Berita Viral

Bantah Dicap Sakti, Kades Lumajang yang Dibacok 15 Orang Tapi Tak Luka Serius Ngaku Tak Pakai Cincin

Bantah disebut sakti usai diserang brutal oleh 15 orang, Sampurno Kades di Lumajang mengaku tak pakai cincin dan hanya mengandalkan

TRIBUN MEDAN
Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Sampurno, mengungkapkan jurus yang digunakannya saat melawan 15 orang. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Bantah disebut sakti usai diserang brutal oleh 15 orang, Sampurno Kades di Lumajang mengaku tak pakai cincin.

Baru-baru ini Sampurno (45) Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, dikeroyok sekira 10 orang pada Rabu (15/4/2026).

Kendati diserang dengan brutal, namun Sampurno tak mengalami luka serius.

KADES LUMAJANG DIKEROYOK: (kiri) Detik-detik Kades di Lumajang, Sampurno dikeroyok dan dibacok menggunakan senjata tajam oleh 15 orang di rumahnya pada Rabu (15/4/2026) siang dan (kanan) kondisi terkini pak Kades
KADES LUMAJANG DIKEROYOK: (kiri) Detik-detik Kades di Lumajang, Sampurno dikeroyok dan dibacok menggunakan senjata tajam oleh 15 orang di rumahnya pada Rabu (15/4/2026) siang dan (kanan) kondisi terkini pak Kades (Tribun Medan Kolase/Angel aginta sembiring)

Bahkan, ia masih tegap berdiri setelah keluar dari rumah sakit.Dari hasil visum menunjukkan, Sampurno mengalami luka di bagian kepala sedalam 0,5 sentimeter dan bagian bahu memar dan lecet.

Sementara di tangan sebelah kanannya terluka sepanjang 3 sentimeter dan lebar 0,5 sentimeter.

Atas kondisinya yang tak mengalami luka serius meski diserang gerombolan warga, Sampurno bahkan disebut-sebut sebagai orang sakti.

Baca juga: Relawan Projo Buka Suara Usai Jusuf Kalla Singgung Jasa Menangkan Jokowi di Pilpres: Kerja Kolektif

Namun, Sampurno membantahnya. Dia menyebut hanya manusia biasa.

Sampurno mengatakan, kebal saat dikeroyok dan dibacok gerombolan warga, merupakan pertolongan Tuhan.

"Saya tidak Pakai cincin dan tidak pakai sabuk. Seandainya pakai ini InsyaAllah tambah tidak karu karuan."

"Saya yakin Allah menolong orang jujur dan tidak munafik," kata dia kepada TribunJatim.com, Sabtu (18/4/2026).

Sampurno mengatakan, peristiwa mencekam yang dialaminya bermula ketika ia mengajak istri dan cucunya mendatangi kediaman seorang bernama Dani untuk meminjam uang.

Sebab, yang bersangkutan sempat mengatakan memiliki uang yang bisa dipinjam.

"Saya bawa sertifikat lima, bawa duren.

Sampai disana bilang sakit, wes balik (sudah pulang)."

"Malu kami, kalau bilang tidak ada tidak akan kesana ya. Ditelepon tidak di angkat di WA tidak dibales, kurang ajar," ungkap Sampurno.

Baca juga: Pengakuan Indra Guru Bejat Culik Murid SD di Sumedang, Korban Hilang 2 Hari, Kenalan di Aplikasi

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved