Berita Viral
REAKSI Istri Idja Djajuli Saat Didatangi Bawahan Suaminya, Tuntut Hutang Usai SK Satpol PP Digadai
Nominalnya beragam, Idja menggadaikan SK OB sebanyak Rp 20 juta, lalu SK anggota Satpol PP mulai dari kisaran Rp 100 juta - Rp 350 juta.
TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah reaksi istri Idja Djajuli saat didatangi bawahan suaminya.
Mereka adalah Satpol PP yang SK nya digadai oleh Idja Djajuli.
Kedatangan korban ke rumah Idja Djajuli untuk meminta pertanggungjawaban atas dugaan penipuan dan penggelapan gadai SK.
Namun korban justru dibentak-bentak istri Idja Djajuli.
Baca juga: Kebakaran Hebat di Bengkel Hamparan Perak, Hanguskan Dua Unit Mobil
Diberitakan sebelumnya SK 14 pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) mengaku SK pengangkatan digadai Idja.
Mulai dari SK office boy (OB) berstatus PPPK hingga anggota Satpol PP berstatus ASN.
Nominalnya beragam, Idja menggadaikan SK OB sebanyak Rp 20 juta, lalu SK anggota Satpol PP mulai dari kisaran Rp 100 juta - Rp 350 juta.
Penggadaian SK anggota Satpol PP itu konon dilakukan Idja sejak tahun 2022 lalu.
Baca juga: Tersangka Keenam Wanita yang Pernah Jabat PPK RSUD Djoelham Ditahan, Korupsi Kontrak Kerjaan Fiktif
Semula, Idja kabarnya rutin membayarkan cicilan ke bank terkait dengan gadai SK tersebut.
Namun beberapa bulan belakangan, cicilan tersebut tak dibayar Idja sehingga memengaruhi gaji tunjangan belasan anggota Satpol PP.
Idja Djauli mantan Kasubag Keuangan Satpol PP Kota Bogor.
Desi Hartati istri anggota Satpol PP Kota Bogor, Jatnika, menceritakan bahwa SK suami digadai sebesar Rp 100 juta ke Bank Kota Bogor.
Setiap bulan, tunjangan suami dipotong secara otomotis sebesar Rp 2.080.000 untuk membayar cicilan hutang.
Berulang kali datang, Desi tak berhasil bertemu Idja.
Sampai suatu malam, Desi meminta tolong ke Ketua RT dan sekuriti untuk datang ke rumah tersebut.
"Saya datang malam, saya minta izin dulu sma RT setempat takutnya mengganggu, saya izin ke pak RT," katanya.
Dan benar saja, ketika diketuk RT, keluarlah istri dari Idja.
"Saya minta tolong ke pak RT ke rumah, ternyata istrinya ada buka pintu. saya rekam perkataan istrinya," kata Desi kepada TribunnewsBogor.com.
Tak disangka, Desi justru disambut sikap tak sopan dari istri Idja.
"Saya datang baik-baik, dengan mulut lantang mulut keras dia yang lebih kasar sama saya," katanya.
Desi menjelaskan tujuan datang ke rumah untuk menagih pembayaran.
Baca juga: Jadwal Siaran Inter Milan vs Cagliari, Berikut Klasemen Liga Italia saat Ini
"Saya cuma bilang baik-baik, bu maaf saya ke sini cuma mau minta makan aja tolong bayar uang tunjangan suami saya," katanya.
Dengan nada keras istri Idja menyebut ia tak menerima uang hasil gadai SK anggota Satpol PP Kota Bogor.
"Istrinya dengan marah-marah, bukan saya yang pinjam tapi kantor yang meminjam. Pengakuan istrinya dipakai kantor," katanya.
Korban lain, Asep Saefullah mengatakan SK miliknya pun dipinjam Idja Djajuli.
Ia mengatakan bahwa uang pinjaman digunakan untuk keperluan pribadi, bukan kepentingan kantor.
"Kalau yang saya tahu, pak Idja itu mungkin ada juga buat untuk gaya hidup dia, terlalu hedon. Kepentingan dia terlalu hedon. Sampai rumahnya juga kan luas," ungkap Asep dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan tv one news.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Deny Mulyadi mengatakan, Pemkot masih menunggu peraturan teknis (pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait penjatuhan sanksi.
“Masih belum turun Pertek dari BKN nya,” kata Deny saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Jumat (17/4/2026).
Deny memprediksikan Pertek itu akan turun pada pekan depan.
“Sejauh ini belum. Kemungkinan di minggu depan. Nanti langsung diinformasikan jika sudah turun,” ujarnya.
Untuk jenis sanksinya sendiri, Deny masih belum bisa mendetailkan.
“Intinya yang dilakukannya itu masuk ke pelanggaran berat. Kemungkinan sanksinya terkait pelanggaran berat,” tandasnya.
Profil Idja Djajuli
Jadi sosok yang dianggap bertanggung jawab atas gadai SK belasan Satpol PP, inilah profil Idja Djajuli.
Idja Djajuli menjabat sebagai Kasubag Perencanaan, Keuangan dan Pelapora.
Dilansir TribunnewsBogor.com dari laman ppdikti Kemdiktisaintek, Idja tercatat pernah mengenyam pendidikan di dua kampus kenamaan.
Idja merupakan lulusan diploma tiga jurusan administrasi di Universitas Padjajaran (Unpad) tahun 2003.
Lalu untuk gelar magisternya, Idja mengambil prodi Manajemen Pembangunan Daerah di IPB.
Idja mendapatkan gelar S2 di tahun 2017.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com
(*/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Skandal-Kasubbag-Satpol-pp.jpg)