Berita Viral

Pria Berseragam TNI Tipu Pedagang di Sumedang, Bawa Lari Telur 250 Kg, Rugi Rp 7 Juta

Karena pelaku mengenakan seragam TNI, korban merasa percaya dan bersedia mengirimkan pesanan ke lokasi yang disepakati. 

Kompas.com
Satreskrim Polres Sumedang buru pria berseragam TNI yang menipu warga Pamulihan, Sumedang, Jabar. DOK. TWITTER(KOMPAS.COM/AAM AMINULLAH) 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pedagang telur di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat jadi korban penipuan oleh pria berseragam atribut TNI.

Pelaku berhasil membawa kabur telur sebanyak 250 kilogram dengan total kerugian jutaan rupiah.

Aksi penipuan ini sempat viral di media sosial, khususnya platform X, setelah foto pelaku dan kendaraan yang digunakannya tersebar luas. 

“Hati-hati terhadap orang ini, kronologinya datang dengan modus membeli telur kepada adik saya sebanyak kurang lebih 250 kg dengan total Rp7.290.000, dan pembayaran akan ditransfer setelah barang datang di Kecamatan Pamulihan,” tulis akun @papua_muslim95 menceritakan kronologi penipuan tersebut.

Baca juga: Kronologi Polisi Polres Nganjuk Digrebek Keluarga, Diduga Selingkuh dengan ASN, Ngontrak Bareng

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansah, mengonfirmasi adanya laporan tersebut. Ia menyebutkan bahwa kasus ini sedang ditangani secara intensif. 

"Laporannya sudah masuk ke Polsek Pamulihan, dan saat ini masih dalam proses penyelidikan," ujar Tanwin kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (17/4/2026) sore. 

Kronologi penipuan 250 Kg Telur 

Peristiwa bermula pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Pelaku mendatangi korban dengan niat membeli telur dalam jumlah besar, yakni 250 kilogram.

Total nilai transaksi tersebut mencapai Rp 7.290.000. Untuk meyakinkan korban, pelaku menjanjikan pembayaran akan dilakukan melalui transfer bank setelah barang tiba di kantor Kecamatan Pamulihan.

Baca juga: Dapat SP3, Rismon Sianipar Kini Kuliti Roy Suryo: Itu Pembohongan Publik yang Terus Diulang

Karena pelaku mengenakan seragam TNI, korban merasa percaya dan bersedia mengirimkan pesanan ke lokasi yang disepakati. 

Setibanya di kantor Kecamatan Pamulihan, pelaku bersikap seolah-olah memiliki otoritas sehingga disambut oleh beberapa pihak di lokasi.

Pelaku juga sempat mengelabui pegawai kecamatan dengan dalih bahwa telur-telur tersebut akan digunakan untuk kegiatan bazar sembako. 

Kejanggalan mulai terlihat saat telur yang baru diturunkan justru diminta dipindahkan kembali oleh pelaku ke dalam mobil pribadinya. 

Pelaku menggunakan mobil jenis Honda CR-V berwarna putih dengan nomor polisi F 1147 QL, yang setelah diperiksa diduga kuat sebagai pelat nomor palsu atau bodong.

Sebagai bagian dari siasat untuk melarikan diri, pelaku meminta korban pergi ke Bank BRI Unit Cimanggung.

Baca juga: Harga BBM Resmi Naik Mulai Hari Ini, Pertamax Turbo Rp19.400, BBM Dexlite Melonjak hingga Rp24.650

Pelaku berdalih korban harus menemui istrinya yang bernama "Bu Ida" yang bekerja di bank tersebut untuk mengambil uang pembayaran. 

Korban pun berangkat ke bank didampingi oleh salah seorang pegawai kecamatan.

Sesampainya di Bank BRI Unit Cimanggung, korban menanyakan keberadaan pegawai bernama Bu Ida. Namun, pihak bank menyatakan tidak ada pegawai dengan nama tersebut. 

Saat itulah korban menyadari bahwa ia telah menjadi korban penipuan dan pelaku sudah melarikan diri bersama 250 kg telur tersebut. 

Penyelidikan polisi

Kapolsek Pamulihan, Iptu Tri Sunu Suparjianto, membenarkan detail kejadian tersebut. 

Ia memastikan pihak kepolisian kini sedang mendalami identitas pelaku yang diduga kuat merupakan anggota TNI gadungan. 

"Benar di Pamulihan, kejadiannya pada Selasa (14/4/2026) pukul 12.00 WIB," kata Tri Sunu.

Ia juga menambahkan bahwa korban sudah melapor, dan kasus sudah dalam penanganan polisi. 

Polisi juga tengah menelusuri keberadaan mobil Honda CR-V putih yang digunakan pelaku sebagai petunjuk utama.

AKP Tanwin Nopiansah menegaskan bahwa pendalaman kasus ini penting guna mencegah adanya korban-korban baru dengan modus serupa di wilayah hukum Sumedang. 

"Lagi penyelidikan, pelaku diperkirakan (TNI) gadungan," tegas

(tribun-medan.com)

Sumber: kompas.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved