Berita Internasional
Harga Minyak Dunia 20 April 2026, Melonjak 7 Persen Akibat Selat Hormuz Ditutup Lagi
Hal ini disebabkan oleh potensi terhambatnya pengiriman minyak ke berbagai negara konsumen, terutama di Asia dan Eropa.
Situasi semakin memburuk setelah Amerika Serikat disebut menyita kapal kargo milik Iran yang berusaha menembus blokade. Langkah ini memicu reaksi keras dari Iran dan memperkeruh kondisi yang sebelumnya sempat mereda.
Ketegangan meningkat hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan akan mengirim utusan untuk membuka jalur negosiasi baru.
Namun, di saat yang sama, ia juga mengancam akan melancarkan serangan lanjutan jika Iran tidak memenuhi tuntutan yang diajukan.
Di sisi lain, Iran dikabarkan menolak pembicaraan damai baru, sehingga menambah ketidakpastian di pasar global. Penolakan tersebut menjadi sinyal negatif bagi investor yang sebelumnya berharap konflik dapat segera mereda.
Pergerakan Pasar yang Berubah Cepat
Menariknya, sebelum lonjakan ini terjadi, pasar sempat menunjukkan optimisme. Pada Jumat, 17 April 2026, harga minyak justru anjlok hingga 9 persen setelah Iran membuka kembali Selat Hormuz.
Penurunan tersebut terjadi karena pelaku pasar berharap konflik yang telah berlangsung selama tujuh minggu dapat segera berakhir. Pembukaan kembali jalur tersebut dianggap sebagai tanda positif menuju stabilitas.
Namun, kondisi berubah drastis dalam waktu singkat. Selat Hormuz kembali ditutup hanya sekitar 12 jam setelah dibuka. Perubahan cepat ini membuat pasar kembali berbalik arah dan menunjukkan volatilitas tinggi.
Volatilitas sendiri merupakan istilah dalam ekonomi yang menggambarkan tingkat fluktuasi harga dalam periode tertentu. Dalam kasus ini, volatilitas tinggi menunjukkan bahwa harga minyak sangat sensitif terhadap perkembangan situasi geopolitik.
Analisis Pasar: Masih Ada Peluang Komunikasi
Meski situasi terlihat memanas, analis pasar dari Pepperstone, Michael Brown, memberikan pandangan yang sedikit berbeda. Ia menilai bahwa meskipun kondisi saat ini memicu kekhawatiran, masih terdapat peluang komunikasi antara kedua pihak.
“Memang kabar penutupan Selat Hormuz tidak bagus, begitu juga dengan serangan kapal dan ancaman Trump terhadap Iran. Tapi kalau dilihat lebih sederhana, kedua pihak sebenarnya masih saling berkomunikasi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun konflik meningkat, jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Hal ini menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi arah pergerakan pasar ke depan.
Namun demikian, Brown juga mengingatkan bahwa jika Iran benar-benar menolak untuk melanjutkan pembicaraan damai, maka reaksi pasar bisa menjadi jauh lebih ekstrem.
“Jika memang dipastikan Iran tidak akan menghadiri pembicaraan, maka reaksi pasar akan jauh lebih menghindari risiko dibandingkan yang terlihat saat ini,” kata dia.
| Suami Tembak Guru yang Diduga Selingkuhan Istri hingga Tewas, Istri Buat Pengakuan sebagai Pelaku |
|
|---|
| Rahasia Gelap 22 Tahun Suaminya Terbongkar, Wanita Ini Tak Menyangka Suami dan Ibunya Selingkuh |
|
|---|
| Viral Wanita Jadi Selingkuhan Suami Orang, Ngaku Nyesal Berhubungan saat Istri Sah sedang Hamil |
|
|---|
| Makin Panas, Iran Tembaki Kapal Tanker yang Melintasi di Selat Hormuz: Tidak Ada yang Boleh Lewat |
|
|---|
| Tolak Hubungan Suami Istri, Pengantin Pilih Kekasih dan Ngadu ke Polisi demi Batalkan Pernikahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kapal-Tanker-Minyak-Pertamina-Masih-Tertahan-di-Selat-Hormuz.jpg)