Berita Viral

GURU Syamsiah Tak Bakal Lapor Polisi Setelah Dibully dan Diacungkan Jari Tengah Oleh Murid-Muridnya

Guru PKN SMAN 1 Purwakarta, Syamsiah yang diolok-olok muridnya memastikan tidak akan membuat laporan ke polisi. 

TRIBUN MEDAN
Guru PKN SMAN 1 Purwakarta, Syamsiah yang diolok-olok muridnya memastikan tidak akan membuat laporan ke polisi.  

TRIBUN-MEDAN.com - Guru PKN SMAN 1 Purwakarta, Syamsiah yang diolok-olok muridnya memastikan tidak akan membuat laporan ke polisi. 

Syamsiah menjadi bahan olok-olokan oleh 9 orang muridnya. 

Para murid mengacungkan jari tengah ke Syamsiah cuma gegara kesal terjadi perubahan jadwal presentasi. 

Video para murid mengoloknya viral di media sosial.

Syamsiah pun angkat bicara. 

Ia mengatakan telah memaafkan para murid itu. 

Bahkan, ia juga mendoakan agar mereka dapat menyadari kesalahan dan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik.

"Saya sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Mereka juga menangis menyadari kesalahannya. Kewajiban saya sebagai guru adalah memaafkan agar mereka bisa menjadi generasi yang berakhlak," ujar Syamsiah atau dikenal dengan nama bu Atun kepada Tribunjabar.id, Senin (20/4/2026).

Baca juga: HARGA BBM Pertamax 92 Potensi Naik, Menteri Bahlil: Kalau Begini Terus, Kemungkinan Ada Penyesuaian

Baca juga: JEJAK Perseteruan Nus Kei vs John Kei, Dipicu Persoalan Uang Rp 1 Miliar dan Jual Tanah

Sebelumnya publik dihebohkan dengan video yang menampilkan sejumlah siswa yang mengejek gurunya. Mereka menjulurkan lidah serta mengacungkan jari tengah. 

Video tersebut lantas viral dan menjadi sorotan banyak pihak. Orangtua siswa dipanggil ke sekolah dan yang bersangkutan pun membuat video permintaan maaf. 

Kabar terbaru, sang guru menunjukkan sikap penuh keteladanan usai diduga menjadi korban pelecehan oleh sembilan siswanya.

SISWA HINA GURU: Aksi pelecehan terhadap guru oleh sembilan siswa SMAN 1 Purwakarta terjadi sesaat setelah kegiatan belajar mengajar selesai di kelas. Kini 9 siswa itupun diskors dan terancam sanksi sosial
SISWA HINA GURU: Aksi pelecehan terhadap guru oleh sembilan siswa SMAN 1 Purwakarta terjadi sesaat setelah kegiatan belajar mengajar selesai di kelas. Kini 9 siswa itupun diskors dan terancam sanksi sosial (IST)

Alih-alih melapor, ia memilih memaafkan dan mendoakan para siswa agar menjadi generasi yang lebih baik.

Ia menegaskan tidak memiliki niat sedikit pun untuk melaporkan para siswa tersebut. Baginya, tujuan utama sebagai pendidik adalah membimbing dan memperbaiki perilaku anak didik, bukan menghukum.

"Saya tidak akan pernah melapor. Mindset saya adalah ingin mengubah anak didik menjadi orang yang berakhlak tinggi dan selamat dunia akhirat," katanya.

Menurut Syamsiah, kenakalan siswa tidak bersifat permanen. Ia meyakini setiap anak memiliki peluang untuk berubah menjadi lebih baik, selama diberikan bimbingan dan kesempatan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved