Berita Viral

TAK Lagi Semua Anak, MBG Bakal Dibagikan Hanya ke Anak Kurang Gizi dan Kurang Mampu

Tak lagi untuk semua anak, kini Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal dibagikan hanya untuk anak kurang gizi dan

Tribun Depok/istimewa
VIRAL MENU MBG- Foto menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral karena berisi irisan kentang, kerupuk, wortel rebus, jeruk sebiji hingga saus tomat. kini Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal dibagikan hanya kepada anak kurang gizi. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Tak lagi untuk semua anak, kini Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal dibagikan hanya kepada anak kurang gizi.

Adapun arahan terbaru Presiden Prabowo Subianto agar program MBG yang sebelumnya dibagikan secara universal ke semua anak kini akan fokus ditujukan untuk anak kurang gizi.

Sedangkan anak dari kalangan ekonomi mampu tidak menjadi prioritas penerima.

Kini Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan tim untuk memilah data anak kurang gizi yang hanya akan menerima program MBG.

Tujuannya satu, membuat program terdistribusi tepat sasaran. Tim tersebut diberi nama Tim Optimalisasi Penerima Manfaat.

MENU MBG- Paket Makanan Bergizi (MBG) yang tetap dibagikan kepada siswa meski sekolah sedang libur di Medan, Rabu (31/12/2025). Dalam satu paket MBG berisi buah pisang, yoghurt, roti, biskuit, dan kacang-kacangan yang disusun rapi dan dapat diambil langsung oleh siswa maupun orang tua ke sekolah.
MENU MBG- Paket Makanan Bergizi (MBG) yang tetap dibagikan kepada siswa meski sekolah sedang libur di Medan, Rabu (31/12/2025). Dalam satu paket MBG berisi buah pisang, yoghurt, roti, biskuit, dan kacang-kacangan yang disusun rapi dan dapat diambil langsung oleh siswa maupun orang tua ke sekolah. (TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan)

Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan kesiapan BGN melaksanakan arahan Presiden Prabowo.

Seturut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2025, 7,8 juta anak di Indonesia masih mengalami kekurangan gizi. 

Fenomena ini menempatkan Indonesia dalam lima besar negara dengan masalah gizi tertinggi. Namun, terjadi penurunan prevalensi stunting menjadi sekitar 19,8 persen pada tahun 2024.

Prevalensi tengkes yang berada di bawah 20 persen ini merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah Indonesia.

"Kebijakan BGN 2026 disesuikan dengan intruksi presiden tersebut, yaitu peningkatan kualitas layanan dan efektivitas program," kata Dadan kepada Kompas.com, Selasa (14/4/2026).

Sejauh ini, program MBG makin luas seiring dengan bertambahnya 26.066 unit SPPG.

Baca juga: Mencuat Isu Reshuffle Kabinet, Siapa Menteri Diganti Prabowo? Ditanggapi PDIP, Golkar dan Demokrat

Hingga 30 Maret 2026, jumlah penerima manfaat mencapai 61.680.043 orang di 38 provinsi. 

Pengamat kebijakan publik, Eko Prasojo, juga menyambut baik keputusan ini. Ia menyebut, target penerima MBG memang perlu dievaluasi dari target universal ke target yang lebih terukur.

Dari seluruh siswa dan seluruh sekolah menjadi kepada yang benar-benar membutuhkan tambahan makanan bergizi.

"Hal ini untuk mencegah makanan bersisa, pemborosan anggaran dan tidak tercapainya dampak MBG untuk mengurangi anak anak stunting," tutur Eko.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved