Berita Viral
IDENTITAS 2 Pria Pelaku Penikaman Nus Kei di Bandara Sadsuitubun, Ketua DPD Golkar Tewas 4 Tusukan
Polisi telah menangkap pelaku penusukan Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, pada Minggu (19/4/2026).
Adapun ARK merupakan sopir mobil dan ikut melakukan perencanaan untuk menyerang EU.
Sementara YBR, BMR, HDR, dan YR turut ikut melakukan perencanaan untuk menyerang EU.
Atas kejadian itu, Felix dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951.
"Ancaman hukuman penjara selama 20 tahun dan paling lama seumur hidup," kata Hengki.
Sedangkan tersangka berinisial EU, MWT dan PM dijerat dengan Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 56 KUHP Juncto Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 358 KUHP dan atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951, diancam pidana penjara selama 15 tahun.
Untuk tersangka lainnya dijerat dengan Pasal 169 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 6 Tahun penjara, lalu Pasal 358 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 Tahun penjara serta Pasal 335 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 1 Tahun penjara.
Penjelasan polisi saat itu
Kasus penembakan terhadap seorang pria berinisial GR (44) hingga tewas di kawasan Medan Satria, Kota Bekasi, ternyata berawal dari konflik di wilayah Maluku.
Hal itu diungkapkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat itu, Kombes Hengki Haryadi, saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (6/11/2023).
"Hasil pemeriksaan kami bahwa kasus ini sebenarnya bermotif konflik antar beberapa kelompok yang sumbernya bukan di Jakarta, yang terjadi pada bulan September 2023 di Maluku," ujar Hengki.
Bermula dari EU atau Edwin yang merupakan kelompok John Kei dihubungi oleh seseorang berinisial YR bahwa akan terjadi penyerangan oleh kelompok GR.
Penyerangan itu terkait dengan perebutan lahan tanah yang mengakibatkan keluarga EU meninggal dunia dan keluarga GR rumahnya dibakar di Pulau Kei, Maluku.
"Kemudian pada 29 Oktober 2023 hari Minggu sekira jam 15.00 WIB, di base camp Tutrean yang terletak di Rama Plaza, Pondok Gede, Kota Bekasi mereka GR, YR, ARK, BMR, YBR, dan HDR membuat rencana untuk melakukan penyerangan terhadap keluarga saudara EU," kata Hengki.
Sempat Hubungi John Kei
Sebelum peristiwa terjadi, GR bahkan menghubungi John Kei untuk meminta izin melakukan penyerangan terhadap EU.
"Hal tersebut diperkuat dengan keterangan saudara YR yang mendengar percakapan antara saudara GR dengan saudara John Kei melalui handphone bahwa saudara GR minta izin untuk melakukan penyerangan kepada saudara EU dan saudara FU terkait permasalahan di kampung Tual Pulau Kei Maluku Tenggara," ujar dia.
Mengetahui rencana itu, John Kei tidak mengizinkan GR untuk melakukan penyerangan, tetapi hal diabaikan hingga terjadi penyerangan.
"Saudara John Kei tidak menyetujui rencana saudara GR, akan tetapi hal tersebut diindahkan. Kemudian sekitar pukul 17.30 WIB, saudara GR mengajak YR, ARK, BMR, YBR, dan HDR berangkat ke rumah saudara EU dan mereka berangkat dari base camp Tutrean yang terletak di Rama Plaza,
Pondok Gede, Kota Bekasi dengan mengendarai mobil Toyota Kijang Innova," tutur Hengki.
"Di dalam mobil, saudara GR membuat rencana bahwa nanti setelah tiba di rumah saudara EU, saudara GR yang akan turun dan naik untuk memastikan saudara EU kemudian yang lainnya yaitu YR, ARK, BMR, YBR, dan HDR mengiyakan," sambungnya.
Tiba di lokasi, GR kemudian turun dari mobil dengan membawa parang dan berusaha masuk ke dalam pagar kontrakan milik EU.
"Kemudian menghunuskan parang dan mengacungkan parang tersebut ke arah korban dan pihak korban melakukan perlawanan yang kemudian para pelaku meninggalkan tempat kejadian," kata dia.
"Jadi ini adalah motifnya balas dendam. Dan kemudian 6 orang melakukan penyerangan, namun sebelumnya rekan-rekan bahwa ternyata salah satu kelompok memberitahu daripada kelompok yang ada di Kavling Titian Murni ini bahwa akan terjadi penyerangan," lanjut Hengki.
Kelompok John Kei yang mengetahui akan diserang sudah mempersiapkan senjata untuk melakukan perlawanan.
"Sehingga, saat itu dari kelompok yang ada di Titian Murni Bekasi persiapan untuk melakukan perlawanan. Oleh karenanya, pada saat itu hasil pemeriksaan kami bahwa mereka sepakat akan turun, salah satunya korban atas nama Gaspar dengan mengeluarkan atau membawa senjata tajam ataupun parang senjata panjang ni ya," ucapnya.
Hengki mengatakan bahwa kelompok John Kei kemudian menembak GR dengan senjata api hingga tewas di tempat.
"Nah dalam faktanya, pada saat turun dari kendaraan, mengacungkan senjata tajam, dilakukan penembakan oleh tersangka Felix dari kelompok bersebrangan," tutur dia.
"Sekali tidak kena, ini buktinya kena mobil ya. Kemudian ditembak kedua kali kena ke pelipis. Setelah saat itu kemudian dari kelompok penyerang ini menyelamatkan korban, kemudian melarikan diri, termasuk yang melakukan perlawanan," sambungnya.
Dari peristiwa ini, sebanyak 11 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Namun, dari 11 tersangka itu, dua orang masih dalam daftar pencarian orang (DPO).
Lebih lanjut, Hengki mengatakan pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap dua DPO tersebut.
Ia meminta keduanya untuk menyerahkan diri sebelum dilakukan penindakan secara tegas.
"Kami memperoleh alat bukti dari hasil digital forensik CCTV pada saat penyerangan itu berlangsung. Oleh karenanya sebagaimana yang kami sampaikan tadi, masih ada dua DPO yang akan terus kami kejar, dan kami imbau untuk menyerahkan diri. Apabila tidak, maka akan kami tindak tegas," kata Hengki.
(*/tribun-medan.com)
Artikel sudah tayang di wartakota
| KISAH Desi, Diduga Depresi Karena Skripsinya Dicuri Teman, Kini Tetap ke Kampus Jadi Mahasiswa Abadi |
|
|---|
| Bantah Dicap Sakti, Kades Lumajang yang Dibacok 15 Orang Tapi Tak Luka Serius Ngaku Tak Pakai Cincin |
|
|---|
| Sepak Terjang Nus Kei, Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam di Bandara |
|
|---|
| Relawan Projo Buka Suara Usai Jusuf Kalla Singgung Jasa Menangkan Jokowi di Pilpres: Kerja Kolektif |
|
|---|
| Pengakuan Indra Guru Bejat Culik Murid SD di Sumedang, Korban Hilang 2 Hari, Kenalan di Aplikasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ketua-DPD-Golkar-Maluku-Tenggara.jpg)