
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Kantor Gubernur Kaltim Dipasang Kawat Berduri
Heboh Kantor Gubernur Kaltim Dipasang Kawat
Gubernur Kaltim
| NASIB Atlet MMA Terancam Hukuman Mati Kasus Pembunuhan Nus Kei, Polisi Minta Keluarga Tahan Diri |
|
|---|
| Profil Fredy Ferdian Isnartanto akan Jadi Hakim Kasus Penyiraman Andrie Yunus |
|
|---|
| Respons Bahlil Lahadalia Tewasnya Kader Golkar Nus Kei, Ambil Langkah Organisasi Kawal Kasus |
|
|---|
| Disambar Kereta Api, Seorang Pengemudi Ojol Tewas Terpental di Medan Denai |
|
|---|
| Nasib 2 Tersangka Penikaman Nus Kei Terancam Hukuman Mati, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kawat-berduri-di-kantor-gubenrur.jpg)