Berita Viral
KADES Lumajang Kebal Saat Dibacok dan Dikeroyok 15 Orang, Bantah Sakti, Ajak Pelaku Sholawat Bareng
Kepala Desa di Lumajang bernama Sampurno belakangan tengah menjadi perbincangan setelah menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan oleh 15 orang
Sampurno membantah disebut sakti, dia menilai dirinya hanya manusia biasa.
Kata dia, kebal saat dikeroyok dan dibacok gerombolan orang kemarin atas pertolongan tuhan.
"Saya tidak Pakai cincin dan tidak pakai sabuk. Seandainya pakai ini insyallah tambah tidak karu karuan. Saya yakin Allah menolong orang jujur dan tidak munafik," paparnya.
Meski demikian, Sampurno mengaku tidak dendam terhadap para pelaku, bahkan berencana menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.
"Betul sekali. Saya akan mencontohi bahwa orang muslim harus menunjukan agama itu bukan cuma KTP. Alquran ditaruh di hati sampai mati, isi salawat dan memaafkan saudara saudara yang telah khilaf," bebernya.
Atas peristiwa ini, Sampurno berharap bisa menjadi pelajaran hidup bagi semua orang agar menyelesaikan salah faham dengan tabayun baik-baik.
Baca juga: TAK Lama Lagi Prabowo Resuffle Kabinet, Pengamat Ungkap Ada Sejumlah Menteri Tak Mampu Tapi Diterima
"Tidak usah sampai membunuh, kasihan keluarga kita. Saya mohon maaf memang saya yang salah kepada Mas Dani," ucapnya.
Sampurno berharap para pelaku penganiaya dan pembacokan tersebut segera diberi hidayah olah tuhan, serta menerima segala konsekuensinya.
"Nerimo hukum berjalan, tapi tetap saya minta damai di Padepokan Arya Wiraraja Pendapa," tuturnya.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribunjatim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KADES-LUMAJANG-DIKEROYOK-kiri-Detik-detik-Kades-di-Lumajang-Sampurno.jpg)