Berita Nasional
Respons Jokowi Jawab Klaim JK Jadikannya Presiden: Saya Orang Kampung, Bukan Siapa-siapa
Jokowi merespons santai dengan menyebut dirinya hanya “orang kampung” dan enggan memperpanjang polemik.
TRIBUN-MEDAN.com - Presiden ke-7 RI Joko Widodo angkat bicara terkait pernyataan Jusuf Kalla yang menyinggung perannya dalam perjalanan politik Jokowi.
Menanggapi hal tersebut, Jokowi merespons santai dengan menyebut dirinya hanya “orang kampung” dan enggan memperpanjang polemik.
Sebelumnya, Jusuf Kalla mengklaim memiliki kontribusi besar dalam mengantarkan Joko Widodo hingga menjadi presiden.
Ia bahkan menyebut perannya sejak Jokowi menjabat sebagai gubernur hingga akhirnya maju dalam Pilpres 2014.
"Saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung," kata Jokowi di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Senin (20/4/2026), menjawab pertanyaan awak media mengenai responsnya atas pernyataan JK, dilansir video YouTube KompasTV.
Sebelumnya, Jusuf Kalla mengaku telah membantu karier politik Jokowi sejak menjadi gubernur. Bahkan, ia mengeklaim dirinyalah yang "membawa" Jokowi ke Jakarta.
Hanya, JK mengaku sempat keberatan dengan pencalonan Jokowi sebagai presiden pada 2014. Sebab, ia menilai Jokowi pada waktu itu masih terlalu muda.
Akan tetapi, Kalla akhirnya bersedia mendampingi Jokowi di Pilpres 2014 setelah diminta Ketua PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, Megawati waktu itu memintanya memberi bimbingan kepada Jokowi sebagai senior.
"Jokowi jadi presiden karena saya, kan tanpa gubernur mana bisa jadi presiden," ujar JK dalam konferensi persnya, Sabtu (18/4/2026), dipantau dari Breaking News KompasTV.
Organisasi pendukung Jokowi, Projo, turut merepons pernyataan JK tersebut. Menurut Projo, kemenangan Jokowi sebagai presiden merupakan kehendak rakyat, bukan atas peran individu.
"Kami menegaskan bahwa kemenangan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia adalah hasil dari kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia," ujar Sekjen Projo Freddy Damanik, Senin (20/4/2026), sebagaimana laporan tim jurnalis KompasTV.
Ia menyebut keberhasilan Joko Widodo menjadi presiden merupakan bentuk kerja kolektif berbagai elemen bangsa.
Freddy juga menyinggung peran relawan, masyarakat, hingga partai politik seperti PDI Perjuangan, dalam keberhasilan Jokowi.
"Keberhasilan Joko Widodo tidak dapat dilepaskan dari rekam jejak kepemimpinan beliau yang lahir dari bawah, kerja nyata serta kedekatan dengan rakyat," kata Freddy.
Menurutnya, rekam jejak dan kedekatan Jokowi dengan rakyat merupakan fondasi keberhasilan Jokowi.
Ia lantas mengajak semua pihak untuk menjaga narasi kebangsaan yang sehat, tidak menyederhanakan proses demokrasi menjadi klaim personal, dan menjunjung tinggi semangat persatuan.
"Demokrasi Indonesia adalah milik rakyat dan setiap kemenangan dalam proses tersebut adalah kemenangan bersama, bukan milik individu," pungkasnya.
Arti Termul
Istilah Termul, mendadak kembali jadi perhatian publik setelah Wapres ke-12 RI, Jusuf Kalla, menyebut kata tersebut dalam klarifikasinya terkait polemi ijazah palsu Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi).
Sosok Jusuf Kalla kini menjadi sorotan setelah memberikan klarifikasi di kediamannya, Sabtu (18/4/2026).
Pada kesempatan itu, Jusuf Kalla menggunakan nada tegas dan menyampaikan pandangan bukan untuk memperkeruh suasana.
Menurutnya, nasihat ini bentuk agar polemik dugaan ijazah palsu Jokowi tidak semakin memanas.
Namun, suasana sempat memanas ketika Kalla menanggapi pihak-pihak yang dianggap salah memahami posisinya.
Ia menilai ada narasi yang menyeret namanya seolah-olah ikut mendelegitimasi Presiden.
Dalam momen tersebut, Kalla melontarkan pernyataan yang menyita perhatian.
Ia mengatakan, “Kasih tahu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya,” dengan nada tegas di hadapan awak media.
Istilah “termul” sendiri dipakai sebagai sindiran untuk pihak yang dianggap terlalu membela Jokowi
Meski demikian, Kalla menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan bentuk klaim sepihak.
Ia menjelaskan bahwa proses politik selalu melibatkan banyak pihak dan tidak bisa disederhanakan hanya pada satu peran saja.
Bahkan terakhir Jusuf Kalla dituduh memberi Roy Suryo Rp 5 miliar untuk kasus ijazah Jokowi.
"Apalagi saya dituduh kasih Rp 5 m. mana saya kasih Rp 5 m, ketemu aja tidak tahu saya. kenal pun tidak, ini buktinya, WA-nya. Yadi jangan terima. Saya dibilang bohirnya, ketemu saja tidak mau saya," katanya.
Kalla juga menegaskan posisinya tetap netral dalam polemik ini.
Ia berharap persoalan dapat diselesaikan secara jernih berbasis fakta, serta mengimbau semua pihak untuk tidak memperkeruh situasi yang berpotensi mengganggu stabilitas publik.
Jusuf Kalla mengatakan bahwa ia hanya memberi saran, bukan untuk ikut menyerang Jokowi dalam kasus ijazah.
Hal itu dilakukan karena JK merasa sebagai senior Jokowi.
"Saya seniornya, siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa waktu jadi gubernur, saya yang bawa," katanya.
"Saya ke ibu Mega, ibu ini calon baik orang PDIP, ah jangan. Saya datang lagi, akhirnya beliau jadi gubernur," tambah JK.
Setelah terpilih jadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi kemudian datang ke Jusuf Kalla mengucapkan terimakasih.
"Waktu dia menang jadi gubernur, datang ke saya ucapan terimakasih. apa kurangnya saya coba," katanya.
Jusuf Kalla pun mengatakan bahwa Jokowi bisa menjadi Presiden RI berkat dirinya.
"Kasih tahu semua termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa gubernur mana bisa jadi presiden," kata Jusuf Kalla.
Frasa Termul sendiri berarti Ternak Mulyono.
Mulyono merujuk kepada nama lain Presiden ke-7 Joko Widodo
Joko Widodo memang pernah menggunakan nama Mulyono saat kecil.
Menurut sejumlah kisah yang beredar, ia sering sakit ketika masih bayi, sehingga orang tuanya mengganti namanya menjadi Joko Widodo.
Dalam budaya Jawa, pergantian nama seperti ini dipercaya bisa membawa harapan agar anak tumbuh lebih sehat atau beruntung.
Namun, nama resmi yang digunakan dalam dokumen dan sepanjang karier publiknya adalah Joko Widodo.
Pegiat media sosial serta alumni Universitas Gajah Mada (UGM), Tifauzia Tyassuma atau Dr Tifa dalam sebuah kesempatan menyebut fans fanatik dan buzzer Jokowi sebagai 'Termul'
Berawal ketika dokter Tifa mempertanyakan keaslian ijazah kuliah Jokowi.
Sejak itu, dia menjadi sorotan publik.
Dalam setiap postingan, banyak akun yang dinilainya sebagai 'buzzer' itu berargumentasi, mulai dari menegaskan dirinya bukan peneliti hingga membela Jokowi.
Jengah dengan kelakuan para buzzer, Dr Tifa pun menyebutkan ada istilah lebih hina dari seorang buzzer.
Istilah tersebut adalah Termul.
Dijelaskannya dalam postingannya pada Senin (18/5/2025), Termul adalah akronim dari Ternakan Si Mul.
Meski begitu, dirinya tidak menjelaskan lebih lanjut siapa sosok 'Mul' yang dimaksud.
Termul disebutkannya adalah hina dibandingkan dengan buzzer.
Sebab, Termul katanya diternak oleh seorang pembohong, perampok, dan pengecut.
"10 tahun ada julukan Buzzer, artinya Lalat pendengung. Kita tahu lalat itu makhluk penyantap sampah. Suka sekali hinggap di kotoran hewan dan menyantap apa yang ada di depannya. Jadi julukan itu sangat hina. Sangat menjijikkan," tulis Dr Tifa.
"Sekarang ada lagi yang lebih hina: TERMUL. Ternakan si Mul. Sudahlah hewan ternak. Diternak oleh seorang Pembohong, Perampok, dan Pengecut. Sudah mentok ini, tidak ada yang lebih hina dan lebih rendah dari julukan ini," bebernya.
Lalu, Firdaus Oiwobo, pendukung Jokowi belum lama ini membuat organisasi baru untuk memberikan dukungan kepada Jokowi.
Organisasi pendukung Jokowi itu dinamakannya Termul, akronim dari Ternak Mulyono.
Hal tersebut disampaikan Firdaus Oiwobo lewat reels instagramnya @m.firdausoiwobo_sh pada Sabtu (23/8/2025).
Dalam postingannya, Firdaus Oiwobo mengutarakan alasan dirinya membentuk Termul untuk menghadapi Roy Suryo Cs.
Organisasi itu memiliki logo monyet berwarna cokelat yang melamaikan tangan dengan tulisan termul di bawahnya.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hari ini pada tanggal 23 Agustus 2025, saya resmi mendirikan organisasi Ternak Muliono atau Termul. Saya sebagai ketua umum dan pendirinya akan mendeklarasikan dalam waktu dekat," ungkap Firdaus Oiwobo dalam videonya.
"Tujuan saya mendirikan organisasi Termul ini atau Ternak Mulyono adalah untuk melawan dalil-dalil hukum dari Roy Suryo dan Rismon Cs yang didampingi oleh Ahmad Khozinudin dan kawan-kawan," bebernya.
Oleh karena itu, bagi masyarakat yeng mendukung Jokowi bisa bergabung dengan organisasi yang diinisiasinya itu.
Tujuannya untuk melawan Roy Suryo yang disebutnya 'Panci' dan Rismon Sianipar yang dijulukinya 'betok' itu.
"Bagi masyarakat yang mau bergabung, silakan mari kita lawan arus-arus negatif dari provokasi yang mereka lakukan," ungkap Firdaus Oiwobo.
"Saya, Doktor Kandidat Muhammad Firdaus Oiwobo SH, MH, CFLS, CLA, LCA, CMK sebagai Ketua Umum Termul atau Ternak Mulyono akan melawan Roy Suryo Panci, dan Rismon Betok. Terima kasih. Bravo!" tutupnya bersemangat.
Artikel ini telah tayang di Kompas TV
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Menteri ESDM Ungkap Alasan BBM Naik, Bahlil: Pertamax Turbo untuk Orang Kaya |
|
|---|
| Respons PDIP soal Pernyataan Jusuf Kalla, Guntur Romli: Jokowi Itu Memang Berkhianat |
|
|---|
| Bocoran Kapan Gaji ke-13 PNS 2026 Cair, Begini Jawaban Purbaya di Tengah Serba Efesiensi |
|
|---|
| Alasan Besar Jusuf Kalla di Balik Usulkan Pemerintah Cabut BBM Bersubsidi |
|
|---|
| Relawan Projo Ungkap Kunci Utama Jokowi Menang di Pilpres, Bantah Ucapan Jusuf Kalla |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jokowi-jusuf-kalla-ijazah-tribunmedan.jpg)