Berita Viral
KRONOLOGI Bayi Meninggal Usai Kena Air Panas, Sang Ibu Curhat Duga Anaknya Jadi Korban Malpraktik
Rumah sakit menyatakan telah mengerahkan tim dokter multidisiplin dari berbagai spesialis untuk menangani pasien secara intensif.
Setibanya di RSUP M Djamil Padang, Nuri mengaku Alceo tidak langsung mendapatkan ruang perawatan. Ia bersama sang anak harus menunggu cukup lama di instalasi gawat darurat (IGD).
Baca juga: Makin Panas, Iran Tembaki Kapal Tanker yang Melintasi di Selat Hormuz: Tidak Ada yang Boleh Lewat
"Saat menunggu ini, anak saya menangis kesakitan dan hanya ditenangkan dengan ASI sambil digendong, karena tempat tidur di IGD disebut penuh, harinya masih sama, Kamis (26/3/2026) lalu," pungkasnya.
Tak hanya itu, ia mengaku sempat mendapat tanggapan kurang mengenakan saat menanyakan rencana tindakan medis terhadap Alceo.
Bahkan, Nuri menyebut sempat menunggu selama 24 jam lebih. Barulah keesokan harinya pada Jumat (27/4/2026) sekira pukul 21.00 hingga 23.000 WIB, Alceo menjalani operasi sirkumsisi dan debridement.
Hingga pada Sabtu (28/3/2026) pukul 02.00 WIB, Alceo dipindahkan ke ruang HCU Bedah. Pada saat itu, kondisi sang anak disebut mulai membaik dan ruang tersebut dinilai sebagai tempat perawatan terbaik.
Baca juga: Sudah 47 Tahun Belum Nikah, Penyanyi Dangdut Erie Suzan: Saya Tidak Bergantung pada Laki-laki
Dua hari berselang, kondisi Alceo dilaporkan pihak RSUP M Djamil Padang kepada Nuri juga membaik. Seperti luka tampak lebih bersih, dan bayi tersebut mulai terlihat nyaman.
Akan tetapi, pada Selasa (31/4/2026) dilaporkan kesehatan Alceo mulai menurun karena demam. Menurut pengakuan Nuri, pada hari itu tidak dilakukan pemandian maupun penggantian perban.
Sehari berselang, tepatnya pada Rabu (1/4/2026), kondisi sang anak disebut kembali mulai memburuk. Alceo menangis dan mengerang akibat rasa gatal hebat pada luka, selain itu rembesan cairan kekuningan juga mulai tampak dari perban.
"Melihat kondisi anak saya seperti itu, dokter sulit dihubungi, sehingga harus berkeliling mencari bantuan. Tindakan perawatan baru dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB," sebutnya.
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik Dratis Sejak April 2026, Menteri ESDM Bahlil: Stok Kita Aman
Siang berganti menjadi malam, Nuri melihat perubahan warna luka menjadi merah tua pada Alceo dan memberitahu dokter yang merawat. Tetapi, laporan itu tidak ditanggapi serius oleh tenaga medis.
Pada Kamis (2/42026) sekita pukul 01.00 WIB, Alceo kembali menangis kesakitan, muntah, hingga telapak tangannya berubah warna kebiruan.
Nuri mengaku telah berulang kali melapor, namun tanggapan yang ia dapat dinilai tidak memadai. Hingga pukul 03:00 WIB, sang anak mengalami kejang dan kesulitan bernapas.
"Bisa dikatakan tidak ada penangangan serius, hingga pagi, barulah pada Kamis sekitar jam 12.00 WIB, saya dan dokter sempat ada perdebatan dan akhirnya Alceo dipindahkan ke ruangan PICU," terangnya.
Alasan Alceo dipindahkan ke ruangan tersebut dikarenakan sempat menyatakan ingin membawa sang anak pergi berobat ke Singapura.
Akan tetapi, pihak RSUP M Djamil Padang menyebut kondisi Alceo sudah tidak memungkinkan untuk dirujuk. Dikhawatirkan nyawanya tak tergolong saat sampai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ilustrasi-seorang-bayi-tewas-akibat-ditinggalkan-ibunya_.jpg)